Seorang gadis manis terlihat
sedang berjalan melewati sebuah gang menuju rumahnya. Hal yang biasa dia
lakukan setiap pulang atau berangkat ke sekolah dan hari ini dia pulang sedikit
lebih lambat dari jadwal pulang sekolahnya dikarenakan dia harus mengikuti
ekskul musik. Hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi, kalau dia tidak cepat
sampai rumahnya, mungkin hujan itu akan membasahi tubuhnya.
“Duh
sudah gerimis lagi, mana gue enggak bawa payung. Gue harus cepat sampai rumah,
gue lagi malas kehujanan”, gumamnya sambil berjalan semakin cepat.
Setelah
melewati beberapa belokkan menuju rumahnya akhirnya dia sampai didepan sebuah
rumah dengan cat berwarna biru putih yang merupakan rumahnya. Hujan deras mulai
membasahi jalan-jalan di depan gerbang rumahnya, diapun segera membuka pintu
gerbang untuk masuk ke rumahnya. Saat dia akan melangkah hendak masuk rumah,
dia melihat dua ekor anak kucing yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya
berdiri. Anak kucing itu kelihatan kedinginan dan kelaparan. Karena kasihan
gadis itupun menghampiri dan membawa anak kucing itu masuk kedalam rumahnya.
“Assallamualaikum”.
“Waalaikum
salam, kamu sudah pulang Sit?”, kata ibu Nani mamahnya Sita.
“Iya
mah, oh iya tadi aku lihat ada dua anak kucing ini di depan gerbang. Kasihan
deh mah mereka kelihatan kelaparan dan kedinginan. Aku boleh kan pelihara
anak-anak kucing ini?”, kata gadis manis yang bernama Sita sambil mempelihatkan
anak-anak kucing yang digendongnya.
“Ya
sudah kamu boleh pelihara anak kucing itu, tapi kamu yang harus tanggung jawab
merawat mereka”.
“Benar
nih mah? Iya aku akan merawat mereka dengan penuh kasih sayang”.
“Iya
benar. Sudah sana kamu ganti baju, baju kamu basah tuh nanti masuk angin. Habis
ganti baju, kamu makan ya. Mamah sudah siapin makanan kesukaan kamu”.
“Sip
mah, aku ke atas dulu ya. Bye”, kata Sita sambil berlari menuju kamarnya dilantai
dua.
***
Nama
lengkap gadis manis itu Sita Sundaryanti, Sita memang dari kecil menyukai hewan
terutama sama kucing dan kelinci. Walaupun begitu, dia belum berani pelihara
hewan-hewan kesukaannya itu karena dia takut tidak bisa memelihara hewan itu dengan
baik. Setelah ganti baju, Sitapun mengeringkan bulu-bulu anak kucing itu yang
dia taruh di kasurnya secara bergantian dengan handuk, setelah selesai
mengeringkan bulu-bulu anak kucing itu Sita mengajak dua ekor anak kucing itu
untuk turun dan member makan mereka. Sitapun telah sampai di meja makan dan
membuka tutup saji yang sudah berisi sambal goreng telur, sayur sop serta ikan
goreng kesukaan Sita yang sudah dimasak oleh mamahnya. Sitapun mengambil semua
makanan itu ke piringnya, tidak lupa Sita mengambil dua potong kecil ikan untuk
dua anak kucing manis itu. Sitapun memberikan potongan-potongan ikan itu kepada
anak-anak kucing yang baru dipeliharanya.
“Makan
yang banyak ya”, gumam Sita kepada anak-anak kucing itu.
Seakan
mengerti ucapan Sita, anak-anak kucing itu menjawab gumaman Sita. “Meooong”.
Anak-anak kucing itupun makan dengan lahapnya. Sita tersenyum melihat anak-anak
kucing itu tidak kelaparan lagi dan Sitapun menyantap makanannya.
***
Sudah
satu tahun Sita memelihara dua ekor anak kucing itu. Anak-anak kucing itupun
sudah tumbuh menjadi kucing dewasa. Sita juga tidak lupa memberikan nama kepada
dua ekor kucing peliharaannya itu. Kucing yang warna bulunya putih hitam, dia
kasih nama Sweet Black White dan
kucing yang bulunya berwarna putih kuning, dia kasih nama Sweet
White Yellow. Selama setahun itu pula Sita merawat mereka dengan baik,
mulai dari memandikan mereka, memberi makan dan mengajak main mereka. Bahkan
sebulan sekali Sita membawa mereka ke salon hewan untuk memotong kuku-kuku
kucing kesayangannya. Tak jarang juga kucing-kucing manis itu tidur bareng sama
Sita di kamar Sita. Walaupun kucing-kucing kesayangannya dimanja, tapi Sitapun
memberi kebebasan kucing-kucingnya untuk bermain tanpa dirinya. Setiap dia
sekolah, kucing-kucingnya selalu dibiarkan bermain diluar tapi setelah dia
pulang dari sekolah kucing-kucing manisnya sudah menunggu di depan pintu
rumahnya. Seperti hari ini kucing kesayangannya sudah setia menunggu Sita
pulang dari sekolah.
“Halo
Sweet Black White and Sweet White Yellow,
kalian sudah nunggu aku dari tadi ya? Maaf ya aku pulang terlambat masuk yuk,
aku bawa makanan kesukaan kalian”, kata Sita sambil mengelus kepala dua kucing
kesayangannya itu.
“Meoooong”,
jawab Sweet Black White and Sweet White Yellow
girang. Merekapun mengikuti Sita masuk.
“Assallamu
alaikum mah, aku pulang”, kata Sita sambil melepas sepatunya.
“Waalaikum
salam, Sita kucing kesayanganmu hilang. Tadi pas mamah mau kasih makan , mereka
gak ada di kandangnya”, kata mamahnya panik.
“Enggak
mah mereka gak hilang”, kata Sita sambil mencium tangan mamahnya.
“Meoooong”,
sapa Sweet Black White and Sweet White Yellow
sambil mengelus-ngelus kaki mamahnya.
“Eh
kirain mamah kalian hilang. Mamah sudah nyari kemana-mana, kedapur, keluar, ke
ruang tamu. Gak ada. Eh mereka munculnya bareng kamu”, kata mamah Sita sambil
mengelus kepala kucing kesayangan anaknya.
“Mungkin
mereka lagi main ke rumah temannya kali mah, biarin aja mereka main di luar.
Kasihan mereka di kandang terus. Yuk Sweet
Black White and Sweet White Yellow kita makan dulu”, kata Sita dan Sitapun
masuk ke dalam disusul oleh Sweet Black White and Sweet White Yellow.
“Kok
gitu sih Sit? Kamu emang enggak takut kalau kucing kamu itu diambil orang atau enggak
pulang lagi kesini?”.
“Iya
mamah jangan doain mereka diambil orang dong, lagian aku sudah kasih kalung
sebagai tanda kalau mereka hilang. Tapi aku yakin mereka enggak akan main
jauh-jauh kok paling disekitar gang ini aja. Karena kucing itu akan tau jalan
pulang dari bau yang mereka tinggalkan di tempat mereka tinggal, jadi kalau
mereka pergi, pasti kembali lagi ke rumah ini. Kecuali mereka pergi ke hutan
pasti mereka enggak akan pulang lagi kesini. Gitu. Sudah ah aku mau ganti baju
dulu terus kasih makan mereka”, kata Sita sambl berlari ke lantai atas.
Mamahnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anaknya.
***
Hari
ini seperti biasa Sita mengajak kedua kucingnya bermain ke taman. Supaya kedua
kucingnya itu tidak jalan kemana-mana, Sitapun mengikat sebuah rantai kecil
dileher kucing kesayangannya itu dan menuntun mereka menuju taman. Sesampainya
di taman Sita, Sweet Black White and
Sweet White Yellowpun bermain lari-larian di taman itu. Setelah mereka
merasa cape, Sitapun membeli sebuah es krim dan duduk di bangku taman yang
menghadap ke arah air mancur. Selagi Sita menikmati es krimnya, kedua
kucingnyapun dengan tenang menyantap makanan yang sudah dibawa Sita dari rumah.
Tak lama kemudian ada seseorang yang datang dan duduk di samping Sita.
“Hai,
kucing lo lucu-lucu ya?”, sapa orang yang bernama Eza itu.
“Iya
mereka memang lucu”, jawab Sita yang masih asyik dengan es krimnya.
“Gue
boleh minta satu gak? Soalnya gue suka sama kucing lo itu”, kata Eza sambil
menggendong sweet black white kepangkuannya
lalu mengelus-elus kepalanya. Melihat ada orang yang tidak dikenalnya
menggendong kucing kesayangannya, Sitapun hendak mencegah hal itu, tapi dia
terpana ketika mengetahui orang yang menggendong kucing kesayangannya itu
ternyata Eza orang yang dia suka.
“Eza
ngapain lo ada disini?”, tanya Sita kaget.
“Ya
gue lagi jalan-jalan aja disini, habis suntuk di rumah terus. Terus tadi
melihat lo sama kucing lo, ya sudah gue gabung aja sama lo dan kucing-kucing
manis lo ini. Kucing-kucing lo itu kelihatan akrab banget sama lo ya?”.
“Iya.
Gue pelihara mereka dari kecil dan sudah gue anggap sahabat gue sendiri.
Makanya gue akrab banget sama mereka. Lo juga suka sama kucing ya?”.
“Iya
gue suka. Malahan di rumah gue ada lima ekor kucing yang sudah gue pelihara. Oh
iya lo suka main ke taman ini ya?”.
“Iya
setiap gue libur, gue suka ngajak mereka kesini”.
“Kalau
lo kesini lagi ajak gue ya. Nanti juga gue ajak kucing peliharaan gue kesini.
Biar mereka main bareng. Soalnya gue baru pindah kesini dan belum banyak teman
disini”. Sita hanya mengangguk dan sejak saat itu Eza dan Sita semakin dekat.
***
Hari ini Sweet Black White hilang, Sita sudah mencari kemana-mana. Mulai
dari taman, sekitar rumah Sita tapi tidak berhasil ketemu. Diapun membuat
selebaran untuk mencari Sweet Black White.
Tapi sudah tiga hari ini tak ada satupun orang yang menelepon sudah berhasil
menemukan kucing kesayangannya itu. Sita hampir putus asa mencari kucing
kesayangannya itu. Setiap pulang sekolah dia selalu curhat kepada Sweet White Yellow tentang saudaranya
itu. Mamahnya Sitapun tidak tega melihat anak kesayangannya itu setiap hari
murung. Hari ini bel pintu rumah Sita berbunyi. Dengan langkah malas Sitapun
membuka pintu melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
“Assallamu
alaikum”, sapa Eza.
“Waalaikum
salam”, jawab Sita. Alangkah terkejutnya Sita kalau yang datang itu Eza bersama
Sweet Black White dalam gendongannya.
Diapun dengan senang mengambil sweet
black white dari gendongan Eza.
“Sweet Black White aku kangen sama kamu,
kamu kemana aja? Oh iya Za masuk yuk. Lo ketemu kucing gue dimana?”.
“Gue
ketemu kucing lo di jalan menuju rumah gue dalam keadaan kedinginan dan
kelaparan sambil bawa diary lo. Tapi karena gue gak tau rumah lo, gue rawat dia
di rumah gue dulu, terus tadi gue temuin selebaran yang lo bikin, ya sudah gue
anter aja langsung kesini”, jawab Eza sambil meletakkan diary Sita diatas meja.
Sita terkejut kalau yang dibawa kucing kesayangannya itu diary yang berisi
perasaannya ke Eza.
“Sory
ya Sit, gue sudah lancang baca diary lo. Habis waktu gue ambil dari kucing lo,
ada sebuah foto jatuh dan karena gue penasaran ya sudah gue baca semua tulisan
di diary ini. Sory ya Sit”. Sita hanya mengangguk.
Sita
hanya mengangguk. “Berarti lo sudah tau perasaan gue ke lo. Maaf ya kalau gue
punya perasaan yang lebih ke lo. Gue juga sudah terima kalau lo hanya
menganggap gue sebagai teman. Gue juga terima kasih lo sudah mau ngerawat
kucing gue ini”.
Eza
menggeleng sambil menggengam tangan Sita. “Enggak Sit, justru sejak gue dekat
sama lo, main sama kucing-kucing lo, gue sadar kalau gue sayang sama lo lebih
dari sekedar teman. Would
you to be my girlfriend?”.
“Iya aku mau
jadi pacar kamu”, jawab Sita. Tanpa sadar Eza memeluk Sita tapi sedetik
kemudian dia melepas pelukannya, terlihat wajah memerah di keduanya. Sweet Black White and Sweet
White Yellow yang
mengetahui kalau sahabat manusianya itu sudah mempunyai pacar, merekapun
mendekati Sita dan Eza dan mengelus-elus kaki Sita dan Eza sambil mengeong.
Melihat itu Sita dan Eza hanya tertawa dan menggendong dua kucing kesayangan Sita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar