Buku KAS #2
Kontributor
Argita Maya Fauzi | Rausyan Fikri | Riska Ayu Purnama Sari | Nu-Riel |
Kartini | Alflailwalail | Deela n’Erth | Zainuddin | Rosarila | Erputri |
Luthvey Nurutdinova | Putri Arum Islami | Ukhtyan Muhibbah Firdaus
[UMF] | Nabila Al Qoshwa | Indah Kiki Yuliana | Ikha Inayatul Markhumah |
Nina Nurjanah | Mayang Anglingsari Putri | Rere Zivago | Retno Budi
Arti | Inggrid Widya Pitaloka | Juliana | Mutia Ulfah | Redi Awal
Maulana | Linda Mustika Hartiwi | De Minnie | Anna Rosdiana | Siti Nur
Indah Sari | Desy Sundaryanti | Jay Wijayanti —
Halo teman-teman semuanya, aku mau cerita sedikit nih. Beberapa bulan yang lalu aku ikut lomba menulis cerpen tentang keluarga yang diadakan penerbit "EL-NISA PUBLISHER" dan aku jadi salah satu kontributor buku kumpulan cerpen yang berjudul "KELUARGA ADALAH SEGALANYA" dan di atas adalah foto buku kumpulan cerpen itu.
Dan hari ini aku mau share cerpenku yang ada di dalam buku itu.. Judul cerpen yang aku buat 'SEMUA UNTUK IBU'
Happy Reading..
Seorang
gadis manis terlihat sedang menawarkan senampan kue kepada pengguna jalan di
depan toko kue Minions Cake. Gadis
itu bernama Kania Rahma atau yang biasa di panggil Kania. Kania merupakan anak
dari seorang ayah bernama Ramdan yang hanya bekerja sebagai penjual somay, dan
ibunya bernama Aisah seorang buruh cuci dan menyetrika. Kania merupakan anak
sulung dari tiga bersaudara, adik pertamanya bernama Andi Ramadan, dia sekolah
kelas IV SD dan yang bungsu bernama Aini, dia sekolah kelas III SD, sedangkan
Kania sendiri sekolah kelas dua SMA. Setiap pulang sekolah, Kania selalu
bergegas pergi ke toko kue itu, untuk melaksanakan tugasnya sebagai karyawan di
toko kue itu. Hal itu biasa dia lakukan sejak kelas 2 SMP. Sebenarnya orang tua
Kania melarang dia bekerja paruh waktu dan hanya menyuruhnya belajar dan
sekolah supaya dia bisa menjadi orang sukses di masa depannya. Tapi, Kania
melakukan hal itu ikhlas, karena ingin membantu ayah dan ibunya. Terlebih lagi,
sebulan yang lalu dia mengetahui bahwa ibunya menderita kanker darah atau leukimia stadium lanjut, mau tak mau dia
harus bekerja lebih giat untuk membantu ayahnya membiayai sekolah kedua adiknya
dan membiayai pengobatan ibunya yang tidak murah.
“Silahkan Ibu, Bapak, kuenya di
coba,” kata Kania kepada Bapak dan Ibu yang sedang melintas di depannya. Tapi
si Ibu dan Bapak itu hanya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih dan
berlalu pergi dari hadapan Kania. Kania hanya mengangguk tanda mengerti. Dia
pun menawarkan kue yang ada di tangannya kembali kepada sepasang pemuda-pemudi seusianya
karena mereka memakai seragam SMA. Mungkin mereka sepasang kekasih.