Love In Venice
Para Penulis
Ardini N Wijaya, Desy Sundaryanti, Dkk
Penerbit
Sembilan Mutiara Publishing Trenggalek
Email : sembilanmutiara@ymail.com
Web: www.sembilanmutiara.com
Hp: 081 335 865 671
Ardini N Wijaya, Desy Sundaryanti, Dkk
Penerbit
Sembilan Mutiara Publishing Trenggalek
Email : sembilanmutiara@ymail.com
Web: www.sembilanmutiara.com
Hp: 081 335 865 671
Daftar Isi :
1. Nama Hanyalah Sebuah Panggilan 1| 2. Tolong Jangan Saat Ini 7 | 3. Sepatu-sepatu Berbeda 15 | 4. Pesan Eliana 21 | 5. Si Pencabut Rambut Putih 27 | 6. Love In Venice 33 | 7. A Pussy War 45 | 8. Awan Pertamaku 51 | 9. Nasib Mujur Seorang Buta 55 | 10. Karena Arjuna 57 | 11. Amiiin 69 | 12. Sepatu Roda Sang Dianella 81 | 13. The Plitvice Path 93 | 14. Manik-manik Cinta 103 | 15. Petualangan Di Luar Angkasa 113 | 16. Di balik Teropong Klasik 121 | 17. Lighthouse 129 | 18. Amazing Of Kangean 135 | 19. Sosok Hitam 147 | 20. Ini Tentang Cinta 155 | 21. Kereta Api Maut 163
1. Nama Hanyalah Sebuah Panggilan 1| 2. Tolong Jangan Saat Ini 7 | 3. Sepatu-sepatu Berbeda 15 | 4. Pesan Eliana 21 | 5. Si Pencabut Rambut Putih 27 | 6. Love In Venice 33 | 7. A Pussy War 45 | 8. Awan Pertamaku 51 | 9. Nasib Mujur Seorang Buta 55 | 10. Karena Arjuna 57 | 11. Amiiin 69 | 12. Sepatu Roda Sang Dianella 81 | 13. The Plitvice Path 93 | 14. Manik-manik Cinta 103 | 15. Petualangan Di Luar Angkasa 113 | 16. Di balik Teropong Klasik 121 | 17. Lighthouse 129 | 18. Amazing Of Kangean 135 | 19. Sosok Hitam 147 | 20. Ini Tentang Cinta 155 | 21. Kereta Api Maut 163
Halo
teman-teman semuanya, aku mau cerita sedikit nih. Beberapa bulan yang
lalu aku ikut lomba menulis cerpen tentang cerita unik dunia yang diadakan
penerbit "SEMBILAN MUTIARA PUBLISHING" dan aku jadi salah satu kontributor buku
kumpulan cerpen yang berjudul "LOVE IN VENICE" dan di atas
adalah foto buku kumpulan cerpen itu. awalnya kau senang karena cerpenku jadi judul buku kumpulan cerpen itu yaitu "Love In Venice" tapi sayang di cover buku itu penulisan namaku salah.
Dan hari ini aku mau share cerpenku yang ada di dalam buku itu.. dan asli original karyaku sendiri, kalau ada orang yang ngaku-ngaku itu cerpen dia, aku akan kasih bukti blog ini dan email yang aku kirim ke penerbit itu. Judul cerpen yang aku buat 'LOVE IN VENICE'.
Happy Reading..
Seorang gadis manis terlihat sedang
duduk di ruang tunggu penerbangan Internasional bandara Soekarno-Hatta. Dia
menunggu pesawat yang akan membawanya menuju kota Venesia, Italia. Memang,
gadis itu akan pergi ke salah satu kota cantik yang ada di benua Eropa untuk
meneruskan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Berkat kecerdasannya,
dia merupakan salah satu siswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa kuliah di
Venesia, tepatnya di Universitas Venesia.
Setelah
menunggu setengah jam akhirnya pesawat yang akan mengantarkannya ke kota Venesia
pun datang. Dengan sigap, dia melangkah menuju bagian pemeriksaan. Dia pun
mengantre untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan passport, visa, tiket, dan
dokumen penting lainnya. Saat dia sedang mengantre, tiba-tiba saja ada seorang
cowok bertubuh tinggi dan berkulit putih menyerobot antreannya.
“Gak
sopan banget sih, main serobot aja. Maaf mas, saya duluan yang ngantre di sini
jangan main serobot aja,” kata gadis itu. Tapi owok yang ada di depannya hanya
diam
Karena
cowok itu hanya diam saja, gadis itu pun berpikir bahwa cowok yang di depannya
itu bukan orang Indonesia. Akhirnya dia pun berbicara dengan bahasa Inggris. “I’m sorry Sir, can you speak English?”
“Apaan
sih elo, jangan sok-sokan pakai bahasa Inggris. Gue tadi dengar elo ngomong…..,”
kata cowok itu terpotong karena dia kaget melihat siapa yang ada di depannya
saat ini.
“Elo?
Ngapain elo ada di sini? Kalau elo bisa bahasa Indonesia, berarti elo ngerti
kan apa yang tadi gue bilang? Dan elo juga bisa baca kan tulisan yang ada di
sana?” kata gadis itu sambil menunjuk papan pengumuman yang bertuliskan “Harap
Mengantre”.
“Gue
ada di sini karena gue mau ke Venesia lah, gue dapat beasiswa untuk kuliah di
sana. Iya, gue bisa baca. Tapi kan ini Indonesia yang orang-orangnya paling gak
suka sama hal-hal yang menunggu lama, apalagi mengantre. Elo sendiri ngapain di
sini?” kata cowok itu beralasan.
“Elo dapat beasiswa
kuliah di Venesia? Hahaha… gue gak percaya, cowok pemalas kayak elo dapat
beasiswa kuliah ke Venesia,” kata gadis itu tak percaya.
“Terserah elo deh mau
percaya atau enggak. Elo sendiri mau pergi ke mana, sampai elo ada di sini?”
“Iya gue mau ke Venesia
lah, gue juga dapat beasiswa kuliah di Universitas Venesia. Gue harap, gue
enggak akan sekampus sama cowok nyebelin kayak elo.”
Cowok itu tersenyum
licik. “Sayang, harapan elo gak di kabulin, gue juga akan kuliah di universitas
Venesia. Kayaknya gue akan lebih sering ngerjain elo di sana.”
Seketika mata gadis itu
membulat, tanda tak percaya. “Mudah-mudahan gue hanya mimpi bisa sekampus sama
elo.”
“Lihat aja nanti,” kata
cowok itu. Gadis itu hanya diam sambil mendengus kesal terhadap apa yang
dikatakan cowok itu tadi, dia memilih untuk tidak memperpanjang debatnya dengan
cowok itu. Akhirnya pemeriksaan pun selesai dan dia bisa segera naik ke dalam
pesawat. Di dalam pesawat gadis itu memilih duduk di dekat jendela pesawat
sesuai denga nomor bangku yang ada di tiket. Tak lama kemudian datang cowok
yang tadi menyerobot antreannya.
“Yah, kenapa sih gue
duduk sama cewek aneh kaya elo?” gerutu cowok itu.
“Ih, siapa juga yang
mau duduk dekat elo,” kata gadis itu sinis. Cowok itu pun duduk di samping
gadis itu. Tak lama kemudian pesawat pun mulai berjalan, dan ketika ada
guncangan kecil karena pesawat akan segera take
off, tanpa sadar gadis itu memegang tangan cowok yang duduk di sampingnya
erat banget sambil berdoa supaya tidak terjadi apa-apa.
“Segitu aja takut. Elo
baru pertama kali ya naik pesawat sampai megang tangan gue kencang banget kayak
gini?” kata cowok itu.
“Eh, sory gue gak
sengaja. Iya, gue emang baru naik pesawat, makanya pas tadi mau take off gue takut terjadi apa-apa,”
kata gadis itu sambil mengambil brosur universitas Venesia yang ada di tasnya.
***
Keisha Aisah adalah
nama lengkap gadis itu. Keisha adalah gadis manis, baik, cantik, supel, dan
juga pintar. Karena kepintarannya itu dia mendapatkan beasiswa kuliah di
universitas Venesia, Italy. Dia adalah salah satu murid paling beruntung
mendapatkan beasiswa itu. Hobi Keisha itu fotography, banyak sekali koleksi
fotonya ketika dia berkunjung ke berbagai kota.
Farel Anugrah adalah
nama cowok yang selalu bertengkar dengan Keisha. Sebenarnya Farel ini sosok
cowok yang baik, ganteng, supel, dan juga pintar. Tapi entah kenapa kalau udah
ketemu sama Keisha, dia jadi sosok cowok yang super nyebelin bagi Keisha. Farel
dianggap musuh bebuyutan Keisha sejak SMP, dan mungkin sampai kuliah, kalau
mereka kuliah di kampus yang sama di universitas Venesia.
***
Setelah 18 jam lebih 10
menit perjalanan yang harus mereka tempuh untuk menuju kota Venesia. Sekitar
jam 14.10 waktu Venesia, pesawat pun mendarat dengan lancar di bandara Venice
Marco Polo, kota Venesia. Para penumpang pun segera turun dari pesawat,
termasuk Keisha dan Farel. Setelah melewati bagian pemeriksaan agar tidak ada
barang yang tertinggal, Keisha dan Farel pun keluar dari airport. Tak lama Keisha keluar dari airport, handphone Keisha
pun berbunyi.
“Assallamu alaikum,
Kei. Gimana elo udah sampai di Venesia?” kata Kaliza, sepupu Keisha yang
tinggal di Venesia.
“Waalaikum salam, Kal.
Iya gue udah nyampe di bandara Marco Polo nih, elo ada di mana?” jawab Keisha.
“Oh, Alhamdulillah
kalau udah sampai mah. Elo tungu di sana sebentar ya, sebentar lagi gue jemput
elo disana, oke?”
“Iya, gue tunggu, tapi
jangan lama-lama,” kata Keisha.
“Oke. Assallamu
alaikum,” kata Kaliza.
“Waalaikum salam,”
jawab Keisha. Telepon pun terputus. Sambil menunggu Kaliza menjemputnya, Keisha
pun mengabadikan keindahan kota Venesia di luar bandara dengan kamera Canon
miliknya.
“Kei, elo belum di
jemput? Kalau belum, elo bareng gue aja ya. Kebetulan gue udah di jemput sama
saudara gue,” tanya Farel.
“Enggak usah deh,
sepupu gue juga sebentar lagi datang jemput gue,” jawab Keisha sambil melihat
foto yang sudah diabadikannya. Tak lama kemudian, datang sebuah mobil berhenti
di depannya. Seorang gadis seumuran Keisha pun keluar dari mobil itu.
“Keisha, gue kangen
banget sama elo,” kata Kaliza berlari memeluk Keisha.
“Iya, udah tiga tahun
lebih kita gak ketemu. Elo makin cantik aja, Kal,” kata Keisha membalas pelukan
Kaliza.
“Ah, bisa aja. Elo juga
tambah cantik Kei, ya udah kita pulang yuk. Elo pasti capek karena hampir
seharian duduk di pesawat terus,” ajak Kaliza sambil menggamit lengan Keisha,
hendak mengajaknya masuk mobil. Tapi langkahnya terhenti karena melihat Farel.
“Kei, bukannya dia Farel musuh bebuyutan elo semenjak SMP, ngapain dia ada di
sini?” bisik Kaliza.
“Katanya sih, dia juga
kuliah di sini tapi gak tau benar, gak tau enggak,” jawab Keisha sinis.
“Elo Kaliza kan,
sepupunya Keisha? Udah lama ya enggak ketemu, jadi pangling lihatnya. Elo apa
kabar?” tanya Farel.
“Alhamdulillah baik,
elo sendiri apa kabar? Kata Keisha elo kuliah di sini juga ya?”
“Alhamdulillah baik.
Iya gue juga keterima di universitas Venesia, sama kayak Keisha,” jawab Farel.
“Universitas Venesia?
Gue juga kuliah di sana. Asyik kita bisa sama-sama lagi kayak waktu SMP. By the way elo sama Keisha udah baikan
nih?”
“Enggak, ngapain gue
baikan sama orang nyebelin kayak dia. Ih, amit-amit,” jawab Keisha sinis.
“Ih, siapa juga yang
mau baikan sama cewek aneh kaya elo? Gue juga gak sudi baikan sama elo. Kal,
gue duluan ya, kasihan saudara gue udah nunggu daritadi,” kata Farel sambil
berlalu dari hadapan Keisha dan Kaliza menghampiri saudaranya.
“Ya udah, kita juga
pulang yuk Kei,” ajak Kaliza. Keisha hanya mengangguk dan berjalan menuju mobil
Kaliza.
***
Sekitar tiga puluh
menit perjalanan dari bandara menuju rumah Kaliza, Keisha tak henti-hentinya
mengabadikan keindahan kota Venesia dengan kameranya.
“Gila, ini kota
benar-benar cantik banget ya. Pantas aja elo betah tinggal di sini,” kata
Keisha.
“Ini mah belum seberapa
Kei, besok elo lihat deh di sekeliling universitas Venesia jauh lebih indah
dari ini. By the way, elo sama Farel
kok sekolahnya sama terus ya?”
“Gak tau ah, gue sih
enggak percaya kalau dia juga kuliah di universitas Venesia, secara dia itu
anak nakal dan pemalas.”
“Eh, jangan salah loh,
anak nakal dan pemalas kayak dia itu bukan berarti dia bodoh loh. Kan banyak
tuh yang waktu masih sekolahnya nakal, sekarang jadi orang sukses.”
“Iya, sih. Tapi gue
udah bosen dari SMP sampai sekarang kuliah sama dia terus.”
“Kenapa sih, elo gak
baikan aja sama dia? Emangnya elo berdua enggak capek berantem terus kayak Tom
and Jerry?”
“Capek sih, tapi gak
tau kenapa setiap ngeliat dia, gue bawaannya kesal mulu. Dia juga sih bikin
gara-gara mulu sama gue.”
“Iya-iya, tapi elo
jangan nyesel ya kalau suatu saat nanti elo jatuh cinta sama dia. By the way besok kita berangkat ke
kampusnya bareng yuk, tapi naik gondola. Elo belum pernah kan naik gondola?”
“Jatuh cinta sama cowok
rese itu? Gak mungkin. Ya iyalah elo harus berangkat bareng sama gue, gue kan
belum tau daerah sini. Naik gondola? Kayaknya seru tuh. Gue gak sabar
cepat-cepat besok,” kata Keisha riang.
***
Venesia memang salah
satu kota cantik yang ada di benua Eropa. Tak heran, jika orang-orang seluruh
dunia mendaftarkan kota ini sebagai salah satu kota yang wajib di kunjungi jika
mereka berlibur ke Italia. Kota Venesia ini banyak sekali bangunan-bangunan
yang mempunyai nilai sejarah dan budaya kota itu.
Keesokkan paginya,
Kaliza dan Keisha berangkat ke kampus dengan menggunakan gondola. Memang untuk
menuju universitas Venesia ini harus menggunakan gondola, atau taksi air karena
tidak adanya kendaraan bermotor untuk menuju universitas Venesia. Sepanjang
perjalanan menuju kampus, tak hentinya Keisha melihat pemandangan yang menakjubkan
di sekeliling sungai yang di lewati mereka. Mulai dari bangunan-bangunan yang
unik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi sampai sungainya dengan air yang
mengalir jernih. Universitas Venesia
(Bahasa Italia:
Università Ca' Foscari Venezia) merupakan sebuah perguruan tinggi yang
berada di kota Venesia, Italia Utara. Universitas ini
berdiri pada tahun 1868 sebagai sekolah bisnis pertama di Italia.
Bangunan utama universitas ini terletak di tempat yang strategis dekat Grand
Canal, di jantung kota. Saat ini, Universitas Venesia menawarkan 4 bidang
pendidikan dan kegiatan penelitian, yaitu: ekonomi, bahasa, ilmu pengetahuan
alam dan humaniora.
“Wah,benar kata elo
Kal. Di sini jauh lebih indah di banding yang gue lihat kemarin. Sungainya juga
jernih banget, beda banget sama sungai di Indonesia yang air kotor dan keruh.
Walaupun ada beberapa sungai di Indonesia yang airnya masih jernih juga sih,
tapi jauh banget dibanding sungai di sini,” komen Keisha takjub.
“Benar kata elo, Kei.
Di Indonesia kebanyakan warganya sering buang sampah di sungai sih, makanya air
sungai di Indonesia jadi kotor, padahal sungai juga bermanfaat loh buat warga
Indonesia. Sayangnya saudara-saudara kita yang di sana masih kurang paham
tentang fungsi sungai,” kata Kaliza. Keisha hanya mengangguk sambil
mengabadikan keindahan kota Venesia.
Tak lama kemudian
mereka sudah sampai di jalan menuju universitas Venesia, mereka pun turun dari
gondola dan berjalan beberapa kilometer menuju kampus. Sekitar 15 menit Kaliza
dan Keisha berjalan menuju kampus, mereka pun sampai di gerbang kampus yang
memiliki arsitektur dan seni yang sangat penting seperti : sebuah ruangan dengan lantai gantungan abad
ke-15 dan dihiasi atap abad ke-16, sebuah ruangan dengan plesteran kerja abad
ke-16 oleh patung Venetian Alessandro Vittoria ( 1525-1608 ), sebuah aula besar
yang dirancang oleh arsitek Venetian Carlo Scarpa (1906-1978) , dengan dua
mural oleh Mario Sironi dan Mario de Luigi. Antara 2004 dan 2006, Ca' Foscari
menjalani program pemulihan, yang dianugerahi Premio Torta pada tahun 2007.
“Welcome to my university, semoga elo betah ya jadi mahasiswa di
sini sampai lulus,” kata Kaliza.
“Harus dong Kal, Insya
Allah gue lulus dari universitas ini,” kata
Keisha.
“Ya udah masuk yuk,
nanti di dalam gue jelasin seluk beluk kampus ini,” kata Kaliza. Mereka pun
memasuki gedung kampus.
***
Sudah hampir enam
bulan, Keisha berada di kota Venesia dan kuliah di universitas Venesia. Keisha
pun sudah akrab dan mendapatkan banyak teman di kampusnya. Tapi ada lima orang
teman yang paling dekat dengannya yaitu Kimberly dari Paris, Nagasawa dari
Jepang, Indra dan Lina dari Indonesia, Antonio dari Inggris, dan tentu saja
Kaliza yang menjadi sahabat dan sepupu Keisha. Memang, orang yang kuliah di
universitas Venesia ini bukan hanya orang lokal dari Venesia atau Italia, tapi
orang-orang dari negara lain juga berminat kuliah di sini. Maklum universita
Venesia merupakan universitas paling terkenal di kota Venesia ini.
Berbeda dengan hubungan
Keisha dan kelima sahabat barunya yang makin dekat, hubungan Keisha dan Farel
agak sedikit berbeda. Dulu, saat masih SMP dan SMA mereka yang setiap hari
saling bertengkar ataupun saling jahil-jahilan, kali ini tidak ada lagi hal itu.
Mungkin karena kesibukan mereka yang sangat padat, dan jarang bertemu membuat
sifat jahil mereka perlahan menurun. Tapi di balik semua itu, ada sebersit rasa
aneh di hati keduanya. Entah kangen atau apa, hanya Keisha, Farel dan Allah
yang tau.
“Cie.. yang udah baikan
sama Farel, perasaan selama elo di sini elo sama Farel kok gak berantem lagi
ya. Ada yang aneh,” goda Kaliza.
“Apaan sih elo? Gue
berantem sama Farel di ceramahin suruh baikan. Sekarang gue gak berantem lagi
sama Farel, elo malah bingung dan ngerasa aneh. Bagus dong, kalau gue gak
berantem lagi sama dia? Lagian gue udah capek,” kata Keisha sambil terus
memperhatikan buku yang di bacanya.
“Iya juga sih, tapi
bagus deh pertahanin ya.”
“Siap, by the way besok kan libur. Jalan-jalan
yuk,” kata Keisha.
“Boleh, besok gue
bakalan ajak elo ke bangunan yang punyanilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi
di sini,” kata Kaliza. Keisha hanya mengangguk.
***
Keesokkan harinya
Kaliza mengajak Keisha ke Katedral St. Maria yang berada di Pulau Torcello
(sekitar satu jam dari Venesia). Untuk sampai di Pulau Torcello Keisha dan
Kaliza harus beberapa kali berganti bus
air di Pulau Murano. Di pulau kecil yang dijuluki sebagai pulau kaca ini kami
bisa melihat proses pembuatan kaca hias oleh ahlinya secara langsung. Setibanya
Kaliza dan Keisha di lokasi Katedral St. Maria, Keisha dan Kaliza melihat bagian
interior yang mengagumkan dengan seni kerajinan mozaik yang membentuk lukisan
pada beberapa dinding gereja.
Setelah mengunjungi
Katedral St. Maria, Kaliza dan Keisha pun melanjutkan jalan-jalannya ke salah
satu maskot Venesia yaitu Gereja Basilica San Marco. Gereja berasitektur
Bizantium ini dijuluki sebagai Chiesa d’Oro atau gereja emas karena kubahnya
yang didominasi lapisan emas, sebagai simbol status kekayaan dan kekuasaan
Venesia pada abad ke-11.
Tepat di sebelah kanan
Basilica San Marco terdapat Palazzo Ducale atau istana dari penguasa tertinggi
Venesia zaman dahulu. Istana yang dijadikan pusat pemerintahan ini dibangun
sekitar tahun 1340. Namun sejak tahun 1923 Palazzo Ducale dibuka sebagai museum
untuk umum. Terdapat dua pintu masuk yaitu Porta della Carta sebagai pintu
masuk utama sebelah barat dan Porta del Fruminto sebelah selatan yang kini
menjadi pintu masuk bagi pengunjung museum. Bangunan Palazzo Ducale terdiri
dari beberapa tingkatan. Pada tingkatan Basement terdapat penjara untuk para
tahanan, penjara ini juga dihubungkan oleh Bridge of Sighs dengan
ruang interogasi Palazzo Ducale. Jembatan ini dinamakan Bridge of Sighs karena
disinilah tahanan melihat dunia luar untuk terakhir kalinya sebelum memasuki
ruang tahanan yang gelap.
Ruangan yang menarik
lainnya adalah Sala del Collegio. Disini merupakan ruang tunggu
duta besar yang hendak bertemu dengan Duke. Ruangan ini tampak sangat luas
dengan dekorasi yang terkesan mewah. Pada dinding terpampang lukisan-lukisan
untuk menunjukkan kejayaan dan kekuatan Venesia pada masa tersebut.
Kolaborasi seni dan
sejarah Venesia tidak perlu diragukan lagi. Gallerie dell`Accademia misalnya
adalah salah satu galeri lukisan terbaik di Eropa. Disini dapat ditemui
karya-karya pelukis ternama seperti Bellini, Titian, Veronese ataupun
Tintoretto. Terdapat sekitar ratusan lukisan yang menggambarkan sejarah
perjalanan seni Venesia dari abad ke-14 hingga 18.
Jalan-jalan Keisha dan
Kaliza pun berakhir di Caffe Florian yang satu lokasi dengan tempat kerumunan
burung. Ada live musik yang dimainkan oleh pemusik lokal saat itu. Permainan
alat musik yang sungguh apik, terdiri dari piano, flute, biola, dan accordion.
Tak jarang pengunjung berdansa di depan kafe atau sekadar melihat dari dekat.
Keisha dan Kaliza pun duduk tak jauh dari panggung musik, Kaliza dan Keisha pun
memesan dua Pizza Florian dan dua Coffee Latte. Tak jauh dari tempat mereka
duduk, mereka melihat ada seorang cowok yang mereka kenal yaitu Farel bersama
seorang perempuan bule.
“Kei, itu bukannya
Farel ya? Tapi sama siap tuh, kayak cewek bule gitu?” kata Kaliza.
“Iya, biarin lah dia
mau sama bule atau pacarnya sekalipun, enggak ada hubungannya sama kita. Cuekin
aja,” kata Keisha santai.
***
Di kamar, entah kenapa
Keisha teringat Farel dan cewek bulenya itu. Entah mengapa saat dia melihat
Farel bersama cewek bule itu ada perasaan dia enggak rela kalau Farel dekat
dengan cewek lain, padahal yang dia tau selama ini dia benci banget sama Farel.
Atau dia cemburu melihat kedekatan Farel dan cewek bule itu? Entahlah.
***
Entah mengapa selama
satu bulan ini Farel selalu bersikap manis setiap Keisha bertemu dengannya, tak
jarang Farel selalu memberikan senyumnya kepada Keisha. Hal itu membuat
perasaan Keisha semakin tak menentu, ada perasaan senang dan heran melihat tingkah
laku Farel itu.
“Hai, Kei. Nanti pulang
bareng yuk. Ada sesuatu yang mau gue tunjukin sama elo,” kata Farel beberapa
hari kemudian.
“Elo kenapa sih
akhir-akhir ini selalu bersikap manis sama gue? Elo mau ngerjain gue lagi ya,
setelah sekian lama elo gak ngerjain gue?” tanya Keisha curiga.
“Ya, ampun Kei, elo negative thinking mulu sama gue. Oke,
gue minta maaf atas semua kesalahan yang gue lakuin sama elo semenjak SMP. Gue
tulus mau baikan sama elo Kei, gue capek berantem terus sama elo,” kata Farel.
“Seorang Farel tulus
minta maaf sama gue? Gue gak percaya. Tapi gue terima pemintaan maaf dari elo.”
“Thanks ya Kei, udah maafin gue. Tapi entar elo gak boleh nolak
ajakan gue, kalau elo nolak ajakan gue, elo bakalan nyesel. Sampai ketemu nanti
sore ya, Kei,” kata Farel sambil berlalu pergi.
***
Sore harinya Keisha pun
pulang bareng Farel, mereka pun pulang memakai gondola yang merupakan alat
transportasi di kota Venesia. Venesia memang selalu identik dengan Gondola. Gondola
merupakan sebuah perahu khas Venesia yang dapat disewa oleh turis untuk
mengelilingi kota Venesia. Sebagai tambahan, para turis juga dapat meminta sang
driver untuk menyanyikan lagu ketika kalian berada di atas gondola. Sekarang
Keisha dan Farel sedang duduk manis berdampingan di gondola.
“Kei, gue boleh ngomong
sesuatu enggak sama elo?” tanya Farel.
“Ya boleh lah, emang
elo mau bilang apa?”
Sesaat Farel menghela
napas panjang, hatinya benar-benar tak menentu saat ini. “Sebenarnya aku suka
sama kamu, Kei. Sikap nyebelin aku selama ini, itu hanya untuk menutupi
perasaan aku sama kamu. Maafin aku ya, selama ini aku udah nyebelin banget sama
kamu. Kalau gak kayak gitu, aku gak mungkin bisa dekat sama kamu. Aku sayang
banget sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?” tanya Farel sambil menggenggam
tangan Keisha.
“Farel, gue udah maafin
lo kok. Maafin gue juga ya, kalau sikap gue
nyebelin. Tapi kenapa lo nembak gue? Bukannya lo udah punya pacar ya?” jawab
dan tanya Keisha.
“Pacar? Kan kamu tau
kalau aku udah lama ngejomblo dan semenjak aku putus sama Diana, aku emang
dekat sama cewek tapi itu hanya sebatas teman,” jelas Farel sambil mengerutkan
keningnya.
“Terus cewek bule yang
gue lihat sebulan yang lalu di Caffe Florian dan setiap hari lo berangkat dan pulang bareng
lo. siapa?”
Farel hanya tertawa.
“Lo malah ketawa sih? Gue serius nanya juga,” kata Keisha cemberut.
“Oh itu? Dia itu sepupu
aku namanya Charlotte dan aku juga tinggal sama dia karena keluarga dia adalah
satu-satunya saudara aku di sini. Ya mau gak mau aku selalu berangkat dan
pulang bareng sama dia. Kenapa? Kamu cemburu?” tanya Farel dengan senyuman
jahilnya.
“Eh, ngapain gue
cemburu sama dia? Lagian gue bukan siapa-siapa lo, terus emang dia gak apa-apa
kalau lo pulang bareng sama gue?”
“Ya gak apa-apa, lagian
aku udah cerita sama dia tentang perasaan aku sama kamu. Dan dia adalah orang
pertama yang setuju kalau aku jadian sama kamu. Malahan dia yang nyuruh aku
untuk nembak kamu,” kata Farel tersenyum manis.
Senyuman manis Farel
membuat Keisha terpesona, apalagi tatapan mata Farel yang menembus manik
matanya membuat pipi Keisha merona. “Jadi gimana kamu mau kan terima cinta
aku?” tanya Farel lagi.
Sesaat Keisha terdiam,
dia tidak tau kenapa mulutnya tidak bisa bergerak saat mata Farel masih
menatapnya. Tatapan mata itu berhasil membuat Keisha membeku.
“Hai Kei, kok malah
bengong sih? Terus kenapa lagi pipi kamu itu tambah merah?”
Mendengar pertanyaan
Farel membuat Keisha makin salah tingkah. Ah
gue malu banget sekarang, pasti muka gue udah kayak tomat busuk nih. Ah..
Kaliza tolongin gue, batin Keisha.
“Eh, gu… gue gak
apa-apa kok,” kata Keisha gugup tak berani menatap Farel dan memandang ke arah
lain. Melihat Keisha yang semakin salah tingkah membuat Farel tersenyum geli.
“Kamu lucu banget sih
Kei, kalau kamu kayak gini aku makin gemes sama kamu,” kata Farel sambil mencubit
pipi Keisha.
“Ah, Farel sakit tau,”
rintih Keisha tanpa mengalihkan pandangannya kearah Farel, dia yakin mukanya
masih kayak tomat busuk.
“Uh, sakit ya? Maaf ya
Kei. Oh iya, ngeliat kamu kayak gini kayaknya kamu gak usah jawab apa-apa deh
karena aku tau jawabannya,” kata Farel.
“Emang apa jawabannya?”
tanya Keisha sambil mengalihkan pandangannya ke arah Farel.
Farel tersenyum. “Kamu
juga sayang sama aku kan? Dan itu berarti kamu mau jadi pacar aku.”
“Sok tau,” kata Keisha
mencibir.
“Kalau kamu gak punya
perasaan sama aku, kenapa tadi muka kamu merah saat aku tatap mata kamu? Dan kamu
malah melihat ke arah lain. Kalau kamu gak punya perasaan sama aku, harusnya
kamu berani tatap mata aku sambil bilang ‘Farel aku gak suka sama kamu’ tapi
kamu malah salah tingkah kayak gitu,” jelas Farel.
“Eh, gue.. gue emang
gak suka sama lo. Gue gak lihat lo soalnya gue mau lihat pemandangan di sekitar
sini. Bagus-bagus ya? Gue kagum sama bangunan di sini,” kata Keisha sambil
menatap sekeliling.
Farel tersenyum dan
menarik Keisha ke dalam pelukannya. Sesaat tubuh Keisha menegang karena
perlakuan tiba-tiba Farel. Karena perlakuan itupun kepala Keisha membentur
pelan dada bidang Farel. Perlahan Farel membelai lembut rambut Keisha dan
mencim puncak kepala Keisha.
“Udah kamu gak usah
ngeles lagi sama aku. Aku senang banget, kamu mau terima cinta aku. Aku janji,
aku gak akan nyakitin kamu. Makasih ya Kei, I
love you my princess,” bisik Farel.
Tiba-tiba saja ada
perasaan hangat yang menjalar di tubuh Keisha saat mendengar perkataan Farel
dan Keisha pun mempererat pelukan Farel. “Sama-sama. Farel, lihat deh matahari
udah mulai terbenam tuh. Indah banget ya,” kata Keisha sambil menunjuk kearah
matahari yang terbenam itu.
“Iya, Kei. Makanya aku
ngajak kamu pulang bareng, aku mau tunjukin itu ke kamu,” kata Farel.
“Farel, makasih banget
ya. Ini adalah kado istimewa di hari jadian kita, i love you Farel,” kata Keisha.
Farel mencium kembali
puncak kepala Keisha, di bawah matahari terbenam dan di atas gondola itu
menjadi saksi cinta Farel dan Keisha. Di kota Venesia yang indah ini adalah
tempat menyatunya dua insan yang dulu saling bermusuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar