Seorang gadis manis berambut panjang telihat sedang duduk di bangku taman. Dia sangat serius menatap sesuatu yang ada di depannya. Entah apa yang dia lihat sampai dia tidak terusik oleh suara teriakan sekelompok anak laki-laki yang sedang bermain bola, suara ceria anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran atau suara tawa Ayah dan Ibu yang sedang bercanda dengan anak-anaknya, dia masih tetap fokus dengan sesuatu yang ada di depannya. Memang, setiap sore taman itu di penuhi oleh orang-orang yang sedang bersantai menghilangkan rasa lelah mereka setelah seharian beraktifitas atau sebagai tempat anak-anak bermain bola. Setiap sore pula banyak yang datang ke taman itu baik keluarga, anak-anak, Ayah, Ibu, pemuda-pemudi yang sedang pacaran maupun kakek, dan nenek yang sedang bersantai dengan anak cucu mereka. Tak terkecuali gadis itu.
Setiap jam empat sore, dia selalu
berjalan dari rumahnya menuju taman itu. Jarak taman dengan rumah gadis itu
memang tak terlalu jauh, hanya butuh waktu lima belas menit gadis itu berjalan
untuk sampai ke taman favoritnya itu. Entah mengapa taman itu begitu di sukai
oleh gadis manis itu. Tak lama kemudian, ada seorang lelaki datang menghampiri
gadis itu dan duduk di sampingnya.





