Senin, 27 Januari 2014

FORTUNE COOKIES IN LOVE


Seorang gadis manis terlihat sedang mengantarkan pesanan kepada pelanggan kafe Fortune Cookies. Dia terlihat ramah kepada para pelanggan kafe tersebut. Gadis itu bernama Bella Chintya. Bella adalah seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai waitress di kafe itu. Bella itu sosok wanita yang murah senyum, baik dan manis.
            “Ini pesanannya Bapak, Ibu. Silahkan menikmati,” kata Bella sambil meletakkan pesanan itu di atas meja dengan memamerkan senyumnya yang indah.
            “Terima kasih,” kata Bapak itu. Bella hanya tersenyum dan berlalu dari hadapan Bapak dan Ibu itu.
            Saat Bella melangkah menuju dapur kafe ada seseorang yang memanggilnya untuk memesan makanan. ”Pelayan,” kata orang itu. Bella dengan sigap melangkah ke meja orang yang memanggilnya itu.
            “Iya, mas mau pesan apa?” tanya Bella sambil mempersiapkan buku catatannya.
            “Saya mau pesan spaghetti sama orange juice ya,” kata orang itu sambil meletakan buku menu yang tadi dibacanya. Alangkah terkejutnya Bella ketika mengetahui orang itu adalah Rafi, teman sekampusnya sekaligus cowok yang disukainya.
            “Oh, iya mau pesan apa lagi mas?” tanya Bella.
            “Udah itu aja. Elo kan Bella ya yang sekelas dan satu kampus sama gue? Elo kerja di sini?” tanya Rafi kaget.
            “Iya. Ya udah gue ambil pesanan elo dulu ya,” kata Bella sambil berlalu meninggalkan Rafi. Rafi hanya mengangguk.
Saat berjalan menuju dapur dia bertemu Zaskia temannya yang menghadangnya di pintu dapur sambil membawa sebuah sampan berisi makanan dan minuman. “Bel, itu bukanya Rafi ya? Cie… gebetannya ada di sini,” ledek Zaskia.
            “Apaan sih elo? Udah ah gue mau masuk, elo malah ngehalangi. Sana anterin pesanannya ke pelanggan.”
            ‘Iya, iya.” kata Zaskia sambil tersenyum menggoda dan berlalu dari hadapan Bella. Bella hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya.
            Tak lama kemudian Bella pun mengantarkan pesanan Rafi. Tapi di sana ada seorang cewek yang lagi asyik mengobrol dengan Rafi.
            Ternyata Rafi udah punya cewek? Patah hati deh gue, eh apaan sih? Dari awal juga Rafi itu gak suka sama elo Bel, jadi elo jangan berharap banyak sama dia, batin Bella sambil melangkahkan kakinya kearah meja Rafi dan ceweknya.
            Sory, ini pesanannya,” kata Bella sambil meletakan makanan dan minuman di atas meja.
            “Oh, iya makasih ya,” kata Rafi.
            “Maaf, mbak mau pesan apa?” tanya Bella kepada cewek yang ada di sebelah Rafi.
            Orange juice aja deh. Makasih ya,” jawab cewek itu. Bella hanya mengangguk dan berlalu dari hadapan Rafi dan ceweknya.
***
            Bella memang menyukai Rafi sejak awal masuk kuliah. Tapi sampai sekarang Bella tak pernah mengungkapkan perasaannya kepada cowok itu. Sifat Rafi yang cuek dan di kelilingi banyak cewek cantik, membuat Bella tak percaya diri mengungkapkan perasaannya. Bella juga merasa Rafi gak akan tertarik sama gadis seperti dia.
            “Heh, ngelamun aja elo kenapa?” tanya Zaskia.
            “Enggak apa-apa. Oh iya elo tau enggak cewek yang sama Rafi kemari?”
            “Oh elo lagi mikirin itu? Cewek itu namanya Ratna. Tapi elo tenang aja mereka itu hanya berteman kok,” jelas Zaskia.
            “Elo tau darimana kalau mereka hanya teman? Siapa tau cewek itu pacarnya.”
            “Gue tau dari Irwan sahabatnya. Sebenarnya Ratna itu suka sama Rafi. Tapi karena mereka udah temanan lama, Rafi udah anggap Ratna sebagai adiknya sendiri. Kenapa? Cemburu ya?”
            “Cemburu? Enggaklah ngapain gue cemburu sama mereka,” kata Bella sambil memberikan senyuman manisnya.
            “Jangan bohong deh, gue tau elo suka sama dia kan? Kenapa sih elo gak bilang sama dia kalau elo suka sama dia?”
            “Gak ah Zas, lagian dia kayaknya juga enggak suka sama gue.”
            “Jangan pesimis gitu dong Bel. Selama janur kuning belum melengkung, elo masih bisa kok dapatin dia. Elo harus ungkapin perasaan elo, gimana elo tau perasaan dia kalau elo gak bilang kalau elo suka sama dia.”
            “Benar juga sih kata elo. Tapi untuk mengungkapkan perasaan itu butuh pesiapan Zas. Tapi kok elo kayaknya dekat banget sama si Irwan, jangan-jangan elo udah jadian ya?”
            “Belum. Elo doain aja supaya gue bisa jadian sama Irwan. Elo juga gue doain supaya elo jadian sama Rafi. Udah yuk kita berangkat ke kafe,” ajak Zaskia. Bella hanya mengangguk.
***
            “Kak, lagi bikin kue ya?” tanya Bella kepada kak Rian, koki di kafe itu. Memang selain jadi waitress, Bella juga menjadi asisten kak Rian. Sehingga sedikit-sedikit dia bisa tau tentang masakan yang enak.
            “Iya nih Bel, kakak lagi bikin kue yang baru dan fresh biar pelanggan gak pada bosen sama makanan yang itu-itu aja. Kamu mau tau nama kuenya?” tanya kak Rian. Bella hanya mengangguk.
Fortune Cookies In Love alias kue cinta keberuntungan,” jawab kak Rian sambil mengaduk-ngaduk tepung yang akan menjadi adonan kuenya.
            “Kue cinta keberuntungan? Ada-ada aja nih kak Rian, emang yang makan kue itu bisa jadi orang yang paling beruntung?”
            “Enggak juga sih Bel, tapi nama kan adalah doa. Kafe ini aja dinamain fortune cookies yang artinya kue keberuntungan, kamu lihat sendiri kan banyak yang datang ke kafe ini berarti gak salah Pak Andi dan Bu Citra kasih nama fortune cookies untuk kafe mereka yang membawa keberuntungan dan berkah. Ya, walaupun gak semua makanan di sini kue sih, Mudah-mudahan aja yang makan kue ini bisa beruntung dalam hal cinta. Hahaha.”
            Tiba-tiba saja terdengar lagu Fortune Cookies – JKT 48
            Fortune Cookie berbentuk hati
Nasib lebih baiklah dari hari ini
Hey! Hey! Hey! Hey! Hey! Hey!
Janganlah menyerah dalam menjalani hidup
Akan datang keajaiban yang tak terduga
Ku punya firasat tuk bisa saling mencinta denganmu
“Loh itu kan lagunya JKT 48 Fotune Cookies, jangan-jangan kakak kasih nama kue kakak terinspirasi dari lagu ini?”
“Ada sedikit sih, tapi makna lagu ini hampir sama yang di ucapin kakak tadi kan?”
            “Iya, iya. Kak Rian bisa aja. Ya udah mana yang harus aku bantuin kak. Oh iya jangan lupa kaih tau resepnya ya, biar aku bisa bikin sendiri di rumah,” kata Bella.
            “Tuh kan kalau kamu bantuin aku pasti ujung-ujungnya minta resepnya. Dasar, awas aja ya kalau kue ini kamu yang bikin jadi enggak enak,” kata kak Rian pura-pura marah.
            “Tenang aja kak. Kan kakak tau selama kakak kasih resep makanan apapun ke aku, pasti gak pernah gagal.” kata Bella sambil tersenyum.
            “Iya deh, kamu bisa aja ngerayunya. Kalau aja kakak belum punya istri, kakak pasti udah pacarin kamu. Nah sekarang kamu bantuin aku aduk adonan ini ya,” kata kak Rian. Bella hanya mengangguk.
***
            Resep Fortune Cookies In Love yang di kasih sama kak Rian, Bella praktekan di rumah. Dibantu oleh mamahnya, Bella pun membuat kue itu. Kebetulan hari ini hari libur dia bekerja, dia bisa membuat kue itu untuk keluarganya. Sekitar setengah jam Bella dan mamahnya membuat kue itu, akhirnya ku cinta keberuntungan itu pun jadi.
            Fortune Cookies In Love buatan mamah dan Bella udah jadi. Ayo siapa yang mau pertama cobain? Enak loh,” kata mamahnya sambil meletakan kue itu di atas meja makan.
            “Wah, kayaknya enak nih. Tapi kok berbentuk hati kaya gini sih?” tanya kak Andri, kakak Bella yang pertama.
            “Ah kakak mah kebanyakan protes, aku kan di kasih resep dari kak Rian. Ya aku harus ikutin dong resepnya. Lagian jangan dilihat dari bentuknya, tapi dari rasanya enak enggak.”
            “Iya, iya tapi bukan elo yang bikin kan? Elo hanya bantuin aja kan? Kalau elo yang bikin pasti gak enak,” goda kak Andri. Bella hanya cemberut.
            “Andri, jangan gitu sama adikmu. Bella yang bikin loh, mamah hanya bantuin aja. Cobain dulu baru komentar,” kata mamahnya. Kak Andri hanya mengangguk dan memasukkan satu gigitan kue ke mulutnya.
            “Hmm… enak banget Bel. Tumben elo bisa masak, besok-besok kalau masak yang enak kayak gini ya. Ngomong-ngomong kenapa namanya Fortune Cookies In Love?”
            “Nama itu ada filosofinya kak. Kue cinta keberuntungan. Mudah-mudahan aja yang makan kue ini akan dapat keberuntungan dalam percintaan mereka. Mudah-mudahan aja abis kakak makan kue ini kakak jadian sama kak Dara. Tapi jangan terlalu percaya juga kak, karena semua yang ada di dunia ini Allah yang menntukan, kalaupun benar itu berarti kakak lagi beruntung aja,” jelas Bella. Kak Andri hanya mengangguk sambil terus memakan kue buatan Bella.
***
            Keesokkan harinya Bella memberikan kue itu kepada sahabatnya Zaskia dan kak Rian untuk mencicipi kue buatannya.
            “Wah akhirnya kamu bikin juga kue ini. Ini buat aku?” kata kak Rian sambil menerima kotak makanan yang berisi kue cinta keberuntungan buatannya.
            “Iya dong, aku mau tau pendapat kakak tentang kue buatan aku.”
            “Ya udah aku cobain ya,” kata kak Rian lalu menggigit satu kue cinta keberuntungan itu.
            “Gimana kak? Terlalu manis ya? Gak enak ya?”
            “Gimana ya? Mau tanya aja atau mau tau banget?” goda kak Rian.
            “Kalau elo mau tau jawabannya, kue buatan elo itu enak banget. Kenapa elo gak kasih ke Rafi? Kali aja pas dia makan kue bikinan elo, dia mau jadi pacar elo,” samber Zaskia.
            “Ah, elo mah nyamber-nyamber aja kayak listrik. Gak ah, gue takut dia malah buang kue bikinan gue.”
            “Kalau dia buang kue bikinan kamu, dia orang yang paling bodoh. Kue seenak ini dibuang. Gila kue buatan kamu enak banget Bel, kalau kata Pak Bondan ya, top markotop,” kata kak Rian sambil mengacungkan dua jempolnya.
            “Yang benar kak? Makasih ya kak Rian dan Zaskia udah suka kue bikinan aku.”
            “Iya sama-sama. Ngomong-ngomong kalau boleh tau Rafi siapa ya?”
            “Rafi itu gebetannya Bella kak, tapi sayang mereka belum jadian soalnya Bella belum berani ungkapkan perasaannya,” jawab Zaskia
            “Yah, gimana sih Bel? Cinta itu harus diungkapkan, jangan dipendam terus. Kalau boleh kakak kasih saran ya, besok kamu kasih kue buatan kamu ke dia. Ya itung-itung pendekatan. Siapa tau dari kue turun ke hati,” saran kak Rian.
            “Benar kata kak Rian Bel. Gue dukung elo jadian sama Rafi. Gambatte Bella,” kata Zaskia.
***
            Keesokkan harinya Bella memberanikan diri memberikan kue buatannya kepada Rafi.
            “Bel, tuh Rafi sana kasih kuenya.” Kata Zaskia. Bella hanya mengangguk dan menghampiri Rafi yang sedang sendiri sambil baca buku.
            “Hai Rafi. Gue boleh duduk di sini gak?” tanya Bella.
            “Ya boleh lah. Oh iya katanya di kafe fortune cookies ada kue baru ya namanya fortune cookies in love? Gimana rasa kuenya? Enak gak? Soalnya gue belum nyobain, belum sempet ke sananya,” kata Rafi.
            “Enak banget Raf, kalau elo belum nyobain kebetulan gue bawa kuenya. Tapi ini bikinan gue, bukan buatan koki di kafe itu,” kata Bella sambil memberikan tempat makan berisi kue buatannya kepada Rafi.
            “Oh, jadi yang bikin kue itu elo?” kata Rafi sambil menerima kue itu.
            “Bukan, kebetulan gue dekat sama kokinya soalnya di sana gue juga jadi asisten koki, makanya kue di kasih resep kue ini. Oh, iya kue itu buat elo.”
            “Oh, makasih ya. Boleh gue cobain?”
            “Boleh, tapi kalau enggak enak maaf ya,” kata Bella. Rafi hanya mengangguk dan memakan kue buatan Bella.
            “Enak banget Bel. Elo jago banget ya masak kue. Gue suka,” kata Rafi sambil memakan kue buatan Bella dengan lahap.
            “Makasih ya, Raf. Gue senang kalau elo suka,” kata Bella sambil tersenyum.
***
            Sejak saat itu Bella dan Rafi semakin dekat. Dan sudah hampir tiga bulan ini Rafi selalu mengantar jemput Bella kuliah dan ke kafe.
            “Nih, gue bawain Fortune Cookies In Love buatan koki handal di sini koki Rian. Cobain deh, enak loh. Sama kan rasanya kayak bikinan gue?” kata Bella sambil meletakan kue cinta keberuntungan itu di atas meja.
            “Ya udah gue cobain, gue mau bandingin rasa kue buatan koki di kafe ini dan bikinan elo. Tapi kayaknya lebih enak ini,” goda Rafi sambil memakan kue itu.
            “Iya deh. Gimana rasanya?”
            “Benar enak banget, tapi masih enakan kue bikinan elo dibanding ini. Soalnya elo bikinnya dengan cinta. Nanti elo ada acara enggak?”
            “Maksud elo gue bikin kue itu dengan cinta apa? Gak ada, emang kenapa?”
            “Gak ada maksud apa-apa. Nanti kita jalan yuk, gue mau tunjukin tempat yang indah banget dan gue yakin elo bakalan suka sama tempat itu.”
            “Boleh. Emang kita mau kemana?”
            “Ada deh, gue yakin elo pasti suka. Gue jemput jam 7 ya,” kata Rafi. Bella hanya mengangguk.
***
            Ternyata Rafi mengajak Bella pergi ke sebuah restoran yang direstoran itu ada sebuah danau berbentuk hati. Setelah sampai di restoran, Rafi mengaja Bella ke meja yang berhadapan langsung dengan danau berbentuk hati itu.
            “Raf, kok elo tau sih kalau gue pengen banget makan di restoran yang dekat dengan danau? Pasti dari Zaskia ya?” kata Bella takjub sambil melihat kesekeliling danau.
            “Ada deh, gue senang kalau elo suka. Tapi ada sesuatu yang pasti elo suka banget. Tapi kita makan dulu ya,” kata Rafi sambil memesan makanan. Tak lama kemudian pesanan Rafi dan Bella pun datang.
            “Emang elo mau ngajak gue kemana lagi sih?” tanya Bella sambil memakan makanan pesanannya.
            “Ada deh. Udah makan dulu,” jawab Rafi. Bella hanya mengangguk.
            Selesai makan, Rafi mengajak Bella ke counter penyewaan balon udara untuk mengelilingi danau itu dari udara sekaligus melihat keindahan danau berbentuk hati itu.
            “Balon udara? Ngapain kita naik ini?” tanya Bella bingung.
            “Udah naik aja, gue mau ajak elo keliling danau ini pake balon udara,” kata Rafi sambil mengaja Bella menaiki balon udara itu. Sesaat kemudian balon udara itu terbang, dan terbang semakin tinggi sehingga Bella dan Rafi sudah di atas danau berbentuk hati itu.
            “Bel, coba elo lihat ke bawah deh,” kata Rafi.
            “Wah, danau ini berbentuk hati Raf? Indah banget. Gue gak tau kalau ada danau berbentuk hati ini,” kata Bella takjub ketika melihat danau hati itu yang disekelilingnya dipenuhi lampu hias yang menjadikan danau ini cantik.
            “Iya, danau ini sebagai lambing rasa sayangku sama kamu.”
            “Maksudnya?” tanya Bella tak mengerti sambil menghadap Rafi.
            “Aku sayang sama kamu Bel. Dan mudah-mudahan di danau ini jadi saksi pertautan cinta kita,” kata Rafi sambil menggenggam tangan Bella.
            “Aku juga sayang sama kamu Raf, makasih ya atas malam ini.”
            “Berarti sekarang kita jadian?” tanya Rafi memastikan. Bella hanya mengangguk.
            Mereka pun bersama-sama menikmati danau buatan berbentuk hati yang cantik itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar