Sabtu, 16 November 2013

TUKANG TIDUR DI KELAS DAN ANAK GURU KILLER



“Tatan… coba kamu jelaskan apa yang di maksud dengan rotasi bumi?,” tanya Pak Andi, guru Fisika.
            “Heh.. Tan, bangun, elo di panggil sama Pak Andi tuh. Tatan bangun..,” kata Rendi teman Tatan yang duduk sebangku dengan Tatan sambil menyenggol lengan Tatan.
            “Tatan…,” panggil Pak Andi. Sementara Rendi masih terus menyenggol lengan Tatan agar dia bangun. Sedangkan Tatan masih pulas dengan tidurnya. Karena merasa tak di perhatikan, akhirnya Pak Andi pun berjalan menuju meja Tatan yang sedang tertidur.
            “Tatan…,” teriak Pak Andi.
            “Saya ingin menjadi seorang pahlawan,” kata Tatan kaget. Perkataan Tatan itu sontak membuat semua teman-teman di kelasnya tertawa. Sedangkan Pak Andi hanya geleng-geleng kepala dan menatap Tatan tajam.
            “Kamu mau jadi pahlawan apa? Pahlawan bertopeng? Ini waktunya belajar, bukannya tidur.”
            “Maaf, Pak. Semalam saya belajar sampai begadang Pak,” jawab Tatan memberikan alasan.
            “Memangnya saya percaya dengan alasan kamu? Tentu tidak. Sebagai hukumannya, silahkan kamu ke lapangan upacara dan push up sebanyak seratus kali.”
            “Tapi Pak…..”
            “Tidak ada tapi-tapian, silahkan kamu keluar,” kata Pak Andi tegas. Tatan hanya menunduk dan keluar dari kelasnya.
***
            “Gila tuh guru, panas-panas gini gue di suruh push up. Di lapangan upacara lagi,” gerutu Tatan sambil berjalan menelusuri koridor sekolahnya. “Eh, mumpung tuh guru masih di dalam kelas. Gue ke kantin aja ah, abis dari kantin, gue langsung ke lapangan pura-pura push up. Lagian dia gak mungkin tau kalau gue ke kantin dulu. Tatan-Tatan, elo pintar juga ya. Hahaha…” lanjut  Tatan sambil melangkah menuju kantin.
            Sesampai di kantin Tatan segera memesan semangkuk mie ayam dan segelas es teh manis. Setelah memesan semua makanan dan minuman itu, Tatan melangkah menuju bangku di sudut kantin untuk duduk sambil menunggu makanan dan minuman yang di pesannya. Di dalam kantin itu sangat sepi, dan hanya ada penjual makanan dan minuman yang sedang menunggu anak-anak mampir membeli dagangan mereka ketika istirahat. Maklum, jam segitu masih jam pelajaran berlangsung. Tak lama kemudian makanan dan minuman yang sudah dipesan Tatan pun datang. Setelah mengucapkan terima kasih kepada abang penjual mie ayam yang telah mengantarkan pesanannya, Tatan pun segera memakan mie ayamnya dengan lahap.
***
Bapak kepala sekolah masuk dengan seorang gadis cantik di sampingnya. Sontak para murid pun langsung duduk di bangkunya masing-masing.
            “Anak-anak, kalian kedatangan murid baru di kelas ini. Silahkan Desy, perkenalkan diri kamu,” kata Pak Kepsek yang bernama Pak Nino. Sedangkan murid baru yang bernama Desy itu hanya mengangguk dan memperkenalkan dirinya.
            “Selamat pagi, teman-teman. Perkenalkan nama saya Desy Suundaryanti. Saya pindahan dari Bandung. Semoga kita bisa berteman baik,” kata Desy memperkenalkan dirinya.
            “Silahkan Desy, kamu duduk di samping Kristi,” kata Pak Nino, mempersilahkan Desy duduk di samping Kristi. Desy hanya mengangguk dan melangkah menuju bangku yang di tunjuk Pak Nino. Tak lama Pak Andre, guru matematika pun masuk dan pelajaran pertama di mulai.
***
Sejak Desy pindah jadi murid baru di SMA 19, setiap pulang dan berangkat sekolah, dia selalu bareng dengan Pak Andi, guru Fisika kelas 2-2. Hal itu menimbulkan tanda tanya dalam pikiran Tatan, ada hubungan apa antara Desy dan Pak Andi, apakah Desy adalha nak kandung Pak Andi? Entahlah. Tatan pun tidak mempertanyakan hal itu kepada Desy, walaupun dia dekat dengan Desy. Tatan pun tidak menanyakan hal itu kepada Kristi, sahabat dan teman sebangku Desy karena bagi Tatan itu adalah wilayah pribadi Desy yang dia tidak ingin memberitahu kepada orang lain atau pun sahabat dan temannya sendiri. Kalau memang dia ingin menceritakan hal itu kepada dirinya atau teman yang lain. Pasti suatu saat nanti dia akan menceritakannya.
Hubungan yang terjalin antara Desy dan Tatan, makin berlanjut sampai semester kedua. Malahan mereka semakin dekat dan akrab, sehingga teman-teman mereka menganggap bahwa mereka pacaran. Karena kedekatan mereka, akhirnya Tatan mengetahui bahwa Desy itu benar-benar anak kandung dari guru killer, dan guru fisika Tatan, Pak Andi. Tatan mengetahui tentang hal itu ketika Desy mengajak dia, Kristi, dan Rendi untuk belajar bersama di rumahnya. Awalnya Kristi, Tatan, dan Rendi kaget, dan tak percaya akan hal itu. Tapi setelah di jelaskan oleh Pak Andi dan Desy, akhirnya mereka percaya kalau Desy adalah anak Pak Andi.
            Karena hubungan Desy dan Tatan makin akrab, timbul benih-benih cinta di hati keduanya. Semula Tatan ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Desy, terlebih lagi dia mengetahui kalau Desy itu anak dari Pak Andi, guru Fisika Tatan. Tapi atas dukungan kedua sahabatnya, Kristi dan Rendi, akhirnya dia pun berani mengungkapkan isi hatinya dengan cara berbeda.
***
            Hari ini adalah tepat hari ulang tahun Desy yang ke tujuh belas. Berhubung hari ini juga adalah jadwal kosong belajar mengajar karena selesai ujian semester kedua, Tatan menyatakan perasaannya di lapangan upacara.
            “Kris, ada apa sih tuh ramai banget di lapangan? Kita lihat yuk,” ajak Desy sambil menggamit lengan Kristi menuju lapangan upacara. Sedangkan Kristi hanya mengangguk, dan mengikuti langkah Desy.
            Ternyata di tengah lapangan itu ada sebuah badut yang sedang beraktrasi. Badut itu tak lain adalah Tatan. Saat Desy sudah ada di lapangan, Tatan pun menghampiri Desy dan memberikan bunga mawar putih kesukaan Desy.
            “Terima kasih, Badut lucu. Kamu kok tau kalau aku suka bunga mawar putih?” tanya Desy sambil menerima bunga pemberian badut itu.
            Tatan pun melepaskan topeng badut yang dipakainya. “Aku tau semua kesukaanmu dari Kristi, dan hari ini aku mau menyatakan perasaan aku sama kamu.”
            “Ya ampun Tan, kamu itu apa-apaan sih pakai kostum badut kayak gitu?” tanya Desy kaget.
            Tatan mengambil speaker dari tangan Rendi. “Dengar ya, teman-teman. Hari ini adalah hari ulang tahun Desy yang ke tujuh belas. Hari ini juga aku akan mengungkapkan semua isi hatiku kepada Desy. Des, sebelumnya aku minta maaf sama kamu. Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa aku pakai kostum badut kayak gini? Karena aku tau kalau kamu suka sama badut. Aku juga mau ngucapin selamat ulang tahun ya, Desy cantik. Semoga panjng umur dan makin dewasa. Dan di depan semua teman-teman, aku juga mau bilang kalau aku sayang sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar aku?” tanya Tatan sambil berlutut di hadapan Desy. Hal itu sontak membuat Desy kaget.
            “Terima… Terima..,” teriak semua anak-anak SMA 19 kompak. Tetapi sesaat sebelum Desy memberikan jawaban, Pak Andi, ayah sekaligus guru Fisika Desy pun datang bersama rombongan para guru yang ingin melihat kegaduhan apa yang terjadi di lapangan.
            “Ada apa ini? Tatan, ngapain kamu pakai baju badut segala, kamu mau ikutan pawai badut?” tanya Pak Andi tegas. Tapi membuat semua murid yang ada di lapangan tertawa.
            “Ngapain kalian tertawa? Memang ada yang lucu dengan ucapan saya?” tanya Pak Andi lagi. Sontak semua murid yang tadinya tertawa, diam seketika.
            “Maaf sebelumnya Pak, saya berpakaian kayak gini karena ini kado dari saya untuk anak Bapak yang sedang ulang tahun. Kan anak Bapak, suka badut, ya enggak ada salahnya kan kalau saya memakai apa yang dia suka? Sekalian saya mau minta izin ke Bapak. Saya mau kalau Desy, anak Bapak jadi kekasih saya. Apakah Bapak mengizinkan?”
            “Ayo Pak, izinin aja. Kan Tatan baik,” celetuk Rendi.
            “Desy, Bapak mau tanya apakah kamu sudah menjawab pertanyaan dari Tatan soal dia menginginkan kamu jadi kekasihnya?” tanya Pak Andi kepada Desy.
            “Belum Pak,” jawab Desy.
            “Lalu apa jawaban kamu?”
            “Sebenarnya aku juga suka sama Tatan. Jawaban aku….,” potong Desy dengan sebuah anggukkan. “Aku  mau jadi kekasih Tatan, Pak,” lanjut Desy.
            “Tuh kan Pak, Desy saja mau jadi pacar saya. Berarti Bapak harus mengizinkan saya untuk menjadi kekasih Bapak, makasih ya Des,” kata Tatan senang.
            “Tunggu.. siapa bilang Bapak mengizinkan kamu jadi kekasih anak saya? Anak yang pemalas dan suka tidur di kelas itu tidak pantas menjadi kekasih anak saya yang cantik ini,” kata Pak Andi tegas sambil melangkah kearah Tatan. Mendengar perkataan Pak Andi, semangat Tatan yang tadinya bergelora untuk mendapatkan Desy menjadi down karena apa yang di ucapkan Pak Andi memang benar.
            “Bapak benar, saya memang anak yang pemalas dan suka tidur di kelas. saya sekarang sadar, kalau saya bagai pungguk merindukan bulan. Mana mungkin orang seperti saya bisa mendapatkan seorang putrid nan jelita seperti anak Bapak,” kata Tatan sedih.
            “Tapi sejak kamu bertemu dengan anak saya, saya melihat perubahan yang drastis dari kamu. Kamu yang tadinya suka tidur pada jam pelajaran saya, sekarang kamu memperhatikan apa yang saya ajarkan. Bapak harap perubahan ini bukan hanya sementara, tapi seterusnya. Karena perubahan kamu itu, Bapak izinkan kamu jadi kekasih anak saya,” kata Pak Andi sambil menggenggam tangan Desy dan Tatan dan kedua tangan itu Pak Andi satukan. “Satu hal lagi, kamu jangan pernah menyakiti anak saya. Kalau kamu menyakiti Desy sedikitpun, kamu berurusan dengan saya,” lanjutnya.
            “Siap Pak,” kata Tatan. Para murid dan guru pun saling bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada Pak Andi, Tatan, dan Desy. Kejadian itu merupakan kejadian pertama seseorang menyatakan cinta dengan disaksikan seluruh warga sekolah, di SMA 19 Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar