Kamis, 24 Oktober 2013

SAHABAT BERBULU SITA


Seorang gadis manis terlihat sedang berjalan melewati sebuah gang menuju rumahnya. Hal yang biasa dia lakukan setiap pulang atau berangkat ke sekolah dan hari ini dia pulang sedikit lebih lambat dari jadwal pulang sekolahnya dikarenakan dia harus mengikuti ekskul musik. Hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi, kalau dia tidak cepat sampai rumahnya, mungkin hujan itu akan membasahi tubuhnya.
                “Duh sudah gerimis lagi, mana gue enggak bawa payung. Gue harus cepat sampai rumah, gue lagi malas kehujanan”, gumamnya sambil berjalan semakin cepat.
                Setelah melewati beberapa belokkan menuju rumahnya akhirnya dia sampai didepan sebuah rumah dengan cat berwarna biru putih yang merupakan rumahnya. Hujan deras mulai membasahi jalan-jalan di depan gerbang rumahnya, diapun segera membuka pintu gerbang untuk masuk ke rumahnya. Saat dia akan melangkah hendak masuk rumah, dia melihat dua ekor anak kucing yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Anak kucing itu kelihatan kedinginan dan kelaparan. Karena kasihan gadis itupun menghampiri dan membawa anak kucing itu masuk kedalam rumahnya.
                “Assallamualaikum”.
                “Waalaikum salam, kamu sudah pulang Sit?”, kata ibu Nani mamahnya Sita.
                “Iya mah, oh iya tadi aku lihat ada dua anak kucing ini di depan gerbang. Kasihan deh mah mereka kelihatan kelaparan dan kedinginan. Aku boleh kan pelihara anak-anak kucing ini?”, kata gadis manis yang bernama Sita sambil mempelihatkan anak-anak kucing yang digendongnya.
                “Ya sudah kamu boleh pelihara anak kucing itu, tapi kamu yang harus tanggung jawab merawat mereka”.
                “Benar nih mah? Iya aku akan merawat mereka dengan penuh kasih sayang”.
                “Iya benar. Sudah sana kamu ganti baju, baju kamu basah tuh nanti masuk angin. Habis ganti baju, kamu makan ya. Mamah sudah siapin makanan kesukaan kamu”.
                “Sip mah, aku ke atas dulu ya. Bye”, kata Sita sambil berlari menuju kamarnya dilantai dua.
***
                Nama lengkap gadis manis itu Sita Sundaryanti, Sita memang dari kecil menyukai hewan terutama sama kucing dan kelinci. Walaupun begitu, dia belum berani pelihara hewan-hewan kesukaannya itu karena dia takut tidak bisa memelihara hewan itu dengan baik. Setelah ganti baju, Sitapun mengeringkan bulu-bulu anak kucing itu yang dia taruh di kasurnya secara bergantian dengan handuk, setelah selesai mengeringkan bulu-bulu anak kucing itu Sita mengajak dua ekor anak kucing itu untuk turun dan member makan mereka. Sitapun telah sampai di meja makan dan membuka tutup saji yang sudah berisi sambal goreng telur, sayur sop serta ikan goreng kesukaan Sita yang sudah dimasak oleh mamahnya. Sitapun mengambil semua makanan itu ke piringnya, tidak lupa Sita mengambil dua potong kecil ikan untuk dua anak kucing manis itu. Sitapun memberikan potongan-potongan ikan itu kepada anak-anak kucing yang baru dipeliharanya.
                “Makan yang banyak ya”, gumam Sita kepada anak-anak kucing itu.
                Seakan mengerti ucapan Sita, anak-anak kucing itu menjawab gumaman Sita. “Meooong”. Anak-anak kucing itupun makan dengan lahapnya. Sita tersenyum melihat anak-anak kucing itu tidak kelaparan lagi dan Sitapun menyantap makanannya.
***
                Sudah satu tahun Sita memelihara dua ekor anak kucing itu. Anak-anak kucing itupun sudah tumbuh menjadi kucing dewasa. Sita juga tidak lupa memberikan nama kepada dua ekor kucing peliharaannya itu. Kucing yang warna bulunya putih hitam, dia kasih nama Sweet Black White dan kucing yang bulunya berwarna putih kuning, dia kasih nama  Sweet White Yellow. Selama setahun itu pula Sita merawat mereka dengan baik, mulai dari memandikan mereka, memberi makan dan mengajak main mereka. Bahkan sebulan sekali Sita membawa mereka ke salon hewan untuk memotong kuku-kuku kucing kesayangannya. Tak jarang juga kucing-kucing manis itu tidur bareng sama Sita di kamar Sita. Walaupun kucing-kucing kesayangannya dimanja, tapi Sitapun memberi kebebasan kucing-kucingnya untuk bermain tanpa dirinya. Setiap dia sekolah, kucing-kucingnya selalu dibiarkan bermain diluar tapi setelah dia pulang dari sekolah kucing-kucing manisnya sudah menunggu di depan pintu rumahnya. Seperti hari ini kucing kesayangannya sudah setia menunggu Sita pulang dari sekolah.
                “Halo Sweet Black White and Sweet White Yellow, kalian sudah nunggu aku dari tadi ya? Maaf ya aku pulang terlambat masuk yuk, aku bawa makanan kesukaan kalian”, kata Sita sambil mengelus kepala dua kucing kesayangannya itu.
                “Meoooong”, jawab Sweet Black White and Sweet White Yellow girang. Merekapun mengikuti Sita masuk.
                “Assallamu alaikum mah, aku pulang”, kata Sita sambil melepas sepatunya.
                “Waalaikum salam, Sita kucing kesayanganmu hilang. Tadi pas mamah mau kasih makan , mereka gak ada di kandangnya”, kata mamahnya panik.
                “Enggak mah mereka gak hilang”, kata Sita sambil mencium tangan mamahnya.
                “Meoooong”, sapa Sweet Black White and Sweet White Yellow sambil mengelus-ngelus  kaki mamahnya.
                “Eh kirain mamah kalian hilang. Mamah sudah nyari kemana-mana, kedapur, keluar, ke ruang tamu. Gak ada. Eh mereka munculnya bareng kamu”, kata mamah Sita sambil mengelus kepala kucing kesayangan anaknya.
                “Mungkin mereka lagi main ke rumah temannya kali mah, biarin aja mereka main di luar. Kasihan mereka di kandang terus. Yuk Sweet Black White and Sweet White Yellow kita makan dulu”, kata Sita dan Sitapun masuk ke dalam disusul oleh  Sweet Black White and Sweet White Yellow.
                “Kok gitu sih Sit? Kamu emang enggak takut kalau kucing kamu itu diambil orang atau enggak pulang lagi kesini?”.
                “Iya mamah jangan doain mereka diambil orang dong, lagian aku sudah kasih kalung sebagai tanda kalau mereka hilang. Tapi aku yakin mereka enggak akan main jauh-jauh kok paling disekitar gang ini aja. Karena kucing itu akan tau jalan pulang dari bau yang mereka tinggalkan di tempat mereka tinggal, jadi kalau mereka pergi, pasti kembali lagi ke rumah ini. Kecuali mereka pergi ke hutan pasti mereka enggak akan pulang lagi kesini. Gitu. Sudah ah aku mau ganti baju dulu terus kasih makan mereka”, kata Sita sambl berlari ke lantai atas. Mamahnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anaknya.
***
                Hari ini seperti biasa Sita mengajak kedua kucingnya bermain ke taman. Supaya kedua kucingnya itu tidak jalan kemana-mana, Sitapun mengikat sebuah rantai kecil dileher kucing kesayangannya itu dan menuntun mereka menuju taman. Sesampainya di taman Sita, Sweet Black White and Sweet White Yellowpun bermain lari-larian di taman itu. Setelah mereka merasa cape, Sitapun membeli sebuah es krim dan duduk di bangku taman yang menghadap ke arah air mancur. Selagi Sita menikmati es krimnya, kedua kucingnyapun dengan tenang menyantap makanan yang sudah dibawa Sita dari rumah. Tak lama kemudian ada seseorang yang datang dan duduk di samping Sita.
                “Hai, kucing lo lucu-lucu ya?”, sapa orang yang bernama Eza itu.
                “Iya mereka memang lucu”, jawab Sita yang masih asyik dengan es krimnya.
                “Gue boleh minta satu gak? Soalnya gue suka sama kucing lo itu”, kata Eza sambil menggendong sweet black white kepangkuannya lalu mengelus-elus kepalanya. Melihat ada orang yang tidak dikenalnya menggendong kucing kesayangannya, Sitapun hendak mencegah hal itu, tapi dia terpana ketika mengetahui orang yang menggendong kucing kesayangannya itu ternyata Eza orang yang dia suka.
                “Eza ngapain lo ada disini?”, tanya Sita kaget.
                “Ya gue lagi jalan-jalan aja disini, habis suntuk di rumah terus. Terus tadi melihat lo sama kucing lo, ya sudah gue gabung aja sama lo dan kucing-kucing manis lo ini. Kucing-kucing lo itu kelihatan akrab banget sama lo ya?”.
                “Iya. Gue pelihara mereka dari kecil dan sudah gue anggap sahabat gue sendiri. Makanya gue akrab banget sama mereka. Lo juga suka sama kucing ya?”.
                “Iya gue suka. Malahan di rumah gue ada lima ekor kucing yang sudah gue pelihara. Oh iya lo suka main ke taman ini ya?”.
                “Iya setiap gue libur, gue suka ngajak mereka kesini”.
                “Kalau lo kesini lagi ajak gue ya. Nanti juga gue ajak kucing peliharaan gue kesini. Biar mereka main bareng. Soalnya gue baru pindah kesini dan belum banyak teman disini”. Sita hanya mengangguk dan sejak saat itu Eza dan Sita semakin dekat.
***
Hari ini Sweet Black White hilang, Sita sudah mencari kemana-mana. Mulai dari taman, sekitar rumah Sita tapi tidak berhasil ketemu. Diapun membuat selebaran untuk mencari Sweet Black White. Tapi sudah tiga hari ini tak ada satupun orang yang menelepon sudah berhasil menemukan kucing kesayangannya itu. Sita hampir putus asa mencari kucing kesayangannya itu. Setiap pulang sekolah dia selalu curhat kepada Sweet White Yellow tentang saudaranya itu. Mamahnya Sitapun tidak tega melihat anak kesayangannya itu setiap hari murung. Hari ini bel pintu rumah Sita berbunyi. Dengan langkah malas Sitapun membuka pintu melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
                “Assallamu alaikum”, sapa Eza.
                “Waalaikum salam”, jawab Sita. Alangkah terkejutnya Sita kalau yang datang itu Eza bersama Sweet Black White dalam gendongannya. Diapun dengan senang mengambil sweet black white dari gendongan Eza.
                Sweet Black White aku kangen sama kamu, kamu kemana aja? Oh iya Za masuk yuk. Lo ketemu kucing gue dimana?”.
                “Gue ketemu kucing lo di jalan menuju rumah gue dalam keadaan kedinginan dan kelaparan sambil bawa diary lo. Tapi karena gue gak tau rumah lo, gue rawat dia di rumah gue dulu, terus tadi gue temuin selebaran yang lo bikin, ya sudah gue anter aja langsung kesini”, jawab Eza sambil meletakkan diary Sita diatas meja. Sita terkejut kalau yang dibawa kucing kesayangannya itu diary yang berisi perasaannya ke Eza.
                “Sory ya Sit, gue sudah lancang baca diary lo. Habis waktu gue ambil dari kucing lo, ada sebuah foto jatuh dan karena gue penasaran ya sudah gue baca semua tulisan di diary ini. Sory ya Sit”. Sita hanya mengangguk.
                Sita hanya mengangguk. “Berarti lo sudah tau perasaan gue ke lo. Maaf ya kalau gue punya perasaan yang lebih ke lo. Gue juga sudah terima kalau lo hanya menganggap gue sebagai teman. Gue juga terima kasih lo sudah mau ngerawat kucing gue ini”.
                Eza menggeleng sambil menggengam tangan Sita. “Enggak Sit, justru sejak gue dekat sama lo, main sama kucing-kucing lo, gue sadar kalau gue sayang sama lo lebih dari sekedar teman. Would you to be my girlfriend?”.
“Iya aku mau jadi pacar kamu”, jawab Sita. Tanpa sadar Eza memeluk Sita tapi sedetik kemudian dia melepas pelukannya, terlihat wajah memerah di keduanya. Sweet Black White and Sweet White Yellow yang mengetahui kalau sahabat manusianya itu sudah mempunyai pacar, merekapun mendekati Sita dan Eza dan mengelus-elus kaki Sita dan Eza sambil mengeong. Melihat itu Sita dan Eza hanya tertawa dan menggendong dua kucing kesayangan Sita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar