“Tatan… coba kamu
jelaskan apa yang di maksud dengan rotasi bumi?,” tanya Pak Andi, guru Fisika.
“Heh..
Tan, bangun, elo di panggil sama Pak Andi tuh. Tatan bangun..,” kata Rendi
teman Tatan yang duduk sebangku dengan Tatan sambil menyenggol lengan Tatan.
“Tatan…,”
panggil Pak Andi. Sementara Rendi masih terus menyenggol lengan Tatan agar dia
bangun. Sedangkan Tatan masih pulas dengan tidurnya. Karena merasa tak di
perhatikan, akhirnya Pak Andi pun berjalan menuju meja Tatan yang sedang
tertidur.
“Saya
ingin menjadi seorang pahlawan,” kata Tatan kaget. Perkataan Tatan itu sontak
membuat semua teman-teman di kelasnya tertawa. Sedangkan Pak Andi hanya
geleng-geleng kepala dan menatap Tatan tajam.
“Kamu
mau jadi pahlawan apa? Pahlawan bertopeng? Ini waktunya belajar, bukannya
tidur.”
“Maaf,
Pak. Semalam saya belajar sampai begadang Pak,” jawab Tatan memberikan alasan.
“Memangnya
saya percaya dengan alasan kamu? Tentu tidak. Sebagai hukumannya, silahkan kamu
ke lapangan upacara dan push up
sebanyak seratus kali.”
“Tapi
Pak…..”
“Tidak
ada tapi-tapian, silahkan kamu keluar,” kata Pak Andi tegas. Tatan hanya
menunduk dan keluar dari kelasnya.
***
“Gila
tuh guru, panas-panas gini gue di suruh push
up. Di lapangan upacara lagi,” gerutu Tatan sambil berjalan menelusuri
koridor sekolahnya. “Eh, mumpung tuh guru masih di dalam kelas. Gue ke kantin
aja ah, abis dari kantin, gue langsung ke lapangan pura-pura push up. Lagian dia gak mungkin tau
kalau gue ke kantin dulu. Tatan-Tatan, elo pintar juga ya. Hahaha…” lanjut Tatan sambil melangkah menuju kantin.
Sesampai
di kantin Tatan segera memesan semangkuk mie ayam dan segelas es teh manis.
Setelah memesan semua makanan dan minuman itu, Tatan melangkah menuju bangku di
sudut kantin untuk duduk sambil menunggu makanan dan minuman yang di pesannya.
Di dalam kantin itu sangat sepi, dan hanya ada penjual makanan dan minuman yang
sedang menunggu anak-anak mampir membeli dagangan mereka ketika istirahat.
Maklum, jam segitu masih jam pelajaran berlangsung. Tak lama kemudian makanan
dan minuman yang sudah dipesan Tatan pun datang. Setelah mengucapkan terima
kasih kepada abang penjual mie ayam yang telah mengantarkan pesanannya, Tatan
pun segera memakan mie ayamnya dengan lahap.
***
Bapak kepala sekolah masuk dengan
seorang gadis cantik di sampingnya. Sontak para murid pun langsung duduk di
bangkunya masing-masing.
“Anak-anak,
kalian kedatangan murid baru di kelas ini. Silahkan Desy, perkenalkan diri
kamu,” kata Pak Kepsek yang bernama Pak Nino. Sedangkan murid baru yang bernama
Desy itu hanya mengangguk dan memperkenalkan dirinya.
“Selamat
pagi, teman-teman. Perkenalkan nama saya Desy Suundaryanti. Saya pindahan dari
Bandung. Semoga kita bisa berteman baik,” kata Desy memperkenalkan dirinya.
“Silahkan
Desy, kamu duduk di samping Kristi,” kata Pak Nino, mempersilahkan Desy duduk
di samping Kristi. Desy hanya mengangguk dan melangkah menuju bangku yang di
tunjuk Pak Nino. Tak lama Pak Andre, guru matematika pun masuk dan pelajaran
pertama di mulai.
***
Sejak Desy pindah jadi murid baru di SMA
19, setiap pulang dan berangkat sekolah, dia selalu bareng dengan Pak Andi,
guru Fisika kelas 2-2. Hal itu menimbulkan tanda tanya dalam pikiran Tatan, ada
hubungan apa antara Desy dan Pak Andi, apakah Desy adalha nak kandung Pak Andi?
Entahlah. Tatan pun tidak mempertanyakan hal itu kepada Desy, walaupun dia
dekat dengan Desy. Tatan pun tidak menanyakan hal itu kepada Kristi, sahabat
dan teman sebangku Desy karena bagi Tatan itu adalah wilayah pribadi Desy yang
dia tidak ingin memberitahu kepada orang lain atau pun sahabat dan temannya
sendiri. Kalau memang dia ingin menceritakan hal itu kepada dirinya atau teman
yang lain. Pasti suatu saat nanti dia akan menceritakannya.
Hubungan yang terjalin
antara Desy dan Tatan, makin berlanjut sampai semester kedua. Malahan mereka
semakin dekat dan akrab, sehingga teman-teman mereka menganggap bahwa mereka
pacaran. Karena kedekatan mereka, akhirnya Tatan mengetahui bahwa Desy itu
benar-benar anak kandung dari guru killer,
dan guru fisika Tatan, Pak Andi. Tatan mengetahui tentang hal itu ketika Desy
mengajak dia, Kristi, dan Rendi untuk belajar bersama di rumahnya. Awalnya
Kristi, Tatan, dan Rendi kaget, dan tak percaya akan hal itu. Tapi setelah di
jelaskan oleh Pak Andi dan Desy, akhirnya mereka percaya kalau Desy adalah anak
Pak Andi.
Karena
hubungan Desy dan Tatan makin akrab, timbul benih-benih cinta di hati keduanya.
Semula Tatan ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Desy, terlebih lagi
dia mengetahui kalau Desy itu anak dari Pak Andi, guru Fisika Tatan. Tapi atas
dukungan kedua sahabatnya, Kristi dan Rendi, akhirnya dia pun berani mengungkapkan
isi hatinya dengan cara berbeda.
***
Hari
ini adalah tepat hari ulang tahun Desy yang ke tujuh belas. Berhubung hari ini
juga adalah jadwal kosong belajar mengajar karena selesai ujian semester kedua,
Tatan menyatakan perasaannya di lapangan upacara.
“Kris,
ada apa sih tuh ramai banget di lapangan? Kita lihat yuk,” ajak Desy sambil
menggamit lengan Kristi menuju lapangan upacara. Sedangkan Kristi hanya
mengangguk, dan mengikuti langkah Desy.
Ternyata
di tengah lapangan itu ada sebuah badut yang sedang beraktrasi. Badut itu tak
lain adalah Tatan. Saat Desy sudah ada di lapangan, Tatan pun menghampiri Desy
dan memberikan bunga mawar putih kesukaan Desy.
“Terima
kasih, Badut lucu. Kamu kok tau kalau aku suka bunga mawar putih?” tanya Desy
sambil menerima bunga pemberian badut itu.
Tatan
pun melepaskan topeng badut yang dipakainya. “Aku tau semua kesukaanmu dari
Kristi, dan hari ini aku mau menyatakan perasaan aku sama kamu.”
“Ya
ampun Tan, kamu itu apa-apaan sih pakai kostum badut kayak gitu?” tanya Desy
kaget.
Tatan
mengambil speaker dari tangan Rendi.
“Dengar ya, teman-teman. Hari ini adalah hari ulang tahun Desy yang ke tujuh
belas. Hari ini juga aku akan mengungkapkan semua isi hatiku kepada Desy. Des,
sebelumnya aku minta maaf sama kamu. Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa aku
pakai kostum badut kayak gini? Karena aku tau kalau kamu suka sama badut. Aku
juga mau ngucapin selamat ulang tahun ya, Desy cantik. Semoga panjng umur dan
makin dewasa. Dan di depan semua teman-teman, aku juga mau bilang kalau aku
sayang sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar aku?” tanya Tatan sambil berlutut di
hadapan Desy. Hal itu sontak membuat Desy kaget.
“Terima…
Terima..,” teriak semua anak-anak SMA 19 kompak. Tetapi sesaat sebelum Desy
memberikan jawaban, Pak Andi, ayah sekaligus guru Fisika Desy pun datang
bersama rombongan para guru yang ingin melihat kegaduhan apa yang terjadi di
lapangan.
“Ada
apa ini? Tatan, ngapain kamu pakai baju badut segala, kamu mau ikutan pawai
badut?” tanya Pak Andi tegas. Tapi membuat semua murid yang ada di lapangan
tertawa.
“Ngapain
kalian tertawa? Memang ada yang lucu dengan ucapan saya?” tanya Pak Andi lagi.
Sontak semua murid yang tadinya tertawa, diam seketika.
“Maaf
sebelumnya Pak, saya berpakaian kayak gini karena ini kado dari saya untuk anak
Bapak yang sedang ulang tahun. Kan anak Bapak, suka badut, ya enggak ada
salahnya kan kalau saya memakai apa yang dia suka? Sekalian saya mau minta izin
ke Bapak. Saya mau kalau Desy, anak Bapak jadi kekasih saya. Apakah Bapak
mengizinkan?”
“Ayo
Pak, izinin aja. Kan Tatan baik,” celetuk Rendi.
“Desy,
Bapak mau tanya apakah kamu sudah menjawab pertanyaan dari Tatan soal dia
menginginkan kamu jadi kekasihnya?” tanya Pak Andi kepada Desy.
“Belum
Pak,” jawab Desy.
“Lalu
apa jawaban kamu?”
“Sebenarnya
aku juga suka sama Tatan. Jawaban aku….,” potong Desy dengan sebuah anggukkan.
“Aku mau jadi kekasih Tatan, Pak,”
lanjut Desy.
“Tuh
kan Pak, Desy saja mau jadi pacar saya. Berarti Bapak harus mengizinkan saya
untuk menjadi kekasih Bapak, makasih ya Des,” kata Tatan senang.
“Tunggu..
siapa bilang Bapak mengizinkan kamu jadi kekasih anak saya? Anak yang pemalas
dan suka tidur di kelas itu tidak pantas menjadi kekasih anak saya yang cantik
ini,” kata Pak Andi tegas sambil melangkah kearah Tatan. Mendengar perkataan Pak
Andi, semangat Tatan yang tadinya bergelora untuk mendapatkan Desy menjadi down karena apa yang di ucapkan Pak Andi
memang benar.
“Bapak
benar, saya memang anak yang pemalas dan suka tidur di kelas. saya sekarang
sadar, kalau saya bagai pungguk merindukan bulan. Mana mungkin orang seperti
saya bisa mendapatkan seorang putrid nan jelita seperti anak Bapak,” kata Tatan
sedih.
“Tapi
sejak kamu bertemu dengan anak saya, saya melihat perubahan yang drastis dari
kamu. Kamu yang tadinya suka tidur pada jam pelajaran saya, sekarang kamu
memperhatikan apa yang saya ajarkan. Bapak harap perubahan ini bukan hanya
sementara, tapi seterusnya. Karena perubahan kamu itu, Bapak izinkan kamu jadi
kekasih anak saya,” kata Pak Andi sambil menggenggam tangan Desy dan Tatan dan
kedua tangan itu Pak Andi satukan. “Satu hal lagi, kamu jangan pernah menyakiti
anak saya. Kalau kamu menyakiti Desy sedikitpun, kamu berurusan dengan saya,”
lanjutnya.
“Siap
Pak,” kata Tatan. Para murid dan guru pun saling bertepuk tangan dan mengucapkan
selamat kepada Pak Andi, Tatan, dan Desy. Kejadian itu merupakan kejadian
pertama seseorang menyatakan cinta dengan disaksikan seluruh warga sekolah, di
SMA 19 Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar