Seorang gadis manis terlihat sedang
mengantarkan pesanan kepada pelanggan kafe Fortune Cookies. Dia terlihat ramah
kepada para pelanggan kafe tersebut. Gadis itu bernama Bella Chintya. Bella
adalah seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai waitress di kafe itu. Bella itu sosok wanita yang murah senyum,
baik dan manis.
“Ini
pesanannya Bapak, Ibu. Silahkan menikmati,” kata Bella sambil meletakkan
pesanan itu di atas meja dengan memamerkan senyumnya yang indah.
Saat
Bella melangkah menuju dapur kafe ada seseorang yang memanggilnya untuk memesan
makanan. ”Pelayan,” kata orang itu. Bella dengan sigap melangkah ke meja orang
yang memanggilnya itu.
“Iya,
mas mau pesan apa?” tanya Bella sambil mempersiapkan buku catatannya.
“Saya
mau pesan spaghetti sama orange juice ya,” kata orang itu sambil
meletakan buku menu yang tadi dibacanya. Alangkah terkejutnya Bella ketika
mengetahui orang itu adalah Rafi, teman sekampusnya sekaligus cowok yang
disukainya.
“Oh,
iya mau pesan apa lagi mas?” tanya Bella.
“Udah
itu aja. Elo kan Bella ya yang sekelas dan satu kampus sama gue? Elo kerja di
sini?” tanya Rafi kaget.
“Iya.
Ya udah gue ambil pesanan elo dulu ya,” kata Bella sambil berlalu meninggalkan
Rafi. Rafi hanya mengangguk.
Saat berjalan menuju
dapur dia bertemu Zaskia temannya yang menghadangnya di pintu dapur sambil
membawa sebuah sampan berisi makanan dan minuman. “Bel, itu bukanya Rafi ya?
Cie… gebetannya ada di sini,” ledek Zaskia.
“Apaan
sih elo? Udah ah gue mau masuk, elo malah ngehalangi. Sana anterin pesanannya
ke pelanggan.”
‘Iya,
iya.” kata Zaskia sambil tersenyum menggoda dan berlalu dari hadapan Bella.
Bella hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya.
Tak
lama kemudian Bella pun mengantarkan pesanan Rafi. Tapi di sana ada seorang
cewek yang lagi asyik mengobrol dengan Rafi.
Ternyata Rafi udah punya cewek? Patah hati
deh gue, eh apaan sih? Dari awal juga Rafi itu gak suka sama elo Bel, jadi elo
jangan berharap banyak sama dia, batin Bella sambil melangkahkan kakinya
kearah meja Rafi dan ceweknya.
“Sory, ini pesanannya,” kata Bella sambil
meletakan makanan dan minuman di atas meja.
“Oh,
iya makasih ya,” kata Rafi.
“Maaf,
mbak mau pesan apa?” tanya Bella kepada cewek yang ada di sebelah Rafi.
“Orange juice aja deh. Makasih ya,” jawab
cewek itu. Bella hanya mengangguk dan berlalu dari hadapan Rafi dan ceweknya.
***
Bella
memang menyukai Rafi sejak awal masuk kuliah. Tapi sampai sekarang Bella tak
pernah mengungkapkan perasaannya kepada cowok itu. Sifat Rafi yang cuek dan di
kelilingi banyak cewek cantik, membuat Bella tak percaya diri mengungkapkan
perasaannya. Bella juga merasa Rafi gak akan tertarik sama gadis seperti dia.
“Heh,
ngelamun aja elo kenapa?” tanya Zaskia.
“Enggak
apa-apa. Oh iya elo tau enggak cewek yang sama Rafi kemari?”
“Oh
elo lagi mikirin itu? Cewek itu namanya Ratna. Tapi elo tenang aja mereka itu
hanya berteman kok,” jelas Zaskia.
“Elo
tau darimana kalau mereka hanya teman? Siapa tau cewek itu pacarnya.”
“Gue
tau dari Irwan sahabatnya. Sebenarnya Ratna itu suka sama Rafi. Tapi karena
mereka udah temanan lama, Rafi udah anggap Ratna sebagai adiknya sendiri.
Kenapa? Cemburu ya?”
“Cemburu?
Enggaklah ngapain gue cemburu sama mereka,” kata Bella sambil memberikan
senyuman manisnya.
“Jangan
bohong deh, gue tau elo suka sama dia kan? Kenapa sih elo gak bilang sama dia
kalau elo suka sama dia?”
“Gak
ah Zas, lagian dia kayaknya juga enggak suka sama gue.”
