Sabtu, 22 Juni 2013

DIAM-DIAM SUKA PART 1


Mata Anissa masihmenatap layar notebook yang menyaladi hadapannya, sudah hampir satu jam jari-jari lentiknya mengetik sesuatu di keyboard notebooknya. Sekali-sekalitampak ia sedang memikirkan sesuatu kemudian jari-jarinya itu sibuk kembali diatas tuts keyboard notebooknya.Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang gadis yang mengendap-ngendap masuk kekamarnya, gadis itu adalah Angel teman baik Anissa sejak SD. Angelpun kemudian menepuk pundak Anissa.
            “Duh yang lagi sibuk”, kata Angel mengagetkan Anissa.
            “Lo Ngel, ngagetin gue aja. Iya nihgue lagi sibuk bikin cerpen buat mading sekolah kita”, jawab Angel danmenghentikan aktivitasnya.
            Angelpun mengangguk dan duduk disisi tempat tidur Anissa. “Iya nih gue juga di suruh sama Nicky buat wawancarasi Kiki kapten basket sekolah kita. Soalnya dia jadi profil utama mading edisiminggu ini. Apalagi kemarin dia udah bawa nama sekolah kita jadi juara pertamapertandingan basket antar Jabotabek”.
            “Bagus dong berarti itu kesempatan lo buat deketin Kiki. Terus kenapa kok kayanya lo lemes gitu?”.
            “Iya sih, tapi kan lo tau klo guedeketin si Kiki gue malu dan engga bisa ngomong apa-apa. Apalagi harus wawancaraindia. Si Nicky juga sih ngapain gue yang di suruh wawancarain si Kiki, emangengga ada yang lain”, kata Angel sambil cemberut.
            Anissa hanya mengangguk. “Iya jugasih, ya udah nanti gue bantuin lo biar bisa wawancarain si Kiki”.
            Angel tersenyum. “Thanks ya Nis, btw lo jadi kan antar gueke gramedia?”.
            “Jadi dong, ya udah gue ganti bajudulu. Btw si Ryn mana?”.
            “Tadi sih waktu gue telepon dia udahon the way ke sini, lagi di jalankali. Ya udah gue nunggu lo di bawah ya sekalian nunggu si Ryn takutnya diaudah datang”, kata Angel sambil keluar kamar Anissa, Anissa hanya mengangguk.
            Tak lama kemudian Anissa sudah gantibaju dan berjalan menuju ke bawah. Di bawah, di ruang tamu sudah ada Ryn danAngel yang sedang menunggu Anissa. Setelah pamitan kepada ibunya, Anissa, Angeldan Rynpun pergi menuju Gramedia.
***
            Sesampai di Gramedia, Angel, Ryn danAnissa langsung menuju rak-rak buku favorit mereka. Angel, Ryn dan Anissamemang sama-sama menyukai novel remaja, penulis favorit mereka adalah Esti Kinasih yang sudah menciptakanbeberapa novel yang diantaranya Fairish,Still, Cewek, Dia Tanpa Aku, Jingga Dan Senja, Jingga Dalam Elegi dan JinggaUntuk Matahari yang masih dalam proses, entah proses penulisan atau prosespengeditan yang membuat para penggemar Esti Kinasih tak sabar menunggu buku terakhirtrilogi Jingga Dan Senja itu.
            Tapi hari ini buku yang akan di belioleh Angel bukan novel melainkan buku tentang computer. Angelpun sibuk memilih dan melihat-lihat buku yang akandibelinya, tak lama kemudian mata Angel tertuju kepada sebuah buku computer yang berjudul “Cara Mengoperasikan Windows 8”.Angelpun ingin mengambil buku itu, tapi ada seseorang juga yang ingin mengambilbuku itu hingga tangan mereka bersentuhan. Angel dan orang itupun sama-sama menolehdan ternyata orang itu adalah Kiki. Angel tak percaya dia bisa bertemu Kiki ditoko buku itu, sesaat merekapun saling menatap. Tapi tak lama kemudian Angelmelepaskan tangannya dari sentuhan tangan Kiki.
            “Kiki”, gumam Angel.
            “Angel, gue engga nyangka kita bisaketemu di sini”, kata Kiki sambil tersenyum.
            “Iya. Sory lo mau ambil buku ini ya?Silahkan duluan”, kata Angel gugup.
            “Engga usah lo aja duluan, lagian lokan yang mau ngambil duluan. Silahkan lady’sfirst”, kata Kiki mempersilahkan Angel mengambil buku itu duluan.
            Angel tersenyum dan mengambil bukuitu duluan. “Thanks ya. Btw lo jugasuka sama buku computer ya?”.
            “Iya nih, kebetulan notebook gue udah pake Windows 8, tapi gue belum ngerti carapake makanya gue ke sini dan kebetulan buku yang gue cari ada di gramedia inidan ketemu sama lo. Lo juga mau tau cara pakai Windows 8 ya?”, kata Kiki sambil mengambil buku itu.
            Angel tersenyum. “Iya. Ki…”,perkataan Angel terpotong karena ada seorang gadis yang menghampiri Kiki.
            “Lo Ki gue cariin tau-tau ada disini. Lo udah ketemu bukunya kan?”, Tanya gadis itu.
            “Iya nih udah ketemu”, jawab Kikikepada gadis itu.
            “Ya udah sekarang giliran lo anteringue makan, gue udah laper banget nih. Btw ini siapa pacar lo ya?”, goda gadisitu.
            “Lo klo ngomong jangan asal aja”,bisik Kiki. “Sory ya Ngel, dia mah klo ngomong suka ceplas-ceplos, ga pernahdipikirin dulu. Oh iya Ngel kenalin ini Danita, dan Danita ini Angel temansekolah gue”, lanjut Kiki.
            “Angel”, kata Angel sambilmengulurkan tangan dan tersenyum.
            “Danita. Bener lo teman sekolahnya Kiki?’, Tanya Danita sambil menjabat tangan Angel.
            Angel tersenyum. “Iya gue temennyaKiki. Emang kenapa ya?”.
            “Engga soalnya…”, perkataan Danita terpotong karena Kiki mengajak Danita pergi.
            “Dan, lo katanya laper. Ya udah kitamakan yuk, kebetulan gue juga udah selesai cari bukunya”, kata Kiki sambilmerangkul bahu Davina.
            “Iya sih, tapi kan gue belum selesaingomong sama Angel”, protes Danita.
            “Udah entar klo lo ketemu sama Angel lagi, lo boleh puas-puasin ngobrol sama dia. Ngel gue sama Danita duluan ya”,kata Kiki.
            “Ya udah deh, Ngel gue duluan. Lainkali kita ngobrol lagi ya. Yuk Ki”, kata Danita.
            “Duluan ya Ngel”, kata Kiki sambilberjalan pergi.
            “Ya udah, oh iya Ki. Hmmm….”, kataAngel memotong langkah Kiki.
            Kikipun menghentikan langkahnyauntuk mendengarkan perkataan Angel. “Iya Ngel, kenapa?”.
            Angel hanya terdiam. Ayo Ngel, lo harus berani ngomong klo lo mauwawancarai dia, batin Angel.
            Melihat Angel hanya diam Kiki jadibingung. “Ngel, kok lo malah bengong sih? Lo mau ngomong apa?”, Tanya Kikilagi.
            AyoNgel lo harus berani ngomong, Bismillahi rohmanni rohim, batin Angel sambilmenarik nafas panjang. “Gini Ki, gue mau wawancarai lo buat profil utama madingsekolah. Lo punya waktu engga buat di wawancarai sama gue?”, Tanya Angel.
            “Oh lo mau wawancarai gue buatprofil di mading?”, Tanya Kiki.
            “Iya itu juga klo lo mau dan punyawaktu”.
            “Klo gue engga mau dan engga punyawaktu?”, goda Kiki. Angel hanya diam.
            “Ah lo baru jadi kapten basket ajasok selebritis, engga punya waktu segala”, cela Danita yang dari tadimendengarkan obrolan Angel dan Kiki.
            “Ah lo diam aja, bawel. Ngel gueCuma becanda kok, oke gimana klo lo wawancarai gue besok aja pas jamistirahat”.
            “Oke, thanks ya lo mau di wawancara sama gue”, kata Angel sambiltersenyum.
            “Iya. Ya udah gue duluan ya Ngelsampai ketemu besok”, kata Kiki sambil melangkah pergi dari hadapan Angel.
            “Ngel, gue juga duluan ya. See you”, kata Danita sambil menyusulKiki yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
            Angel senang karena besok akanmewawancarai Kiki cowok yang sudah dia suka sejak awal masuk SMA.
            “Cie.. yang abis ketemu dan ngobrolsama gebetan”, kata Ryn mengagetkan Angel.
            “Ryn lo ngagetin gue aja sih, klogue jantungan gimana?”, protes Angel.
            “Ya tinggal dibawa ke rumah sakit”,goda Ryn. Angel  hanya cemberut.
            “Udah Ngel engga usah dengerinomongan Ryn, dia Cuma becanda. Btw kayanya udah ada kemajuan nih?”, godaAnissa.
            “Ah lo sama Ryn sama aja mau godaingue. Tapi bener kata lo Nis akhirnya gue bisa ngomong juga di depan Kiki. Danlo tau engga besok gue mau wawancarai Kiki pas jam istirahat”, kata Angelsumringah.
            Anissa dan Ryn hanya tersenyum.“Cie…”, kata mereka kompak.
            “Apaan sih? Ya udah kita pulang yukkebetulan gue udah nemu buku yang gue cari”, ajak Angel.
            “Ya udah yuk lagian udah sore”, kataRyn. Anissa mengangguk. Angel, Ryn dan Anissapun pergi ke kasir untuk membayarbuku yang mereka beli. Setelah itu merekapun pulang.
***
Anissa Rahma adalahnama panjang Anissa. Anissa itu orangnya cantik, manis, baik, ramah dan supelsehingga banyak orang apalagi cowok yang suka sama dia. Dia itu sekarang kelas2 SMA, walaupun dia disukai banyak cowok, tapi sampai sekarang dia belum punyapacar. Anissa itu suka banget nulis cerpen, dan tulisan dia sering di tampilkandi mading sekolah selain itu dia juga pernah menang dalam lomba menulis cerpentingkat sekolah waktu dia SMP. Walaupun banyak teman dan keluarganya yangmenyarani dia agar tulisannya dikirimkan ke penerbit tapi dia tidak mau, karenamenurut dia tulisannya itu belum terlalu bagus jadi dia belum PD untukmengirimkan tulisannya kepada penerbit. Anissa punya dua orang teman yangbernama Angel dan Ryn, mereka bertiga berteman sejak SD sampai sekarang SMA.
            Margaretha Angelina atau yang biasa dipanggilAngel. Dia adalah temen Anissa sejak SD. Angel itu orangnya baik, manis, ramahdan cantik. Sama seperti Anissa, Angel juga banyak disukai semua cowok tapiwalaupun dia disukai banyak cowok Cuma satu orang yang dia suka yaitu Kiki Darmawan.Dari awal masuk SMA Angel emang suka sama Kiki tapi sampai sekarang dia belumpernah nyatain perasaannya itu ke Kiki. Jangankan nyatain perasaannya, setiapberpapasan sama Kiki aja dia malu dan engga pernah ngomong apa-apa kecualikalau Kiki yang Tanya duluan, baru dia ngomong.
            Jessica Stefanny Auryn atau yangbiasa dipanggil Ryn adalah teman Anissa dan Angel juga sejak SD. Sama sepertisahabatnya Angel dan Anissa, Ryn juga orangnya manis, cantik, ramah dan supel.Ryn dan kedua sahabatnya Anissa dan Angel dari SD sampai sekarang SMA sama-samasekolah dan ekskul yang sama yaitu OSIS dan Mading Sekolah. ***
            Keesokkan harinya saat jam istirahatAngel menemui Kiki untuk menanyakan perihal wawancara untuk mading sekolah,kebetulan Angel dan Kiki satu kelas jadi dia engga perlu susah untuk menanyakanhal itu.
            “Hai Ki, kita jadi wawancaranyasekarang kan? Klo engga bisa istirahat kedua juga engga apa-apa kok”, TanyaAngel ketika dia bertemu dengan Kiki.
            Kiki tersenyum. “Iya bisa, lowawancaranya mau di sini atau di mana?”.
            “Kayanya disini aja deh tapi klo lomau ke kantin dulu juga engga apa-apa. Nanti selesai dari kantin baru kitawawancara”.
            “Klo engga gini aja kitawawancaranya di Kantin aja sambil makan gimana? Tenang aja nanti gue yangtraktir yuk”, ajak Kiki.
            Angel mengangguk. “Oke tapi bayarnyasendiri-sendiri aja ya, lo ga usah traktir gue”.
            “Iya gimana nanti aja, yuk”, ajakKiki. Angel dan Kikipun pergi menuju Kantin. ***
            Sesampainya di kantin Angel dan Kikilangsung memesan makanan. Angel memesan semangkuk bakso dan es teh manissedangkan Kiki memesan somay dan es teh manis, setelah memesan makanan mereka,Kiki dan Angelpun duduk di bangku kedua samping penjual makanan. Di sanaterlihat mereka asyik mengobrol sambil menunggu makanan pesanan mereka, entahapa yang diobrolkan mereka. Tak lama kemudian makanan pesanan merekapun datang.
            “Eh.. eh Nis, lihat deh Angel samaKiki akrab banget ya mereka?”, kata Ryn ketika sudah masuk ke dalam kantin danmelihat Kiki dan Angel.
            “Iya bagus dong Ryn. Klo udah deketkaya gitu berarti Angel engga perlu susah-susah ngedeketin si Kiki. Ya udahbiarin aja mereka, btw lo mau pesen apa? Biar gue pesenin”, Tanya Anissa.
            “Gue pesen mie ayam aja deh sama esteh”, jawab Ryn.
            “Iya udah gue pesen dulu ya, lo caritempat duduk aja dulu”, kata Anissa sambil berjalan ke tukang penjual makanansementara Ryn mencari tempat yang nyaman untuk makan tapi tak mengganggu Angeldan Kiki.
            Akhirnya Ryn memilih tempat duduktak jauh dari pintu masuk kantin. Tak lama kemudian Anissa sudah kembali denganmembawa dua mangkuk mie ayam dan dua gelas es teh manis. Setelah meletakkan mieayam dan es teh di meja merekapun memakan mie ayam itu sambil mengobrol.
            “Eh Nis, gimana cerpen lo udahselesai?”, Tanya Ryn memulai pembicaraan sambil menuangkan saus ke mangkuk mieayamnya.
            “Tinggal dikit lagi Ryn. Lo sendiriudah dapet tips tentang perawatan ilmiah rambut rontok?”.
            “Udah dong tinggal di kasih ke Nickyaja terus minggu depan tinggal di tempel deh di mading”, jawab Ryn mantap. Anissahanya tersenyum.
            “Oh iya cerpen lo judulnya apa Nis?Kenapa lo engga kirim ke majalah-majalah aja, kan lumayan honornya”.
            “Judulnya apa ya? Nanti juga lo tau.Ntar aja deh Ryn, menurut gue cerpen gue belum bagus terus juga cerpen yangdimuat  di majalah itu cerpen yangbagus-bagus baru lulus seleksi”.
            “Iya kan cerpen lo bagus-bagus Nis,lo coba aja dulu”.
            “Iya deh nanti gue coba”.
            “Nah gitu dong lo harus optimis. Itunamanya temen gue”, kata Ryn. ***

Bel tanda waktuistirahat telah berbunyi, semua murid yang berada di kantin dan luar kelassegera memasuki kelas mereka. Tak terkecuali Angel dan Kiki.
            “Udah bel Ki, kita masuk kelas yuk”,ajak Angel.
            “Ya udah yuk”, jawab Kiki. Merekaberduapun berjalan menuju kelas.
            “Btwthanks ya udah mau di wawancara samague”, kata Angel sambil berjalan menuju kelas.
            “Iya sama-sama Ngel”.
***
            Semenjak Angel mendapat tugasmewawancarai Kiki, hubungan Kiki dan Angel semakin dekat. Dan banyak yangmengira kalau mereka berdua pacaran.
            “Cie… kayanya ada yang berhasil PDKTnih”, goda Ryn saat jam istirahat.
            “Ye apaan sih lo”, kata Angel sambilsenyum-senyum engga jelas. Anissa hanya tersenyum.
            “Terus status kalian udah apa nih?”,goda Ryn lagi.
            “Kita Cuma temenan aja kok Ryn”.
            “Kok masih temenan sih, bukannya losuka ya sama dia? Kenapa lo engga tembak aja sih?”, Tanya Ryn.
            “Ya kan engga semudah itu Ryn,lagian Angel kan masih belum tau klo Kiki suka sama dia atau engga”, jawabAnissa.
            “Iya karena itu Nis, kenapa enggaAngel aja duluan yang bilang jadi biar ada kepastian gitu”, kata Ryn.
            “Lo bener sih Ryn, tapi kan gue malukalau harus bilang duluan ke dia”, kata Angel sambil menunduk sedih.
            “Tuh kan Angel jadi sedih gitu”,kata Anissa sambil merangkul Angel.
            “Iya sory deh Ngel, gue Cuma engga mau lo mendam perasaan loterus-terusan. Gue takutnya lo bakalan sakit hati nanti. Maaf ya Ngel”, kataRyn sambil merangkul Angel dari sisi kanan.
            “Iya gue ngerti Ryn, thanks ya lo sama Anissa udah mau jadisahabat yang baik dan perhatian sama gue”, kata Angel.
            “Ya kan itu namanya sahabat Ngel”,kata Anissa.
            “Sahabat yang selalu berbagi saat sukamaupun duka, saling pengertian dan perhatian. Hidup best friend forever. Btw kita ke kantin yuk, laper nih”, kata Ryn.Anissa dan Angel hanya tersenyum sambil mengangguk.
***
            Anissa yang sedang berjalan denganmembawa setumpuk kertas yang berisi cerpen yang sudah di tulisnya tidak sengajamenabrak seseorang hingga semua kertas yang di pegang Anissa berhamburan.
            “Sorygue engga sengaja”, kata Anissa sambil membereskan kertas yang berhamburan itu.Sedangkan orang yang ditabrak Anissa hanya diam sambil membantu membereskankertas itu. Setelah kertas itu semuanya terkumpul, orang yang di tabrakAnissapun member kertas itu kepada Anissa.
            “Lain kali hati-hati, gue juga mintamaaf soalnya gue jalan engga ngeliat depan jadi kita tabrakan deh”, kata orangyang di tabrak Anissa.
            “Iya engga apa-apa, ya udah gueduluan ya”, kata Anissa sambil melanjutkan langkahnya menuju ruang mading.
***
            Sesampainya di ruang mading, Anissasudah ditunggu sama teman-teman satu organisasinya itu.
            “Sorygue telat”, kata Anissa sambil duduk di sebelah Angel.
            “Engga apa-apa kok Nis, rapatnyajuga baru mau mulai”, kata Nicky.
            “Tumben lo telat, lo kemana aja sih?”,Tanya Angel sambil berbisik.
            “Tadi ada isiden kecil makanya guetelat”, jawab Anissa sambil berbisik juga.
            “Isiden apa?”, Tanya Angelpenasaran.
            “Nanti gue ceritain. Sssst..rapatnya mau mulai”, jawab Anissa. Rapatpun berlangsung.
***
@Kantin sekolah
            “Whatlo tabrakan sama cowok? Cowoknya gimana? Ganteng engga?”, Tanya Ryn histeris.
            “Lo lebay banget sih Ryn, kaya enggapernah tabrakan sama cowok ganteng aja”, komen Angel.
            “Biarin”, kata Ryn.
            “Udah engga usah berantem. Orangnyasih lumayan ganteng sih Ryn, tapi kayanya dia anak baru deh soalnya gue belumliat dia sebelumnya”, jawab Anissa. Ryn dan Angel hanya mengangguk.
            Tak beberapa lama Kiki dan Nickymenghampiri tiga gadis cantik itu bersama orang yang tadi di tabrak Anissa.
            “Hei Angel, Ryn, Anissa”, sapa Kiki.
            “Hai”, jawab Angel dan Ryn kompaksedangkan Anissa kaget melihat orang yang tadi ditabraknya itu ada bersama Kikidan Nicky.
            “Lo bukannya orang yang tadi guetabrak ya?”, Tanya Anissa. Orang itu hanya tersenyum.
            “Lo udah kenal sama Alwin Nis?”, TanyaNicky.
            “Iya tadi gue engga sengaja tabrakansama dia waktu mau ke ruang mading”, jawab Anissa.
            “Bener tapi kita belum sempetkenalan”, lanjut Alwin.
            “Ya udah Angel, Anissa, Ryn kenalinini sepupu gue namanya Alwin. Dan Alwin ini Anissa, Angel dan Ryn temen gue danNicky”, kata Kiki memperkenalkan teman-temannya. Merekapun saling berkenalan. ***
            Sejak perkenalan itu hubungan merekaberenam makin akrab. Kiki makin dekat sama Angel sedangkan Anissa, Ryn, Alwindan Nickypun makin akrab tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Ryn ketika iatau kalau Anissa makin dekat dengan Alwin dan melihat mereka sering jalanbersama. Padahal hubungan Alwin dan Anissa hanya sebatas teman biasa.
            Kenapasih setiap gue lihat Anissa dan Alwin deket kaya gitu hati gue panas gini ya?Apa mungkin gue cemburu sama mereka? Engga gue engga boleh cemburu sama mereka,Anissa itu temen gue, klo dia suka sama Alwin gue harus dukung bukan kaya gini,batin Ryn.
            “Eh lo kenapa ngelamun aja nantikesambet lo”,kata Angel mengagetkan Ryn.
            “Ah lo Ngel ngagetin gue aja, kok losendiri sih Anissa mana?”, Tanya Ryn.
            “Tadi gue liat dia sama Alwin lagingobrol, engga tau ngomongin apa. Kayanya mereka akrab banget”.
            “Oh pantes”, kata Ryn datar. *** Di taman belakangAnissa dan Alwin terlihat asyik mengorol entah apa yang mereka obrolkan.
            “Hmmm… Nis, gue boleh Tanya sesuatuengga?”, Tanya Alwin.
            “Ya boleh lah Win, mau Tanya apa?”,jawab Anissa.
            “Hmm… lo udah punya pacar engga?”.
            Anissa tersenyum. “Belum. Masih caricowok yang cocok aja lagian belum mau pacaran dulu. Gue lagi focus sama sekolahgue. Emangnya kenapa?”
            “Engga aneh aja masa cewek secantiklo belum punya pacar. Klo ada cowok yang mau jadi pacar lo, lo mau engga?”.
            Anissa tersenyum. “Emang siapa yangmau sama gue?”.
            “Ya banyaklah Nis, lo kan cantik,baik, pinter pasti banyak cowok yang suka”.
            “Oke. Emang siapa orangnya?”
            “Pokonya lo kenal deh orangnya, diajuga deket sama lo”.
            “Orang yang gue kenal? Ya udah nantijuga gue tau sendiri orangnya siapa. Klo lo udah punya pacar atau orang yang losuka gitu?”.
            “Sebenarnya ada sih cewek yang guesuka tapi kayanya gue susah deh untuk dapetin dia”.
            “Loh emangnya kenapa?”.
            “Iya soalnya gue engga terlalu deketsama dia. Gue juga engga tau dia suka sama gue atau engga”.
            “Ya klo engga deket kenapa engga lodeketin aja duluan?”.
            “Gue malu Nis klo deket dan ketemulangsung sama dia”.
            “Yah masa jadi cowok malu ketemucewek sih? Aneh. Kira-kira ceweknya itu siapa sih? Gue kenal engga?”.
            “Lo kenal kok Nis, tapi kalau gue kasihtau lo jangan kaget ya”.
            “Oke.. Emang siapa?”.
            “Temen lo Ryn”, jawab Alwin.
            “Oh jadi lo suka sama Ryn, terus lodeketin gue buat cari info tentang dia?”.
            Alwin mengangguk. “Iya abisnya kalaugue deketin si Angel nanti Kiki salah paham lagi, lo kan tau Angel lagi deketsama si Kiki. Ya udah gue deketin lo aja kan kebetulan gue pertama kali ketemusama lo bukan Angel atau Ryn”.
            Anissa mengangguk. “Oke tapi loserius kan sama si Ryn? Kalau lo Cuma mau mainin dia, gue engga mau bantuin lodeket sama dia”.
            “Gue serius Nis, sejak pertamangeliat dan kenal sama dia gue udah suka sama dia. Tapi gue engga berani buatdeketin dia”.
            “Oke gue pasti bantuin lo, tapi adasyaratnya”.
            “Thanksya Nis, btw syaratnya apa?”.
            “Kalau lo emang suka dan sayang samaRyn, lo jangan pernah nyakitin dia. Kalau lo nyakitin dia, lo bakalanberhadapan sama gue”.
            “Iya gue janji engga bakalannyakitin dia, gue paling pantang nyakitin orang yang gue sayang Nis”.
            “Oke janji”, kata Anissa sambilmengacungkan jari kelingkingnya.
            “Janji”, jawab Alwin sambilmengaitkan jari kelingkingnya ke jari Anissa. ***
            Hari-hari selanjutnya Anissamembeberkan semua info tentang Ryn kepada Alwin. Mulai dari kesukaan dia, Ryntakut sama apa sampe cowok yang dia suka hingga membuat mereka semakin dekat.Melihat itu Ryn semakin salah paham melihat kedekatan Anissa dan Alwin.
            “Hai Angel, Ryn lagi pada ngobrolinapa nih?”, Tanya Anissa ketika jam istirahat.
            “Hai Nis, ini nih kita lagingomongin cerpen lo yang di tempel di mading. Bagus Nis, lo punya bakat Nisjadi penulis”, jawab Angel.
            “Ah lo Ngel bisa aja. Ryn lo kenapakok diam aja?”, Tanya Anissa kepada Ryn.
            “Engga apa-apa, tumben lo engga samaAlwin biasanya kalau jam istirahat lo istirahat sama dia bukan sama kita”,jawab Ryn sinis.
            “Iya dia lagi latihan basket samaKiki dan Nicky”, jawab Anissa santai.
            “Oh kok lo engga ngeliat atau support dia sih, malah disini?”, TanyaRyn lagi tetap dengan nada sinis.
            “Iya kan gue mau ngobrol samakalian, lo kenapa sih Ryn setiap ngomongin Alwin lo sinis gitu?”.
            “Engga apa-apa”, kata Ryn sambilberlalu pergi.
            “Ngel si Ryn kenapa sih? Kok kayanyadia marah sama gue deh”, Tanya Anissa kepada Angel.
            “Engga tau dia lagi PMS kali, udahyuk kita ke kantin gue laper nih”, ajak Angel.
            Anissa hanya mengangguk, merekapunpergi ke kantin. *** Di lapangan basketterlihat tiga pemuda ganteng sedang latihan basket. Kiki, Nicky dan Alwinmemang sama-sama menyukai basket. Setiap jam istirahat dan pulang sekolahmereka selalu latihan bareng.
            “Win, gue denger lo deket samaAnissa ya?”, Tanya Kiki sambil melempar bola ke ring dan lemparannya berhasil.
            “Iya emang kenapa Ki? Udah ah guecape mau istirahat dulu”, jawab Alwin sambil berjalan menuju sisi lapanganbasket kemudian mengambil minuman yang berada di sampingnya.
            Kiki dan Nickypun mengikuti Alwinuntuk istirahat. “Lo jadian sama Anissa?”, Tanya Nicky sambil duduk di sampingAlwin dengan nafas terengah-engah.
            “Engga gue Cuma temenan sama dia”,jawab Alwin santai.
            “Kenapa lo engga jadian aja samadia, kan dia cantik, baik, pinter pula”, goda Kiki.
            “Engga ah nanti ada yang cemburulagi, lagian Anissa tau kok kalau gue lagi suka sama seseorang”, kata Alwinsambil melirik Nicky.
            “Kok lo ngelirik gue sih, lo nyindirgue?”, Tanya Nicky merasa diperhatikan Alwin.
            “Siapa yang nyindir lo Nick, lo kePDan. Btw feeling gue bilang lo sukaya Anissa?”, Tanya Alwin kepada Nicky.
            “Ya siapa sih yang engga suka samaAnissa. Dia pinter, cantik, baik lagi. Semua cowok di sekolah ini pasti sukasama dia”, jawab Nicky ngeles.
            “Udah lo jujur aja sama gue kalau loitu punya perasaan lebih dari sekedar temen sama dia. Iya kan?”,Tanya Alwinlagi. Tapi Nicky tidak menjawab.
            “Oh Nicky punya perasaan lebih samaAnissa. Nicky kok lo engga bilang gue sih klo lo suka sama Anissa?”, goda Kiki.
            “Ah kalian berdua sok tau, gue emangsuka sama Anissa tapi Cuma sebatas temen”.
            “Kalau Cuma sebatas temen kenapa dikamar lo banyak cerpen karya Anissa?”, tanya Alwin.
            “Ya karena gue suka samacerpen-cerpen dia makanya cerpennya gue foto copy dan gue simpan”, jawab Nickyberalasan.
            “Oke kalau lo masih belum mau jujursama gue, no problem. Ya udah gue kekelas duluan ya”, kata Alwin sambil berjalan menuju kelas.
            “Bener Nick, lo suka sama Anissa?”, TanyaKiki penasaran.
            “Gue kan udah bilang gue suka samaAnissa Cuma sebatas teman”, jawab Nicky.
            “Ah lo, klo lo suka lebih darisekedar temen bilang aja, nanti lo nyesel klo dia keburu diambil orang”.
            “Lo sendiri hubungan lo sama Angelgimana? Bukannya lo suka sama dia ya? Kok lo engga nembak dia sih?”, Tanya Nickymengalihkan pembicaraan.
            “Ah lo bisa aja ngalihin pembicaraan,kan kita lagi ngomongin perasaan lo sama Anissa”.
            “Ya kan gue juga penasaran samakelanjutan hubungan lo sama Angel”.
            “Emang sih gue suka sama Angel, tapigue belum berani nembak dia. Lagian gue lagi nunggu waktu yang pas aja buatnembak dia, so jalanin aja dulu”, jawab Kiki. Nicky hanya mengangguk.
            “Sebenarnya gue punya perasaan lebihke Anissa Ki, tapi gue engga tau gimana caranya buat deketin dan ambil hati dia”,curhat Nicky sambil menghela nafas.
            Kiki kaget mendengar ucapan Nicky. “Jadiyang tadi dibilang Alwin bener klo lo punya perasaan lebih ke Anissa?”. Nickyhanya mengangguk.
            “Ya ampun kenapa lo engga ngomongdari tadi sih, klo kaya gitu gue sama Alwin bisa bantuin lo dketin si Anissa”.
            “Gue malu Ki”.
            “Nicky kita kan teman jadi lo enggausah malu, ya udah ke kelas yuk. Nanti kita omongin lagi carangedeketin Anissa”,ajak Kiki. Nicky dan Kikipun berjalan menuju kelas. *** Kauadalah incaran hatiku
Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang ku rasa
Dibaliksenyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu
Akudiam-diam suka kamu
Ku coba mendekat, ku coba mendekati hatimu
Aku diam-diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu

            Sepenggal lagu dinyanyikan oleh Ryndi taman belakang sekolah, sebenarnya lagu itu adalah isyarat perasaan Rynkepada Alwin. Ryn sekarang sadar kalau dia menyukai Alwin lebih dari sekedarseorang teman menyukai dan mengagumi temannya yang lain. Tanpa dia sadari kalausedari tadi ada seseorang yang memperhatikan dan mendengarkan dia bernyanyi,orang itu adalah Alwin yang engga sengaja mendengar suara Ryn, Alwinpunmendekati Ryn yang masih asyik bernyanyi.
            “Suara lo bagus”, puji Alwinmengagetkan Ryn.
            “A… Alwin..”, kata Ryn kaget.
            “Sory kalau gue ngagetin lo, gueengga sengaja lewat dan denger ada orang yang lagi nyanyi. Gue penasaran, ehternyata lo yang lagi nyanyi. Kok lo sendirian? Anissa sama Angel mana?”, jelasAlwin.
            “Anissa sama Angel lagi di kelas,gue lagi pengen sendiri aja”, kata Ryn datar. Alwin mengangguk. Untuk beberapasaat Alwin dan Ryn sama-sama diam, tidak ada yang mengeluarkan kata lagi.
            “Suara lo bagus kenapa lo engga jadipenyanyi aja?”, Tanya Alwin memulai pembicaraan.
            Ryn hanya tersenyum. “Gue tuh emangsuka banget sama nyanyi tapi gue belum kepikiran untuk jadi penyanyi soalnya yanyanyi itu cuma jadi hobi aja. Btw kata Anissa lo lagi main basket bareng Kikisama Nicky”.
            “Iya tadi emang gue main basket samaKiki dan Nicky, tapi udah selesai kok. Oh iya lagu yang tadi buat siapa? Adacowok yang lo taksir ya?”, goda Alwin.
            “Engga kok, itu cuma lagu aja enggaada isyarat apa-apa”, kata Ryn sambil tersenyum.
            Alwin mengangguk. “Tapi biasanya sebuahlagu itu bisa mengisyaratkan perasaan seseorang loh. Misalnya aja klo oranglagi jatuh cinta suka nyanyiin lagu tentang cinta, kalau orang lagi galau danpatah hati suka nyanyiin lagu yang sedih-sedih. Tapi engga semua kaya gitu jugasih”.
            Kalauaja lo sadar Win, kalau lagu itu mengisyaratkan perasaan gue ke lo, batinRyn.
            “Kok lo diam? Gue salah ngomongya?”, tanya Alwin ketika Ryn tidak merespon perkataan dia.
            “Engga apa-apa kok, omongan lo tadiemang bener. Kita ke kelas yuk sebenta lagi bel bunyi”, ajak Ryn sambil berdiridari duduknya.
            “Yuk. Oh iya gue boleh tanya sesuatuengga?”.
            “Ya bolehlah mau tanya apa?”.
            Belum sempat Alwin menanyakan halitu bel tanda jam istirahat berakhir berbunyi. “Eh belnya udah bunyi tuh, kitamasuk yuk. Pertanyaannya ditunda  dulu”.
            “Ya udah engga apa-apa”, kata Rynsambil tersenyum. Alwin dan Rynpun berjalan menuju kelas. ***

          Anissa, Angel dan Ryn sedang asyik mengobrol  tiba-tiba Alwin  menghampiri mereka.
          “Hai dari tadi aku lihat kayanya obrolan kalian seru banget nih, boleh gabung ga? Lagi ngobrolin apa sih?”, Tanya Alwin.
          “Hai Alwin biasa cewek lagi curhat gitu. Klo lo mau gabung ya gabung aja”, jawab Angel. Alwin hanya mengangguk dan duduk disamping Ryn di depan Anissa.
          “Oh iya gue lupa, gue lagi cari bahan inspirasi nih buat cerpen terbaru gue. Ngel anter gue ke perpus yuk”, kata Anissa.
          “Bahan ispirasi buat cerpen? Bukannya lo selalu banyak inspirasi ya buat nulis cerpen?”, Tanya Angel bingung.
          “Iya sih tapi kali ini cerpen yang gue tulis itu beda, gue lagi mau tulis cerpen tentang cewek yang kena penyakit kanker dan gue engga begitu banyak tau tentang penyakit kanker, makanya gue minta tolong lo buat anter gue ke perpus, kan disana pasti ada tuh buku tentang penyakit kanker”, jawab Anissa. Angel hanya mengangguk.
          “Oke gue anter”, kata Angel.
          “Anissa, Angel gue ikut ya”, kata Ryn.
          “Ryn lo disini aja ya, gue sama Angel engga lama kok cari bukunya. Lagian kasian Alwin, masa dia di tinggal. Ayo Ngel”, kata Anissa sambil menggaet tangan Angel. Angel hanya mengangguk.
          “Win, nitip Ryn ya”, kata Anissa sambil mengedipkan sebelah matanya. Alwin mengerti dan mengangguk. Anissa dan Angelpun berlalu dari Ryn dan Alwin.
***
          Anissa dan Angel pun terus berjalan meyusuri koridor sekolah mereka, tetapi saat Anissa melanjutkan langkahnya kearah kantin bukan kearah perpus, Angelpun menghentikan langkahnya.
          “Nis ini kan arah kantin bukan perpus, katanya mau ke kantin? Lo bohong ya sama gue? Terus kenapa lo engga ngajak Ryn, malah dia disuruh berduaan sama Alwin?”, Tanya Angel bingung.
          “Gue engga bohongin lo kok Ngel, gue emang mau ke perpus buat cari info tentang penyakit kanker tapi karena gue lapar, makanya gue mau ke kantin dulu lagian lo juga laper kan?”, jawab Anissa. Angel hanya mengangguk sambil nyengir.
          “Terus lo kenapa engga ajak Ryn, malah ninggalin dia sama Alwin?”
          “Klo soal itu sih nanti gue ceritain, udah lo jangan banyak Tanya dulu perut gue udah bunyi terus nih minta diisi”, kata Anissa sambil menarik tangan Angel menuju kantin.
          Sesampainya di kantin, Anissa dan Angel segera memesan makanan dan minuman yang akan mereka santap istirahat siang ini. Sambil menunggu pesanan mereka, merekapun duduk dibangku tak jauh dari pintu masuk kantin. Anissapun menceritakan tentang hubungan dia dan Alwin juga perasaan Alwin ke Ryn.
          “Oh jadi selama ini lo sama Alwin itu Cuma teman? Tapi aneh, klo Alwin suka sama Ryn kenapa dia deketin lo bukannya deketin Rynnya langsung?”, Tanya Angel. Tak lama pesanan merekapun datang.
          “Makasih ya mbak”, kata Anissa dan Angel hampir bersamaan.
          “Gue juga engga tau, tapi kemarin dia bilang klo dia belum cukup berani deketin Ryn langsung makanya dia deketin  gue dulu sambil cari info tentang Ryn”, jawab Anissa sambil menuangkan saus ke mangkuk baksonya.
          Angel mengangguk. “Makanya sekarang lo biarin Alwin buat pedekate sama Ryn gitu?”. Anissa hanya mengangguk.
          “Terus cowok yang lo suka siapa Nis? Masa dari sekian banyak cowok yang ada di sekolah kita engga ada yang lo suka, gue takut klo lo engga suka sama cowok”, Tanya Angel sambil bergidik.
          “Enak aja lo, gue masih normal tau. Untuk saat ini gue masih mau temenan dulu”.
          “Oh terus sekarang lo lagi deket sama siapa selain sama Alwin? Lo kayanya engga pernah cerita soal cowok deh sama gue”.
          “Gue lagi deket sama semuanya. Udah ah lo nanya gue terus, sekarang gue yang mau Tanya sama lo. Gimana lanjutan hubungan lo sama Kiki, kayanya makin deket nih, udah jadian ya?”, goda Anissa
          “Ah lo mah godain gue mulu. Gue sama Kiki belum jadian kita masih dalam tahap pedekate”.
          Anissa mengangguk. “Kenapa lo yang engga nembak dia duluan kan sekarang zamannya emansipasi?”
          “Ya kan lo tau Nis, gue orangnya engga pedean lagian gue masih nyaman sama hubungan kaya gini. Santai aja”.
***
          Sepeninggalan Anissa dan Angel, Ryn dan Alwin tampak saling mengobrol tidak jarang obrolan mereka dipenuhi canda tawa. Saking asyiknya mengobrol, mereka tidak menyadari ada dua pasang mata yamg melihat kebersamaan mereka. Dua pasang mata itu adalah mata  milik Nicky dan Kiki.
          “Eh Nick, lihat deh kok kayanya Alwin deket banget sama Ryn ya? Bukannya si Alwin lagi deket sama Anissa ya?”, kata Kiki sambil menunjuk kearah Alwin dan Ryn.
          Nicky melihat kearah yang ditunjuk Kiki. “Lo inget ga kemarin dia bilang klo Anissa sama dia Cuma temen aja dan ada cewek yang dia suka tapi bukan Anissa?”.
          “Iya gue inget terus kenapa?”
          “Ya kata gue sih cewek yang dia suka itu Ryn, lihat aja tuh mereka akrab banget padahal sebelumnya dia akrabnya sama Anissa”.
          “Lo tau darimana klo cewek yang Alwin suka itu Ryn? Berarti dia ngedeketin Anissa  Cuma buat cari info tentang Ryn dong?”
          “Iya gue Cuma asal tebak aja, lagian gue engga tau tebakan gue bener atau engga. Daripada lo bingung mending lo Tanya sendiri sama Alwin”
          “Eh bener juga kata lo, yuk kita Tanya sekarang. Mumpung ada si Ryn, kali aja ucapan lo tadi bener klo dia suka sama Ryn terus dia ngaku dan nembak si Ryn, mereka ladian dan lo bisa deketin Anissa”, ajak Kiki sambil menggandeng lengan Nicky.
          “Maksud gue nanya langsung ke si Alwin itu bukan sekarang dongdong, lo cakep-cakep tapi otaknya dikit. Klo lo mau Tanya dia sekarang, lo aja sendiri engga usah sama gue. Lagian gue masih punya urusan yang lebih penting dibanding rasa penasaran lo tentang cewek yang disuka sama si Alwin”, kata Nicky sambil melepaskan gandengan Kiki.
          “Ayolah Nick temenin gue Tanya langsung sama si Alwin. Lagian gue yakin lo juga penasaran kan siapa cewek yang ditaksir si Alwin?”.
          “Emang sih gue penasaran, tapi gue engga grasak grusuk kaya lo. Udah ah gue mau pergi dulu. Bye Kiki”, kata Nicky hendak pergi tapi tangannya ditarik lagi oleh Kiki.
          “Ih apaan sih lo? Lepasin tangan gue, nanti ada orang liat kita disangka homo lagi”, kata Nicky sambil berusaha melepaskan tangan Kiki. Dan terjadilah aksi saling tarik menarik antara Kiki dan Nicky.
          Dan tanpa Kiki dan Nicky sadari sedari tadi Alwin dan Ryn melihat tingkah laku mereka berdua. “Eh lo berdua ngapain disana pake gandengan segala lagi, gue curiga jangan-jangan kalian……. Ih….”, kata Alwin sambil bergidik. Sedangkan Ryn hanya tersenyum.
          “Tuhkan lo sih”, gerutu Nicky. Kikipun akhirnya melepaskan tangannya dari tangan Nicky.
          “Eh enak aja gue masih normal tau, buktinya gue lagi deket sama Angel. Tapi klo Nicky sih gue engga tau”, kata Kiki sambil melihat kearah Nicky.
          “Sialan lo, gue juga masih normal tau”, kata Nicky sambil cemberut.
          “Iya-iya gue percaya klo kalian masih normal. Tapi ngapain lo berdua didepan pintu gitu? Lagi ngintipin gue sama Ryn ya?”, Tanya Alwin.
          “Ye lo kepedean siapa juga yang ngintipin orang yang lagi pedekate. Upss…”, kata Nicky keceplosan. Sedangkan Kiki hanya melirik Nicky sambil tersenyum.
          “Oh Alwin lagi pedekate sama Ryn, bukannya lo lagi deket ya sama Anissa?”, goda Kiki.
          Hah jadi selama 2 hari ini dia lagi pedekate sama gue? Tapi gue masih ragu, kan dia lagi deket sama Anissa ngapain juga dia deketin gue? Apa dia deketin gue buat cari info tentang Anissa? Tapi klo emang gitu kenapa dari kemarin dia engga Tanya-tanya soal Anissa? Apa kemarin yang dia ga jadi nanya itu, dia mau Tanya tentang Anissa? Atau ini bentuk pelarian dia karena ditolak sama Anissa? Daripada gue makin bingung mending gue cari tau atau nanya langsung sama Anissa dan Alwin, batin Ryn.
 “Apaan sih lo berdua, daripada lo ngomong ga jelas kaya gitu mending lo gabung deh sama gue dan Ryn”, kata Alwin sambil menyembunyikan rasa malunya.
          “Bener nih kita boleh gabung? Kita engga bakalan ngeganggu kalian kan?”, Tanya Kiki.
          “Ya engga lah, lagian kita berdua Cuma ngobrol kok. Ya kan Ryn?”, Tanya Alwin kepada Ryn tapi tak ada jawaban dari Ryn.
          “Ryn…”, kata Alwin sambil mengibaskan tangannya kedepan muka Ryn. Rynpun langsung bereaksi.
          “Iya kenapa?”, Tanya Ryn bingung.
          “Nicky sama Kiki boleh gabung kan sama kita? Lo kenapa sih ngelamun aja?”.
          “Engga gue engga apa-apa kok. Ah iya Kiki sama Nicky boleh gabung kok sama kita”, kata Ryn sambil tersenyum. Akhirnya Kiki dna Nickypun gabung dan saling mengobrol sama Alwin dan Ryn.
***
          Sejak saat itu Alwin dan Ryn makin dekat, sementara Nicky mulai berusaha untuk mendekati Anissa. Walaupun Ryn senang karena akhirnya bisa dekat sama Alwin, tapi ada sisi lain yang bikin Ryn ragu. Ryn ragu karena dia belum mendapatkan jawaban kenapa akhir-akhir ini Alwin mendekatinya padahal sebelumnya Alwin dekat dengan Anissa.
          Sebenarnya gue senang bisa dekat sama lo Win, tapi gue ragu sama lo. Gue takut klo lo deketin gue itu Cuma pelarian karena lo engga bisa dapetin Anissa, batin Ryn.
          “Lo kenapa Ryn bengong aja?”, Tanya Angel mengagetkan Ryn.
          “Engga apa-apa kok, oh iya Anissa mana? Katanya mau ke toko buku?”, jawab Ryn.
          “Katanya sih lagi otw ke sini, paling sebentar lagi dia datang”, kata Angel sambil melanjutkan membaca majalah.
Hari ini memang Anissa, Angel dan Ryn janjian pergi ke toko buku tapi mereka kumpul dulu di rumah Angel. Tak lama kemudian Anissapun sampai di rumah Angel.
“Duh sory Ryn, Angel gue telat. Tadi abis nganter mamah dulu ke supermarket”, kata Anissa sambil duduk di samping Ryn.
“Engga apa-apa kok Nis, lagian gue juga belum siap-siap. Lihat aja baju gue masih pake baju tidur”, kata Angel.
“Iya Nis, lo tau engga si Angel juga kayanya belum mandi. Masa tadi pas gue datang dia masih tidur. Parah kan?”, ceplos Ryn.
“Enak aja lo gue sebelum sholat subuh langsung mandi tau, tapi gue males ganti baju makanya masih pake baju tidur. Ya udah gue mau ganti baju dulu ya. Nis, klo lo mau minum ambil sendiri ya”, kata Angel sambil berjalan menuju kamarnya.
“Iya. Lo mah sama siapa aja”, kata Anissa sambil cemberut.
Memang Anissa, Ryn dan Angel bersahabat dari kecil jadi udah kaya saudara sendiri. Lagipula orang tua mereka juga udah sahabatan dari zaman ortu mereka muda, jadi klo salah satu dari mereka main ke rumah, mereka engga segan-segan ngambil minum sendiri tapi sepengetahuan orang rumah ya. Tak lama kemudian Angelpun keluar kamar dengan pakaian kasualnya dan merekapun segera berangkat ke toko buku.


***
          Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke toko buku dan merekapun mencari buku yang mereka ingin beli.
          “Nis, gue boleh Tanya sesuatu engga?”, kata Ryn sambil melihat buku yang ada didepannya.
          “Ya boleh lah Ryn. Lo mau Tanya apa?”.
          “Tentang lo sama Alwin. Lo pacaran ya sama Alwin?”.
          Anissa tertawa. “Ryn lo lucu”
          “Ah lo Nis, gue nanya serius malah diketawain”, kata Ryn cemberut.
          “Klo iya kenapa? Klo engga kenapa?”.
          “Ya engga apa-apa sih”.
          “Lo cemburu ya?”
          “Engga. Ya klo lo engga mau jawab ya engga apa-apa”
          “Klo lo cemburu bilang aja, lagian lo engga usah cemburu sama gue, gue sama Alwin Cuma temen”.
          “Serius lo? Bukannya lo deket sama dia. Gue kira lo pacaran sama dia?”.
          “Ngapain gue bohong sama lo Ryn, lagian coba lo pikir sekarang kan dia lagi deketin lo. Klo gue sama dia pacaran, harusnya gue cemburu tapi sampai hari ini gue masih santai aja kan?”
          “Iya juga sih, kan klo lo lagi cemburu sama orang lo suka marah-marah engga jelas dan suka banting-banting barang”.
          “Hah gue suka kaya gitu ya? Kayanya engga deh. Lo mah suka ngaco. Btw kenapa lo Tanya gitu?”
          “Hmm… Nis, jujur aja ya, sebenernya klo liat lo lagi deket sama Alwin perasaan gue beda. Kaya engga suka gitu klo lo deket sama dia…..”
          “Oh itu namanya lo cemburu, tapi tenang aja Ryn gue engga ada apa-apa ko sama dia”, potong Anissa.
          “Ih lo mah gue kan belum selesai ngomongnya. Tapi gue tenang Nis, klo lo emang engga pacaran sama dia. Bukannya apa-apa gue takut lo marah sama gue dan lo nganggap gue sebagai perebut pacar orang”.
          “Engga lah Ryn”, kata Anissa sambil tersenyum. Tiba-tiba Angel datang dari belakang Ryn.
          “Ayo lagi pada ngomongin apa nih? Kok gue engga diajak sih?”, Tanya Angel.
          “Ini nih si Ryn kayanya suka sama Alwin”, jawab Anissa.
          “Apaan sih lo Nis?”, kata Ryn malu.
          “Cie… Ryn lagi love love di udara nih. Duh berarti cinta Alwin terbalas dong”.
          “Maksud lo Ngel?”, Tanya Ryn tak mengerti.
          “Jadi lo belum tau Ryn? Kirain gue dia udah bilang”, kata Anissa.
          “Bilang apa?”, Tanya Ryn masih tidak mengerti.
          “Nanti juga lo tau Ryn, kalian udah nyari bukunya?”, jawab Angel.
          “Udah nih”, kata Anissa sambil memperlihatkan buku yang ingin dia beli.
          “Ya udah kita bayar yuk. Abis ini kita mau kemana?”, Tanya Ryn.
          “Shooping”, jawab Angel dan Anissa kompak. Mereka bertigapun pergi ke kasir dan menuju ke tempat pakaian.
***
          Disisi lain saat bidadari-bidadari mereka asyik shoping, sang pangeran malah asyik makan di sebuah restoran fast food di mall yang sama saat sang bidadari shooping.
          “Win, kayanya lo makin deket sama Ryn. Jangan-jangan cewek yang lo maksud itu si Ryn ya?”, Tanya Kiki.
          Alwin hanya tersenyum. “Klo iya kenapa? Lo cemburu? Kan lo udah punya Angel?”.
          “Iya engga kenapa-kenapa sih Win, gue Cuma penasaran aja sama cewek yang lo suka. Berarti bener dong sama tebakan Nicky”.
          “Nick, lo nebak kaya gitu kenapa?”.
          “Iya gue Cuma asal nebak aja Win. Ternyata tebakan gue bener ya?”, jawab Nicky sambil nyengir. Alwin hanya mengangguk.
          “Oh iya guys, kalian mau nembak cewek idaman kalian kapan?”.
          “Belum tau nih, lagian kan gue baru deket banget sama Anissa belum lama”, jawab Nicky.
          “Gue punya ide, kan 4 bulan lagi mau ngadain prom night gimana klo kita nembak mereka pas acara itu”, kata Alwin.
          “Boleh juga ide lo Win”, kata Kiki.
***
          Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke toko buku dan merekapun mencari buku yang mereka ingin beli.
          “Nis, gue boleh Tanya sesuatu engga?”, kata Ryn sambil melihat buku yang ada didepannya.
          “Ya boleh lah Ryn. Lo mau Tanya apa?”.
          “Tentang lo sama Alwin. Lo pacaran ya sama Alwin?”.
          Anissa tertawa. “Ryn lo lucu”
          “Ah lo Nis, gue nanya serius malah diketawain”, kata Ryn cemberut.
          “Klo iya kenapa? Klo engga kenapa?”.
          “Ya engga apa-apa sih”.
          “Lo cemburu ya?”
          “Engga. Ya klo lo engga mau jawab ya engga apa-apa”
          “Klo lo cemburu bilang aja, lagian lo engga usah cemburu sama gue, gue sama Alwin Cuma temen”.
          “Serius lo? Bukannya lo deket sama dia. Gue kira lo pacaran sama dia?”.
          “Ngapain gue bohong sama lo Ryn, lagian coba lo pikir sekarang kan dia lagi deketin lo. Klo gue sama dia pacaran, harusnya gue cemburu tapi sampai hari ini gue masih santai aja kan?”
          “Iya juga sih, kan klo lo lagi cemburu sama orang lo suka marah-marah engga jelas dan suka banting-banting barang”.
          “Hah gue suka kaya gitu ya? Kayanya engga deh. Lo mah suka ngaco. Btw kenapa lo Tanya gitu?”
          “Hmm… Nis, jujur aja ya, sebenernya klo liat lo lagi deket sama Alwin perasaan gue beda. Kaya engga suka gitu klo lo deket sama dia…..”
          “Oh itu namanya lo cemburu, tapi tenang aja Ryn gue engga ada apa-apa ko sama dia”, potong Anissa.
          “Ih lo mah gue kan belum selesai ngomongnya. Tapi gue tenang Nis, klo lo emang engga pacaran sama dia. Bukannya apa-apa gue takut lo marah sama gue dan lo nganggap gue sebagai perebut pacar orang”.
          “Engga lah Ryn”, kata Anissa sambil tersenyum. Tiba-tiba Angel datang dari belakang Ryn.
          “Ayo lagi pada ngomongin apa nih? Kok gue engga diajak sih?”, Tanya Angel.
          “Ini nih si Ryn kayanya suka sama Alwin”, jawab Anissa.
          “Apaan sih lo Nis?”, kata Ryn malu.
          “Cie… Ryn lagi love love di udara nih. Duh berarti cinta Alwin terbalas dong”.
          “Maksud lo Ngel?”, Tanya Ryn tak mengerti.
          “Jadi lo belum tau Ryn? Kirain gue dia udah bilang”, kata Anissa.
          “Bilang apa?”, Tanya Ryn masih tidak mengerti.
          “Nanti juga lo tau Ryn, kalian udah nyari bukunya?”, jawab Angel.
          “Udah nih”, kata Anissa sambil memperlihatkan buku yang ingin dia beli.
          “Ya udah kita bayar yuk. Abis ini kita mau kemana?”, Tanya Ryn.
          “Shooping”, jawab Angel dan Anissa kompak. Mereka bertigapun pergi ke kasir dan menuju ke tempat pakaian.
***
          Disisi lain saat bidadari-bidadari mereka asyik shoping, sang pangeran malah asyik makan di sebuah restoran fast food di mall yang sama saat sang bidadari shooping.
          “Win, kayanya lo makin deket sama Ryn. Jangan-jangan cewek yang lo maksud itu si Ryn ya?”, Tanya Kiki.
          Alwin hanya tersenyum. “Klo iya kenapa? Lo cemburu? Kan lo udah punya Angel?”.
          “Iya engga kenapa-kenapa sih Win, gue Cuma penasaran aja sama cewek yang lo suka. Berarti bener dong sama tebakan Nicky”.
          “Nick, lo nebak kaya gitu kenapa?”.
          “Iya gue Cuma asal nebak aja Win. Ternyata tebakan gue bener ya?”, jawab Nicky sambil nyengir. Alwin hanya mengangguk.
          “Oh iya guys, kalian mau nembak cewek idaman kalian kapan?”.
          “Belum tau nih, lagian kan gue baru deket banget sama Anissa belum lama”, jawab Nicky.
          “Gue punya ide, kan 4 bulan lagi mau ngadain prom night gimana klo kita nembak mereka pas acara itu”, kata Alwin.
          “Boleh juga ide lo Win”, kata Kiki.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar