Senin, 04 Agustus 2014

GAZA

Gaza, sebuah kota kecil yang di lewati oleh sebuah jalur yang bernama jalur Gaza dan merupakan bagian dari Palestina. Hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan dan terjepit antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Di sinilah Alina Saskia Dewi dan Sita Aisah, sahabatnya sejak SD berada sekarang. Alina dan Sita merupakan mahasiswi fakultas kedoteran yang merelakan waktu liburan semester mereka menjadi relawan asal Indonesia di Gaza.

Bukan tanpa sebab mereka menjadi relawan di Gaza, selain rasa kemanusiaan yang tinggi untuk menolong sesama, mereka juga membawa beberapa barang dan uang yang sudah mereka kumpulkan dari teman-teman serta saudara-saudara mereka yang ada di Indonesia dan telah diberikan kepada yang berhak.

Selain itu mereka juga ingin melihat lebih dekat bagaimana saudara-saudara kita berjuang memperoleh haknya untuk menjadikan kota kecil yang bernama Gaza ini menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali.

Bukan tempat yang setiap hari dan setiap waktu dibisingkan oleh suara rudal dan roket dari Zionis Israel yang juga menewaskan ribuan orang terutama wanita dan anak-anak dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di kota kecil itu.
 
DUAR.. DOR.. DOR.. DOR..

Senin, 28 April 2014

TELAH BERAKHIR


Seorang gadis cantik terlihat sedang termenung di bangku taman kota. Gadis itu memang sering berkunjung ke taman itu. Bukan tanpa tujuan gadis itu sering berkunjung ke taman yang mempunyai banyak kenangan tersendiri untuknya, tapi dia mempunyai harapan untuk bertemu kembali dengan orang yang sangat dicintainya. Seseorang yang sudah tiga tahun ini meninggalkannya karena dia harus meneruskan kuliahnya di negeri Paman Sam. Orang itu pula yang berjanji akan menemuinya di taman itu.  Maka setiap tahun gadis itu selalu duduk di bangku yang berhadapan dengan air mancur di taman kota, tapi setiap tahun juga orang yang selama ini di tunggunya tidak pernah muncul.
            “Maafkan aku yang sayang, aku harus ninggalin kamu. Aku harus melanjutkan kuliahku di Amerika. Tapi aku janji sama kamu, setiap tahun aku akan pulang dan kita akan bersama lagi seperti dulu,”  kata cowok tampan yang bernama Christian Adinata, cowok yang selama tiga tahun ini ditunggu oleh gadis itu.

Jumat, 18 April 2014

SI GARET PENYIKSA



Aku sudah mengenal rokok saat aku kelas satu SMP. Teman-temanku yang mengenalkan aku dengan tembakau itu. Awalnya aku hanya coba-coba, bahkan aku sampai terbatuk-batuk saat pertama kali menghisap rokok.
           “Gila, ini apaan? Nggak enak tau,” tanyaku sambil terbatuk-batuk.

Minggu, 23 Maret 2014

AKU MEMILIH SETIA


Seorang gadis manis terlihat sedang duduk termenung di sebuah bangku taman. Di sebelah kanannya ada beberapa orang anak yang asyik bermain lari-larian. Terlihat juga ada beberapa keluarga dan muda-mudi yang sedang bersantai di taman itu. Memang setiap hari libur atau sore seperti ini, taman itu selalu ramai di kunjungi oleh keluarga atau para remaja untuk bersantai melepaskan rasa lelah mereka setelah seharian bekerja dan beraktivitas. Tak terkecuali gadis manis ini. Gadis manis itu bernama Kirana Citra Lestari.
                “Hei, ngelamun aja nanti kesambet loh,” kata seorang Aldo, teman Kirana.

Selasa, 18 Maret 2014

LOVE IN VENICE

Love In Venice

Para Penulis
Ardini N Wijaya, Desy Sundaryanti, Dkk

Penerbit
Sembilan Mutiara Publishing Trenggalek
Email : sembilanmutiara@ymail.com
Web: www.sembilanmutiara.com
Hp: 081 335 865 671

 

Daftar Isi :
1. Nama Hanyalah Sebuah Panggilan 1| 2. Tolong Jangan Saat Ini 7 | 3. Sepatu-sepatu Berbeda 15 | 4. Pesan Eliana 21 | 5. Si Pencabut Rambut Putih 27 | 6. Love In Venice 33 | 7. A Pussy War 45 | 8. Awan Pertamaku 51 | 9. Nasib Mujur Seorang Buta 55 | 10. Karena Arjuna 57 | 11. Amiiin 69 | 12. Sepatu Roda Sang Dianella 81 | 13. The Plitvice Path 93 | 14. Manik-manik Cinta 103 | 15. Petualangan Di Luar Angkasa 113 | 16. Di balik Teropong Klasik 121 | 17. Lighthouse 129 | 18. Amazing Of Kangean 135 | 19. Sosok Hitam 147 | 20. Ini Tentang Cinta 155 | 21. Kereta Api Maut 163

Halo teman-teman semuanya, aku mau cerita sedikit nih. Beberapa bulan yang lalu aku ikut lomba menulis cerpen tentang cerita unik dunia yang diadakan penerbit "SEMBILAN MUTIARA PUBLISHING" dan aku jadi salah satu kontributor buku kumpulan cerpen yang berjudul "LOVE IN VENICE" dan di atas adalah foto buku kumpulan cerpen itu. awalnya kau senang karena cerpenku jadi judul buku kumpulan cerpen itu yaitu "Love In Venice" tapi sayang di cover buku itu penulisan namaku salah.
 
Dan hari ini aku mau share cerpenku yang ada di dalam buku itu.. dan asli original karyaku sendiri, kalau ada orang yang ngaku-ngaku itu cerpen dia, aku akan kasih bukti blog ini dan email yang aku kirim ke penerbit itu. Judul cerpen yang aku buat 'LOVE IN VENICE'.

 Happy Reading..


Seorang gadis manis terlihat sedang duduk di ruang tunggu penerbangan Internasional bandara Soekarno-Hatta. Dia menunggu pesawat yang akan membawanya menuju kota Venesia, Italia. Memang, gadis itu akan pergi ke salah satu kota cantik yang ada di benua Eropa untuk meneruskan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Berkat kecerdasannya, dia merupakan salah satu siswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa kuliah di Venesia, tepatnya di Universitas Venesia.
            Setelah menunggu setengah jam akhirnya pesawat yang akan mengantarkannya ke kota Venesia pun datang. Dengan sigap, dia melangkah menuju bagian pemeriksaan. Dia pun mengantre untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan passport, visa, tiket, dan dokumen penting lainnya. Saat dia sedang mengantre, tiba-tiba saja ada seorang cowok bertubuh tinggi dan berkulit putih menyerobot antreannya.

JOMBLO GALAU

Judul: I'M SINGLE BUT HAPPY (SERI #1)
Penulis: Risty Arvel, Ocha Thalib, Nenny Makmun, Rere Zivago, Yudi Susanto, dkk
Desain Cover: de A media kreatif
Ilustrasi Cover: www.wallsave.com
Layout: de A media kreatif
ISBN: 978-602-1203-14-

kontributor buku SERI #1:
Rere Zivago | Dwi Lestari | Erika Layliyah
Ining Rustini | Nailul Mukfiyah | Nanda Febriani
Nenny Makmun | Yudi Susanto | Danu Supriyati
Shofy Ada | Ismala Astari | Pramastri Sisimaya
Titikeke | Widya Brigita Sihombing | Linda Mustika Hartiwi
Diantie Noor Rahmat | Susi Retno Juwita | Aryati Dwi Siamiaty
Ranita Oktavia | Hapie Joseph Aloysia | Lutfi Fauziah
Zhezhe Kartika | Aziza Zuhroh Sya’bandiyah | Westi Bilda
Zuraini | Ulfa Wulandari | Aditya Kusuma | Nora Asteria
Mendra Ardani | Yuan Yunita | Nuci Vera
Annisa Yumna Ulfah | Utari Mardatillah | Warningsih
Alifatul Mastikha | Yunisa Sholikhati | Maya Luca Izecson
Nuraini Fa | Miftah Faradisa | Syakira
Eli Aidir Rochimah | Yaniar Rahmah | Desy Sundaryanti
Kathleen Krissa | Dianita Ramadhani
Halo teman-teman semuanya, aku mau cerita sedikit nih. Beberapa bulan yang lalu aku ikut lomba menulis cerpen tentang para jomblo gitu yang diadakan penerbit "PENA META KATA" dan aku jadi salah satu kontributor buku kumpulan cerpen yang berjudul "I'M SINGLE BUT HAPPY" dan di atas adalah foto buku kumpulan cerpen itu.
Dan hari ini aku mau share cerpenku yang ada di dalam buku itu.. Judul cerpen yang aku buat 'JOMBLO GALAU'
Happy Reading..


“Rendi, lagi apa kamu di sini? Dan dia siapa?” tanya seorang gadis manis berambut panjang.
            “Gue pacarnya Rendi, elo siapa? Sayang, kamu kenal sama dia” jawab cewek berambut panjang sebahu. Cowok yang bernama Rendi hanya diam, tak menjawab pertanyaan dari kedua cewek manis itu.

SEMUA UNTUK IBU

Buku KAS #2

Kontributor
Argita Maya Fauzi | Rausyan Fikri | Riska Ayu Purnama Sari | Nu-Riel | Kartini | Alflailwalail | Deela n’Erth | Zainuddin | Rosarila | Erputri | Luthvey Nurutdinova | Putri Arum Islami | Ukhtyan Muhibbah Firdaus [UMF] | Nabila Al Qoshwa | Indah Kiki Yuliana | Ikha Inayatul Markhumah | Nina Nurjanah | Mayang Anglingsari Putri | Rere Zivago | Retno Budi Arti | Inggrid Widya Pitaloka | Juliana | Mutia Ulfah | Redi Awal Maulana | Linda Mustika Hartiwi | De Minnie | Anna Rosdiana | Siti Nur Indah Sari | Desy Sundaryanti | Jay Wijayanti
— 




  
Halo teman-teman semuanya, aku mau cerita sedikit nih. Beberapa bulan yang lalu aku ikut lomba menulis cerpen tentang keluarga yang diadakan penerbit "EL-NISA PUBLISHER" dan aku jadi salah satu kontributor buku kumpulan cerpen yang berjudul "KELUARGA ADALAH SEGALANYA" dan di atas adalah foto buku kumpulan cerpen itu.
Dan hari ini aku mau share cerpenku yang ada di dalam buku itu.. Judul cerpen yang aku buat 'SEMUA UNTUK IBU'

 
Happy Reading..


Seorang gadis manis terlihat sedang menawarkan senampan kue kepada pengguna jalan di depan toko kue Minions Cake. Gadis itu bernama Kania Rahma atau yang biasa di panggil Kania. Kania merupakan anak dari seorang ayah bernama Ramdan yang hanya bekerja sebagai penjual somay, dan ibunya bernama Aisah seorang buruh cuci dan menyetrika. Kania merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, adik pertamanya bernama Andi Ramadan, dia sekolah kelas IV SD dan yang bungsu bernama Aini, dia sekolah kelas III SD, sedangkan Kania sendiri sekolah kelas dua SMA. Setiap pulang sekolah, Kania selalu bergegas pergi ke toko kue itu, untuk melaksanakan tugasnya sebagai karyawan di toko kue itu. Hal itu biasa dia lakukan sejak kelas 2 SMP. Sebenarnya orang tua Kania melarang dia bekerja paruh waktu dan hanya menyuruhnya belajar dan sekolah supaya dia bisa menjadi orang sukses di masa depannya. Tapi, Kania melakukan hal itu ikhlas, karena ingin membantu ayah dan ibunya. Terlebih lagi, sebulan yang lalu dia mengetahui bahwa ibunya menderita kanker darah atau leukimia stadium lanjut, mau tak mau dia harus bekerja lebih giat untuk membantu ayahnya membiayai sekolah kedua adiknya dan membiayai pengobatan ibunya yang tidak murah.
            “Silahkan Ibu, Bapak, kuenya di coba,” kata Kania kepada Bapak dan Ibu yang sedang melintas di depannya. Tapi si Ibu dan Bapak itu hanya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi dari hadapan Kania. Kania hanya mengangguk tanda mengerti. Dia pun menawarkan kue yang ada di tangannya kembali kepada sepasang pemuda-pemudi seusianya karena mereka memakai seragam SMA. Mungkin mereka sepasang kekasih.

Rabu, 12 Maret 2014

IBU TERHEBAT


Seorang wanita paruh baya terlihat sedang mengayuh becak miliknya. Pekerjaan yang identik dengan kaum lelaki ini dia kerjakan untuk membiayai sekolah dan pengobatan anaknya. Wanita itu bernama Ibu Sulastri. Ibu Sulastri merupakan istri dari Bapak Iman yang bekerja menjadi seorang tukang becak tetapi karena lima bulan lalu Bapak Iman mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua kakinya harus di amputasi dan tidak bisa menarik becak lagi, Ibu Sulastri yang menggantikan tugas Bapak Iman sebagai tukang becak. Anak sulungnya bernama Nani yang masih bersekolah di SD Pelita Putri kelas VI, anak keduanya bernama Indra yang masih duduk di bangku kelas III SD, sedangkan yang bungsu bernama Ani yang masih duduk di bangku kelas I SD. Selain menjadi tukang becak, setiap sore Ibu Sulastri bekerja menjadi buruh cuci dan menyetrika. Sebenarnya Bapak Iman melarang Ibu Sulastri untuk menjadi seorang tukang becak karena Bapak Iman takut istrinya sakit akibat kelelahan bekerja serta mengurus Bapak Iman dan anak-anaknya. Ibu Sulastri pun juga tidak tega meninggalkan suaminya sendirian di rumah dalam keadaan seperti itu, tetapi Ibu Sulastri terpaksa melakukan hal itu karena pendapatannya sebagai buruh cuci dan menyetrika saja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Apalagi dua bulan terakhir ini Ani, anak bungsunya sering batuk-batuk yang di sertai muntah darah.

CINTA DALAM BUNGA


Seorang gadis manis terlihat sedang merangkai bunga di toko bunga Magic Florist. Dia sangat serius dalam merangkai bunga itu sampai dia tidak menyadari ada seseorang yang memasuki toko tempat dia bekerja.
            “Permisi..,” sapa seorang lelaki berbadan tinggi, tegap, dan berkulit putih. Mendengar suara itu gadis itu pun menghentikan aktifitasnya dan betapa terkejutnya gadis itu ketika mengetahui lelaki yang memasuki tokonya adalah lelaki yang semenjak kelas dua SMA dia sukai, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya itu.

AKU RINDU AYAH


Aku ingin bertemu ayah. Merasakan lagi hangatnya kasih sayang ayah, belai lembut ayah  terhadapku. Ayah, aku rindu sekali dengan ayah.
***
“Ya Allah aku ingin bertemu dengan ayahku walaupun itu hanya di dalam mimpi, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Aku ingin memeluk ayahku kembali, ya Allah. Kabulkanlah permohonanku ini ya Allah.” itulah sepenggal do’aku untuk ayah setiap sehabis sholat.
Sudah lebih dari 15 tahun aku kehilangan sosok seorang ayah dalam hidupku. Waktu itu aku masih berumur 7 tahun, usia yang masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua, tetapi Allah dengan cepat memanggil ayahku dengan cara yang tak terduga.

AKU INGIN DIA KEMBALI


Karin duduk termenung di balkon teras kamarnya sambil menatap langit yang cerah di taburi oleh bintang-bintang. Sinarnya yang indah dapat menenangkan hati setiap orang yang memandangnya, tapi mungkin hal ini tak mempengaruhi suasana hati Karin malam ini. Dia masih termenung sambil menatap kosong ke arah bintang yang melihatnya dengan wajah ceria. Karin kembali teringat seseorang yang hampir di tabraknya tadi pagi. Orang yang sangat dia kenal dan ingin dia temui selama lebih dari 10 tahun ini. Ryan Adrian adalah nama orang yang hampir ditabraknya tadi pagi, Karin tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Ryan.  Cowok yang menjadi sahabat akrabnya waktu SD, tetapi Karin harus berpisah dengan Ryan karena Ryan harus pindah ke Singapura mengikuti ayahnya yang bertugas disana.
“Kirain gue, gue enggak akan bertemu lagi sama lo Yan,” gumam Karin masih menatap bintang. “Tapi mengapa lo enggak kenal sama gue? Atau elo sudah lupa sama gue Yan? Gue mau elo kembali kayak dulu Yan,” lanjutnya sambil menghela napasnya panjang.

Kamis, 13 Februari 2014

DUKA PENGUMPUL BARANG BEKAS


Hampir setiap hari aku selalu melihat lelaki paruh baya itu. Umurnya sekitar enam puluh tahunan lebih. Dia selalu lewat di depan rumahku sambil memanggul dua keranjang besar yang disatukan dengan sebatang kayu. Setiap hari dia selalu mengambil sampah yang ada di sekitar tempat tinggalku, dia tak pernah lelah mengambil dan mengumpulkan sisa material atau barang-barang tidak berguna bagi kebanyakan orang. Tapi baginya sampah-sampah itu merupakan sumber penghasilan untuk dia dan keluarganya. Dia juga tak pernah mengeluh ketika dia menghampiri tempat sampah yang kadang mengeluarkan bau yang sangat menyengat, tetapi dia tetap semangat mengambil sampah-sampah itu.
Setiap kali aku membersihkan halaman rumah sebelum berangkat kerja, aku selalu melihat Pak Samidi itu yang sedang bekerja mengambil sampah di depan rumahku. Tepatnya jam enam pagi, Pak Samidi sudah dengan sigap mengambil sampah-sampah plastik yang ada di tempat sampah depan rumahku. Pak Samidi adalah nama lelaki paruh baya yang bekerja sebagai pemulung di sekitar tempat tinggalku. Aku mengetahui namanya dari Ani tetanggaku. Aku selalu merasa kasihan setiap kali melihatnya, karena seharusnya orang seumuran Pak Samidi duduk santai di rumah sambil menunggu uang pesiunan yang datang setiap bulannya, bukan setiap hari bekerja mengambil dan mengumpulkan sampah seperti ini. Tak jarang pula ketika ada sampah botol plastik bekas minuman yang ada di rumahku, aku selalu memberikan sampah botol plastik itu kepada Pak Samidi, walaupun hanya satu atau dua botol plastik itu.

Senin, 27 Januari 2014

FORTUNE COOKIES IN LOVE


Seorang gadis manis terlihat sedang mengantarkan pesanan kepada pelanggan kafe Fortune Cookies. Dia terlihat ramah kepada para pelanggan kafe tersebut. Gadis itu bernama Bella Chintya. Bella adalah seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai waitress di kafe itu. Bella itu sosok wanita yang murah senyum, baik dan manis.
            “Ini pesanannya Bapak, Ibu. Silahkan menikmati,” kata Bella sambil meletakkan pesanan itu di atas meja dengan memamerkan senyumnya yang indah.
            “Terima kasih,” kata Bapak itu. Bella hanya tersenyum dan berlalu dari hadapan Bapak dan Ibu itu.

Selasa, 07 Januari 2014

AKU, IBUKU DAN IMPIANKU


Namaku Sita, aku adalah seorang karyawati di perusahaan swasta. Umurku 22 tahun, aku mempunyai seorang kakak yang sudah menikah. Karena kakakku sudah menikah dan mengikuti suaminya di Jakarta, aku pun tinggal bersama Ibuku di Bandung, sementara Ayahku sudah meninggal ketika aku masih berumur tujuh tahun. Ibu memiliki warung kecil-kecilan, hasilnya pun lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Setelah lulus SMA, aku tidak melanjutkan pendidikanku sampai perguruan tinggi. Sebenarnya aku ingin melanjutkan pendidikanku ke jenjang bangku kuliah, tapi karena aku tidak ingin lagi memberatkan beban biaya yang harus di tanggung oleh Ibu, akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan. Aku tau penghasilan dari warung itu tidak seberapa dan harus dibagi dua, sebagian dipakai untuk modal lagi jika ada salah satu dagangan yang habis dan sebagian untuk keperluan sehari-hari aku dan Ibuku. Lagipula dengan aku bekerja, aku bisa membantu Ibu untuk memperbesar warung kecil-kecilan milik Ibu dan membiayai kuliahku tahun depan.
            “Maafkan Ibu ya, Sit. Ibu belum bisa biayain kamu kuliah. Kamu sendiri kan tau penghasilan warung harus dipakai modal lagi. Belum lagi barang dagangannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ibu sebelum aku mendapatkan pekerjaan.