“Jangan
pesimis gitu dong Bel. Selama janur kuning belum melengkung, elo masih bisa kok
dapatin dia. Elo harus ungkapin perasaan elo, gimana elo tau perasaan dia kalau
elo gak bilang kalau elo suka sama dia.”
“Benar
juga sih kata elo. Tapi untuk mengungkapkan perasaan itu butuh pesiapan Zas.
Tapi kok elo kayaknya dekat banget sama si Irwan, jangan-jangan elo udah jadian
ya?”
“Belum.
Elo doain aja supaya gue bisa jadian sama Irwan. Elo juga gue doain supaya elo
jadian sama Rafi. Udah yuk kita berangkat ke kafe,” ajak Zaskia. Bella hanya
mengangguk.
***
“Kak,
lagi bikin kue ya?” tanya Bella kepada kak Rian, koki di kafe itu. Memang selain
jadi waitress, Bella juga menjadi
asisten kak Rian. Sehingga sedikit-sedikit dia bisa tau tentang masakan yang
enak.
“Iya
nih Bel, kakak lagi bikin kue yang baru dan fresh
biar pelanggan gak pada bosen sama makanan yang itu-itu aja. Kamu mau tau nama
kuenya?” tanya kak Rian. Bella hanya mengangguk.
“Fortune Cookies In Love alias kue cinta keberuntungan,” jawab kak
Rian sambil mengaduk-ngaduk tepung yang akan menjadi adonan kuenya.
“Kue
cinta keberuntungan? Ada-ada aja nih kak Rian, emang yang makan kue itu bisa
jadi orang yang paling beruntung?”
“Enggak
juga sih Bel, tapi nama kan adalah doa. Kafe ini aja dinamain fortune cookies yang artinya kue
keberuntungan, kamu lihat sendiri kan banyak yang datang ke kafe ini berarti
gak salah Pak Andi dan Bu Citra kasih nama fortune
cookies untuk kafe mereka yang membawa keberuntungan dan berkah. Ya,
walaupun gak semua makanan di sini kue sih, Mudah-mudahan aja yang makan kue
ini bisa beruntung dalam hal cinta. Hahaha.”
Tiba-tiba
saja terdengar lagu Fortune Cookies –
JKT 48
Fortune Cookie berbentuk
hati
Nasib lebih baiklah dari hari ini
Hey! Hey! Hey!
Hey! Hey! Hey!
Janganlah menyerah dalam menjalani hidup
Janganlah menyerah dalam menjalani hidup
Akan datang keajaiban yang tak
terduga
Ku punya firasat tuk bisa saling
mencinta denganmu
“Loh
itu kan lagunya JKT 48 Fotune Cookies, jangan-jangan kakak kasih nama kue kakak
terinspirasi dari lagu ini?”
“Ada
sedikit sih, tapi makna lagu ini hampir sama yang di ucapin kakak tadi kan?”
“Iya,
iya. Kak Rian bisa aja. Ya udah mana yang harus aku bantuin kak. Oh iya jangan
lupa kaih tau resepnya ya, biar aku bisa bikin sendiri di rumah,” kata Bella.
“Tuh
kan kalau kamu bantuin aku pasti ujung-ujungnya minta resepnya. Dasar, awas aja
ya kalau kue ini kamu yang bikin jadi enggak enak,” kata kak Rian pura-pura
marah.
“Tenang
aja kak. Kan kakak tau selama kakak kasih resep makanan apapun ke aku, pasti gak
pernah gagal.” kata Bella sambil tersenyum.
“Iya
deh, kamu bisa aja ngerayunya. Kalau aja kakak belum punya istri, kakak pasti
udah pacarin kamu. Nah sekarang kamu bantuin aku aduk adonan ini ya,” kata kak
Rian. Bella hanya mengangguk.
***
Resep
Fortune Cookies In Love yang di kasih
sama kak Rian, Bella praktekan di rumah. Dibantu oleh mamahnya, Bella pun
membuat kue itu. Kebetulan hari ini hari libur dia bekerja, dia bisa membuat
kue itu untuk keluarganya. Sekitar setengah jam Bella dan mamahnya membuat kue
itu, akhirnya ku cinta keberuntungan itu pun jadi.
“Fortune Cookies In Love buatan mamah dan
Bella udah jadi. Ayo siapa yang mau pertama cobain? Enak loh,” kata mamahnya
sambil meletakan kue itu di atas meja makan.
“Wah,
kayaknya enak nih. Tapi kok berbentuk hati kaya gini sih?” tanya kak Andri,
kakak Bella yang pertama.
“Ah
kakak mah kebanyakan protes, aku kan di kasih resep dari kak Rian. Ya aku harus
ikutin dong resepnya. Lagian jangan dilihat dari bentuknya, tapi dari rasanya
enak enggak.”
“Iya,
iya tapi bukan elo yang bikin kan? Elo hanya bantuin aja kan? Kalau elo yang
bikin pasti gak enak,” goda kak Andri. Bella hanya cemberut.
“Andri,
jangan gitu sama adikmu. Bella yang bikin loh, mamah hanya bantuin aja. Cobain
dulu baru komentar,” kata mamahnya. Kak Andri hanya mengangguk dan memasukkan
satu gigitan kue ke mulutnya.
“Hmm…
enak banget Bel. Tumben elo bisa masak, besok-besok kalau masak yang enak kayak
gini ya. Ngomong-ngomong kenapa namanya Fortune
Cookies In Love?”
“Nama
itu ada filosofinya kak. Kue cinta keberuntungan. Mudah-mudahan aja yang makan
kue ini akan dapat keberuntungan dalam percintaan mereka. Mudah-mudahan aja
abis kakak makan kue ini kakak jadian sama kak Dara. Tapi jangan terlalu
percaya juga kak, karena semua yang ada di dunia ini Allah yang menntukan,
kalaupun benar itu berarti kakak lagi beruntung aja,” jelas Bella. Kak Andri
hanya mengangguk sambil terus memakan kue buatan Bella.
***
Keesokkan
harinya Bella memberikan kue itu kepada sahabatnya Zaskia dan kak Rian untuk
mencicipi kue buatannya.
“Wah
akhirnya kamu bikin juga kue ini. Ini buat aku?” kata kak Rian sambil menerima
kotak makanan yang berisi kue cinta keberuntungan buatannya.
“Iya
dong, aku mau tau pendapat kakak tentang kue buatan aku.”
“Ya
udah aku cobain ya,” kata kak Rian lalu menggigit satu kue cinta keberuntungan
itu.
“Gimana
kak? Terlalu manis ya? Gak enak ya?”
“Gimana
ya? Mau tanya aja atau mau tau banget?” goda kak Rian.
“Kalau
elo mau tau jawabannya, kue buatan elo itu enak banget. Kenapa elo gak kasih ke
Rafi? Kali aja pas dia makan kue bikinan elo, dia mau jadi pacar elo,” samber
Zaskia.
“Ah,
elo mah nyamber-nyamber aja kayak listrik. Gak ah, gue takut dia malah buang
kue bikinan gue.”
“Kalau
dia buang kue bikinan kamu, dia orang yang paling bodoh. Kue seenak ini
dibuang. Gila kue buatan kamu enak banget Bel, kalau kata Pak Bondan ya, top
markotop,” kata kak Rian sambil mengacungkan dua jempolnya.
“Yang
benar kak? Makasih ya kak Rian dan Zaskia udah suka kue bikinan aku.”
“Iya
sama-sama. Ngomong-ngomong kalau boleh tau Rafi siapa ya?”
“Rafi
itu gebetannya Bella kak, tapi sayang mereka belum jadian soalnya Bella belum
berani ungkapkan perasaannya,” jawab Zaskia
“Yah,
gimana sih Bel? Cinta itu harus diungkapkan, jangan dipendam terus. Kalau boleh
kakak kasih saran ya, besok kamu kasih kue buatan kamu ke dia. Ya itung-itung
pendekatan. Siapa tau dari kue turun ke hati,” saran kak Rian.
“Benar
kata kak Rian Bel. Gue dukung elo jadian sama Rafi. Gambatte Bella,” kata
Zaskia.
***
Keesokkan
harinya Bella memberanikan diri memberikan kue buatannya kepada Rafi.
“Bel,
tuh Rafi sana kasih kuenya.” Kata Zaskia. Bella hanya mengangguk dan
menghampiri Rafi yang sedang sendiri sambil baca buku.
“Hai
Rafi. Gue boleh duduk di sini gak?” tanya Bella.
“Ya
boleh lah. Oh iya katanya di kafe fortune
cookies ada kue baru ya namanya fortune
cookies in love? Gimana rasa kuenya? Enak gak? Soalnya gue belum nyobain,
belum sempet ke sananya,” kata Rafi.
“Enak
banget Raf, kalau elo belum nyobain kebetulan gue bawa kuenya. Tapi ini bikinan
gue, bukan buatan koki di kafe itu,” kata Bella sambil memberikan tempat makan
berisi kue buatannya kepada Rafi.
“Oh,
jadi yang bikin kue itu elo?” kata Rafi sambil menerima kue itu.
“Bukan,
kebetulan gue dekat sama kokinya soalnya di sana gue juga jadi asisten koki,
makanya kue di kasih resep kue ini. Oh, iya kue itu buat elo.”
“Oh,
makasih ya. Boleh gue cobain?”
“Boleh,
tapi kalau enggak enak maaf ya,” kata Bella. Rafi hanya mengangguk dan memakan
kue buatan Bella.
“Enak
banget Bel. Elo jago banget ya masak kue. Gue suka,” kata Rafi sambil memakan
kue buatan Bella dengan lahap.
“Makasih
ya, Raf. Gue senang kalau elo suka,” kata Bella sambil tersenyum.
***
Sejak
saat itu Bella dan Rafi semakin dekat. Dan sudah hampir tiga bulan ini Rafi
selalu mengantar jemput Bella kuliah dan ke kafe.
“Nih,
gue bawain Fortune Cookies In Love
buatan koki handal di sini koki Rian. Cobain deh, enak loh. Sama kan rasanya
kayak bikinan gue?” kata Bella sambil meletakan kue cinta keberuntungan itu di
atas meja.
“Ya
udah gue cobain, gue mau bandingin rasa kue buatan koki di kafe ini dan bikinan
elo. Tapi kayaknya lebih enak ini,” goda Rafi sambil memakan kue itu.
“Iya
deh. Gimana rasanya?”
“Benar
enak banget, tapi masih enakan kue bikinan elo dibanding ini. Soalnya elo
bikinnya dengan cinta. Nanti elo ada acara enggak?”
“Maksud
elo gue bikin kue itu dengan cinta apa? Gak ada, emang kenapa?”
“Gak
ada maksud apa-apa. Nanti kita jalan yuk, gue mau tunjukin tempat yang indah
banget dan gue yakin elo bakalan suka sama tempat itu.”
“Boleh.
Emang kita mau kemana?”
“Ada
deh, gue yakin elo pasti suka. Gue jemput jam 7 ya,” kata Rafi. Bella hanya
mengangguk.
***
Ternyata
Rafi mengajak Bella pergi ke sebuah restoran yang direstoran itu ada sebuah
danau berbentuk hati. Setelah sampai di restoran, Rafi mengaja Bella ke meja
yang berhadapan langsung dengan danau berbentuk hati itu.
“Raf,
kok elo tau sih kalau gue pengen banget makan di restoran yang dekat dengan
danau? Pasti dari Zaskia ya?” kata Bella takjub sambil melihat kesekeliling
danau.
“Ada
deh, gue senang kalau elo suka. Tapi ada sesuatu yang pasti elo suka banget.
Tapi kita makan dulu ya,” kata Rafi sambil memesan makanan. Tak lama kemudian
pesanan Rafi dan Bella pun datang.
“Emang
elo mau ngajak gue kemana lagi sih?” tanya Bella sambil memakan makanan
pesanannya.
“Ada
deh. Udah makan dulu,” jawab Rafi. Bella hanya mengangguk.
Selesai
makan, Rafi mengajak Bella ke counter penyewaan balon udara untuk mengelilingi
danau itu dari udara sekaligus melihat keindahan danau berbentuk hati itu.
“Balon
udara? Ngapain kita naik ini?” tanya Bella bingung.
“Udah
naik aja, gue mau ajak elo keliling danau ini pake balon udara,” kata Rafi
sambil mengaja Bella menaiki balon udara itu. Sesaat kemudian balon udara itu
terbang, dan terbang semakin tinggi sehingga Bella dan Rafi sudah di atas danau
berbentuk hati itu.
“Bel,
coba elo lihat ke bawah deh,” kata Rafi.
“Wah,
danau ini berbentuk hati Raf? Indah banget. Gue gak tau kalau ada danau
berbentuk hati ini,” kata Bella takjub ketika melihat danau hati itu yang
disekelilingnya dipenuhi lampu hias yang menjadikan danau ini cantik.
“Iya,
danau ini sebagai lambing rasa sayangku sama kamu.”
“Maksudnya?”
tanya Bella tak mengerti sambil menghadap Rafi.
“Aku
sayang sama kamu Bel. Dan mudah-mudahan di danau ini jadi saksi pertautan cinta
kita,” kata Rafi sambil menggenggam tangan Bella.
“Aku
juga sayang sama kamu Raf, makasih ya atas malam ini.”
“Berarti
sekarang kita jadian?” tanya Rafi memastikan. Bella hanya mengangguk.
Mereka pun bersama-sama menikmati
danau buatan berbentuk hati yang cantik itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar