Banyak orang
berpikir bekerja di luar negeri itu enak, punya banyak uang, peluang untuk
mendapatkan pekerjaan yang layak itu mudah karena disana lapangan pekerjaan itu
lebih banyak dibandingkan di negeri sendiri dan gajinya lebih besar. Tapi itu
bagi orang yang punya keterampilan dan keahlian yang memadai. Tapi bagi orang
sepertiku yang hanya lulusan SMA dan bekal keterampilan seadanya, aku hanya
bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negeri orang.
Namaku Yani Setiawan, aku terlahir
dari ibu yang hanya penjual kue lapis dan gorengan di daerah Marga, Ciamis,
Jawa Barat dan seorang ayah yang kerjaan hanya mabuk-mabukkan, berjudi dan main
perempuan dan sering membuat ibuku menangis karena sering dipukuli oleh ayahku.
Aku anak sulung dari tiga bersaudara, adikku bernama Rian dan Rendi yang masih
duduk di bangku TK. Sejak kecil aku sering membantu ibu membuat kue lapis dan
gorengan dan menjajakan dagangan ibu di sekolah setiap ibu tidak bisa menjual
dagangannya. Aku juga sudah sering melihat ibuku kesakitan karena ayah selalu
memukuli ibu dengan atau tanpa alasan. Uang dari hasil menjual gorengan dan kue
lapis selalu diambil oleh ayah untuk membeli minuman keras dan berjudi.
