Sabtu, 01 Desember 2012

PAHAT HATI PART 2


Hari ini Farel bangun siang karena libur kuliah. Habis mandi dia langsung ke meja makan buat sarapan.
Mamah dan Bapak Farel lagi tugas di Bandung.
            “Kak Bisma mana bi?”, Tanya Farel kepada bi Inah, asisten rumah tangga di rumah Farel.
            “Ke bandara mas Farel, kan hari ini mas Bisma lagi ada jadwal manggung di Samarinda. Oh iya mas katanya mbak Keisha temennya mas Farel hari ini mau berangkat ke Korea loh mas. Tadi bibi ga sengaja dengerin pembicaraan mas Bisma dan mas Rafael kakaknya Keisha. Jadi mas Bisma sekalian nganter mbak Keisha ke Bandara”, jawab bi Inah.
            “Apa Keisha berangkat sekarang bi?”, Tanya Farel kaget.
            “Iya mas….”, belum sempat bi Inah melanjutkan pembicaraan, Farel udah keluar untuk ke Bandara menemui Keisha.
***
@Bandara
            Bagi para penumpang penerbangan jurusan Busan Korea Selatan pesawat 10 menit lagi akan segera take off. Itulah pengumuman dari operator bandara.
            “Aku berangkat dulu ya kak”, kata Keisha sambil menuju pintu masuk ruang pemeriksaan.
            “Hati-hati ya Kei”, teriak Rafael dan Keishapun melambaikan tangannya kepada teman dan kakak-kakaknya.
            Farelpun segera berlari menuju terminal keberangkatan internasional setelah sampai di bandara. Diapun berlari sambil celingak-celinguk berharap dia bisa bertemu Keisha ataupun kak Bisma. Bismapun keluar dari terminal keberangkatan internasional menuju terminal keberangkatan domestic karena pesawat yang akan mereka tumpangi sebentar lagi akan take off. Bismapun melihat Farel yang sedang celingukan.
            “Farel”, panggil Bisma.
            “Kak Bisma, Keisha mana?”, Tanya Farel dengan nafas terputus-putus.
            “Keisha? Lagian ngapain kamu ada disini?”, Tanya Bisma bingung.
            “Aku denger dari bi Inah katanya Keisha mau berangkat ke Korea hari ini, makanya aku kesini”, jawab Farel.
            “Kamu udah tau Rel? Keisha baru aja berangkat 5 menit yang lalu”, Tanya Rafael.
            “Iya aku tau dari bi Inah, kak Bisma pasti udah tau lebih dulu kan? Kenapa kakak ga ngasih tau aku? Lo juga Kania, Dinda, Karla kalian juga udah tau kan, kenapa kalian semua ga ngasih tau ke gue?”, Tanya Farel.
            “Sory Rel, kita semua ga ngasih tau lo soalnya Keisha yang larang kita untuk kasih tau lo”, jawab Kania.
            “Iya bukannya kakak ga mau ngasih tau Rel, tapi Keisha yang mau kamu ga tau klo dia mau pindah ke Korea, maafin kita Rel lagian kakak liat juga kamu ga peduli sama Keisha”, jawab Bisma.
            Farel hanya diam. “Walaupun gue sering berantem sama dia, bukan berarti gue ga peduli. Klo aja kalian bilang Keisha mau pindah ke Korea mungkin gue udah minta maaf sekarang”, kata Farel sedih.
***
            Kata orang kita mulai menyadari klo kita membutuhkan seseorang ketika dia telah pergi. Begitu juga yang dirasain Farel sekarang, dia mulai menyadari bahwa dia membutuhkan Keisha, dia juga mulai menyadari klo dia sayang sama Keisha dan sekarang Keisha pergi tanpa pamitan, tanpa kata-kata terakhir untuknya dah Keishapun pergi dengan meninggalkan rasa bersalah untuk Farel dan rasa amarah bagi Keisha.
            Banyak kenangan yang ditinggalkan Keisha selama syuting berlangsung di Bandung. Ada kenangan manis dan kenangan pahit. Sejak pertengkaran Keisha dan Farel di Bandung hingga akhirnya mereka saling diam-diaman sampai Keisha memutuskan pindah ke Korea Farel merenung tentang perasaannya, tentang semua kejahilan-kejahilan Farel kepada Keisha dan dalam perenungan itu Farel menyadari bahwa dia bener-bener sayang sama Keisha dan klo Keisha kembali ke Jakarta dia akan minta maaf kepada Keisha.
***
@4 tahun kemudian
             Farel sekarang bekerja di sebuah Production House (PH) yang dia rintis bersama teman-temannya Reza, Dicky dan Ilham. Member SM*SH seperti Rafael, Bisma, Morgan dan Rangga sudah menikah dengan pacarnya masing-masing, sedangkan Reza masih pacaran sama Kania, Dicky sama Karla dan Ilham sama Dinda. SM*SH pun masih eksis di dunia music Indonesia. Hubungan Farel, Agung dan Nasyapun mulai membaik dan mereka jadi sahabat lagi.
            “Rel gimana skenarionya bagus engga?”, Tanya Reza.
            “Lumayan sih ceritanya tapi lo punya kandidat lain ga?”, Tanya Farel balik.
            “Gue punya penulis scenario yang tulisannya bagus banget, lo pasti suka sama dia”, kata Ilham tiba-tiba muncul dari balik pintu.
            “Lo nyamber aja kaya listrik”, gerutu Reza.
            “Yang bener Ham? Mana orangnya?”, kata Farel sumringah
            “Sebentar lagi juga datang, tadi katanya sih lagi on the way kesini”, jawab Ilham. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ternyata Dicky.
            “Ham, si Dicky orangnya?”, Tanya Farel.
            “Bukan Dicky, tuh orang yang dibelakang si Dicky”, jawab Ilham. Iya ternyata ada seorang cowok berkacamata yang di belakang Dicky. Melihat orang itu Farel terlihat sedih.
            “Kenapa lo tadi kayanya seneng banget? Lo kira si Keisha ya? Soalnya orang yang lo kenal dan tulisannya bagus Cuma si Keisha iya kan?”,  goda Reza. Farel hanya diem dan berbicara kepada cowok berkacamata yang disamping Dicky.
            “Nama kau siapa? Kamu bawa skenarionya kan?”, Tanya Farel kepada cowok berkacamata itu.
            “Nama saya Parjo mas dan ini scenario saya”, jawab Parjo sambil membetulkan kacamatanya yang melorot dan memberikan skenarionya kepada Farel.
            Farelpun membaca scenario itu dan mempelajarinya. “Oke tulisanmu bagus tapi tunggu panggilan ya”.
***
            Hari ini Keisha pulang ke Jakarta untuk ketemu kakak dan teman-temannya sekaligus kerja di Jakarta. Dengan langkah pasti Keisha menuju rumah ya sudah ditinggalinya selama 4 tahun lebih dan sekarang ditempati oleh kak Rafael dan kak Linzy istrinya. Iya Rafael nikah sama Linzy dan sekarang Linzy sedang hamil anak pertamanya tinggal nunggu waktu lahirnya aja.
            “Assalamu alaikum”, sapa Keisha dibalik pintu rumahnya.
            “Waalaikum salam, Keisha apa kabar? Udah lama ga ketemu. Engga sama mamah dan bapak Kei?”, Tanya Linzy sambil memeluk adik iparnya.
            “Baik Kak, engga mamah sama bapak ga pulang, aku aja yang  pulang lagian aku juga mau kerja disini kak. Gimana kabar kakak? Terus ponakanku kapan lahirnya nih?”, Tanya Keisha sambil memegang perut Linzy yang makin membesar.
            “Kabar kakak baik Kei, iya tinggal tunggu waktu aja, kata dokter sih seminggu lagi”, jawab Linzy. Tiba-tiba Rafael dating dari dalam kamar.
            “Kayanya aku denger suara adikku yang bawel deh, apa kabar Kei? Kok kamu ga bilang sih mau pulang, kan bisa kakak jemput”, sapa Rafael sabil memeluk adiknya.
            “Baik kak, ah kakak kaya punya waktu aja buat jemput aku. Oh iya kak aku boleh kan tinggal dan kerja disini?”.
            “Ya bolehlah Kei, emang kamu mau kerja dimana?”, jawab Rafael.
            “Belum tau sih kak, tapi nanti aku cari dikoran atau nanya sama temen-temen aku”.
***
            Keesokkan harinya Keisha pergi ke rumah Kania untuk melepas rindu dengan sahabatnya itu. Karena bosan di rumah Kania terus akhirnya Kania mengajak Keisha untuk jalan-jalan ke mall sekalian menemui Karla dan Dinda. Mereka janjian di sebuah kafe. Setelah setengah jam shooping di mall, merekapun pegi ke kafe tempat mereka janjian. Akhirnya Keisha dan Kania sampai di kafe itu dan ketika melihat Kania dan Keisha, Karla dan Dindapun memanggil Keisha dan Kania.
            “Keisha, Kania disini”, kata Karla dan Dinda bersamaan. Mendengar itu Kaniadan Keishapun berjalan menuju tempat Karla dan Dinda. Ternyata disana juga ada Dicky, Reza, Ilham dan Farel, tapi ketika Keisha melihat Farel…..
            “Keisha…”, kata Farel kaget.
            “Gue kesini itu buat ketemu lo, Karla, Dinda, Dicky, Ilham dan Reza Ka, bukan ketemu sama dia”, kata Keisha sinis lalu pergi keluar kafe meninggal teman-temannya.
            “Keisha tunggu Kei”, teriak Kania. Kania, Karla, Dinda, Dicky, Reza, Ilham dan Farelpun menyusul Keisha tapi mereka terlambat karena Keisha sudah masuk kedalam taksi dan taksi segera pergi.
            “Waktu Keisha berangkat ke Korea kalian ga bilang sama gue dan sekarang Keisha balik kesini kalian juga ga bilang sama gue”, gerutu Farel sambil melihat taksi yang ditumpangi Keisha.
            “Maafin kita Rel, bukannya kita ga mau bilang. Tapi kita udah janji sama Keisha supaya lo ga tau klo dia udah balik ke Jakarta”, kata Reza.
            “Pokoknya kalian harus bantu gue supaya gue bisa ngobrol sama Keisha”, kata Farel tegas.
***
            Keisha masuk kedalam rumah dengan tampang BT, membuat Linzy dan Farel yang berada di ruang keluarga bingung.
            “Assallamu alaikum”, kata Keishasambil duduk disebelah Linzy.
            “Waalaikum salam, kenapa kamu Kei? Bukannya seneng ketemu sama temen-temen kamu malah cemberut gitu”, kata Rafael.
            “Seneng sih seneng tapi pas ngeliat Farel jadi BT deh”, jawab Keisha.
            “Oh gara-gara Farel. Emang kamu belum bisa maafin Farel?”, Tanya Linzy.
            “Maafin dia sih udah kak, tapi aku belum bisa ketemu sama dia lagi. Udah ah kak, aku ke kamar dulu ya”, kata Keisha sambil berjalan menuju kamarnya.
***

Malam harinya Rafael dan Linzy mengajak Keisha untuk beli bubur ayam karena Linzy lagi ngidam bubur ayam malam itu. Tapi sebenarnya mereka berdua mau nemuin Keisha dengan Farel, itu juga rencana teman-teman Keisha supaya Farel dan Keisha  baikan.
            “Ah males ah, kak Linzy sama kak Landry aja yang pergi lagian malam-malam gini mau cari dimana lagi tuh bubur. Kakak aneh-aneh aja ngidamnya”, gerutu Keisha ketika Rafael dan Linzy mengajak Keisha pergi.
            “Tapi kan ponakan kamu itu maunya diantar nyari buburnya sama kamu  juga Kei. Masa kamu ga kasian sama ponakan pertama kamu ini. Klo kamu ga ikut aku bakalan marah selamanya sama kamu”, bujuk Linzy sambil cemberut.
            “Iya nih Kei, ini juga kan buat keponakan kamu juga”, kata Rafael.
            “Duh ya udah aku ikut. Dasar kakak gendut”, gerutu Keisha.
            “Apa kamu bilang Kei? Ini anak aku tau”, gerutu Rafael.
            “Iya-iya, Ya udah ayo katanya mau cari bubur”, ajak Keisha. Merekapun berangkat menuju tempat Farel menunggu Keisha. Setengah jam kemudian merekapun sampai ketempat yang dituju.
            “Emang disini ada tempat jualan bubur ayam ya?”, Tanya Keisha sambil celingak-celinguk ga jelas.
            “Emang ga ada tapi di ruangan itu Farel udah nunggu kamu”, kata Linzy hati-hati.
            “What Farel? Jangan ini jebakan kak Linzy dan kak Landry buat nemuin aku sama Farel. Aku ga mau”, kata Keisha sambil berjalan pergi tapi tangannya di genggam Rafael.
            “Kei sampai kapan kamu mau kaya gini terus. Farel itu mau minta maaf sama kamu bukan mau jailin kamu. Kamu temuin dia sana kasian dia yuk”, bujuk Rafael.
            “Beneran Kei klo kamu ga nemuin kasian ponakan kamu ini”, kata Linzy sambil mengusap perutnya dan menarik Keisha untuk masuk ke ruangan itu.
            “Apa hubungannya sama anak kakak? Bukannya anak kakak minta bubur ya?”, kata Keisha sewot.
            Linzy menggeleng.”Engga jadi dia maunya bibinya itu baikan sama Farel”.
            “Dasar ibu-ibu gendut”, ejek Keisha sambil cemberut. Linzy cemberut mendengar ucapan Keisha.
            “Gini-gini juga istri aku tau”, bela Rafael. Merekapun masuk ke ruangan itu tapi Farel tidak ada disana yang ada hanya dua buah bangku.
            “Mana Farelnya katanya mau ketemu sama aku?”, Tanya Keisha.
            “Udah kamu duduk disana dulu. Nanti Farel juga temuin kamu”, kata Rafael.
            Keisha menggeleng sambil cemberut. “Klo kamu ga mau aku ga akan anggap kamu adik lagi. Dan kamu ga bakal ketemu sama ponakan kamu ini”, ancam Linzy.
            “Eh… Kok kakak bilang gitu sih, ya udah iya”, kata Keisha sambil berjalan menuju kursi yang telah disediakan Farel. Setelah itu Keishapun duduk di bangku itu dan kemudian Farelpun menyalakan proyektornya dan disana Keisha melihat suasana waktu mereka syuting di Bandung untuk tugas pak Andre empat tahun lalu.
            “Makasih ya lo udah mau datang”, kata Farel sambil duduk disebelah Keisha.
            “Gue mau kesini karena kakak gue, lagian lo Cuma mau bilang itu aja?”, Tanya Keisha sinis.
            “Gue minta maaf atas perlakuan gue selama lo disini. Sejak lo pergi ke Korea jujur gue merasa kehilangan lo, karena ga ada lagi orang yang bisa gue isengin. Film ini diambil waktu kita syuting di Bandung, gue juga ga nyangka selama di Bandung anak-anak ngerekam kita juga dan ini gue persembahin buat lo”, kata Farel sambil tersenyum.
            “Udah ngomongnya klo udah gue harus pulang soalnya masih banyak yang mesti gue kerjain”, kata Keisha sambil berdiri dan hendak pergi.
            “Tunggu Kei, gue mau ngasih ini klo udah balikin lagi ya ke gue”, kata Farel sambil memberikan sebuah makalah ke Keisha.
            “Apaan nih?”, Tanya Keisha bingung tapi dia menerima makalah itu.
            “Lo baca aja”.
            “Ya udah”, kata Keisha dan Keishapun berlalu pergi.
***
Keisha sedang menulis skenarionya di kamarnya. Karena ga punya ide lagi Keishapun beristirahat sejenak. Mata Keishapun tertuju ke sebuah makalah yang diberikan di atas meja belajarnya dan iapun mengambil makalah itu dan membacanya.
“Oh scenario kok ceritanya ngegantung gini sih ga ada lanjutannya mana ceritanya gini lagi. Dasar otak dikit ga bisa nulis scenario aja sok-sokan mana ga ada lanjutannya lagi, pasti scenario ini dia kasih supaya gue lanjutin ceritanya deh”, gerutu Keisha.Tiba-tiba ada sms masuk.
Malam Kei, udah dibaca belum? Klo udah besok malam gue tunggu di taman yang biasa anak-anak ngumpul ya. Met malam cantik. Itu isi sms dari Farel, udah beberapa hari ini Farel emang suka kirim sms ke Keisha dan isinyapun sama. Klo smsnya ga dibales Farel pasti nemuin Keisha atau nyampein pesannya ke Linzy sampai Keisha bosen. Keishapun membalas sms Farel.
To: Farel
Iya udah, insya allah gue datang tapi jangan terlalu banyak berharap. Itulah sms dari Keisha. Tak lama kemudian ada sms lagi dari Farel.
From : Farel
Gue yakin lo pasti datang Kei, gue tunggu ya. See you cantik.
“Ih ini anak PD banget sih”, gerutu Keisha.
Duh akhirnya Keisha mau juga ketemu sama Farel. Cie… Farel muji-muji Keisha cantik, tapi emang Keisha cantik kok J, Farel aja yang baru nyadar sekarang. Kira-kira Farel mau ngapain ya sampe ngajak ketemuan di taman gitu? Pasti ada maksud lain nih selain nyuruh Keisha ngembaliin scenario Farel, jangan-jangan Farel mau nembak Keisha? Kira-kira Keisha datang engga ya ke Taman untuk nemuin Farel? Kita liat Farel yuk dia lagi ngapain…
***
Farel sedang menulis sesuatu di kertas warna-warni, setelah menulis itu Farelpun menggulung kertas itu dan memasukkannya kesebuah toples bening. Kata orang klo kita menulis sebuah harapan ke kertas dan memasukkannya ke toples harapan itu bisa terwujud tapi engga tau bener engga tau engga yang jelas jika kita menulis harapan-harapan itu dikertas dan dimasukkannya kedalam toples, ketika kita membuka toples itu kembali dan membukanya kita pasti tau harapan apa saja yang sudah dan belum terwujud. Itu juga biasa dilakukan Keisha di waktu senggangnya dan Farel melakukan hal yang sama untuk Keisha.
“Kei mudah-mudahan lo suka ya”, harap Farel sambil memperhatikan kalung milik Keisha yang dia buang waktu SMA. Farelpun melanjutkan tulisan-tulisan itu sampai toples itu terisi penuh.
***

Besok malamnya Farel sudah menunggu di Taman kota biasa dia dan teman-temannya berkumpul menghabiskan waktu senggang. Farel terlihat keren mala mini dengan kemeja biru dan jins biru, ditangannya memegang sebuah toples yag berisi kertas-kertas dengan tulisan kata hatinya untuk Keisha.
“Keisha masih inget engga ya tempat ini?”, tanyanya kepada diri sendiri. Tak lama kemudian Keishapun datang dengan pakaian kasualnya lalu dia menghampiri Farel.
“Nih scenario lo”, kata Keisha sambil memberikan scenario Farel. Farelpun melihat scenario itu.
“Loh kok bagian akhirnya masih kosong sih? Lo juga lama banget baca scenario kaya gini doang sampe tiga hari”, gerutu Farel.
“Ngapain gue terusin scenario kacangan buatan lo ini, lagian emang gue engga ada kerjaan lain apa selain baca scenario lo itu. Gue sibuk tau, masih untung aja gue masih punya waktu buat baca itu skenario, tadinya sih gue mau buang atau kertasnya mau jadiin bungkus kacang. Lo berharap ya scenario lo itu gue lanjutin?”, kata Keisha sinis.
“Enak aja lo mau buang nih scenario, jelek-jelek gini hasil kerja keras gue tau. Engga gue ga berharap lo nerusin scenario gue, jujur aja ya tulisan lo jelek tau”, kata Farel. Aduh dasar Farel mau romatis-romantisan aja susah banget malah diajak berantem dulu.
“Ah ga usah ngeles deh bilang aja klo tulisan gue bagus. Udah aha gue mau pulang ga ada waktu buat berurusan sama lo”, kata Keisha hendak pergi tapi tangan Keisha ditarik oleh Farel.
“Kei tunggu ada yang mau gue omongin”, kata Farel serius.
“Apaan?”, Tanya Keisha penasaran. Farel tidak menjawab diapun memberikan toples yang berisikan kertas-kertas yang dibuatnya.
“Apaan nih?”, Tanya Keisha sambil menerima toples itu.
“Lo buka aja”. Keishapun membuka tutup toples itu dan mengambil satu kertas yang ada didalamnya.
“Gadisku I Heart You. Engga ada yang bisa memisahkan cinta, waktupun tak akan tega kau dan aku bersama selamanya”, kata Keisha membaca tulisan itu. Keishapun mengambil satu kertas lagi dan isinyapun sama.
“Apaan nih maksudnya? Ini bukannya lirik lagu SM*SH ya? Lo mau nyanyi disini?’, ejek Keisha.
“Dikertas yang ada ditoples itu isinya emang sama. Gadisku I Heart You. Engga ada yang bisa memisahkan cinta waktupun tak akan tega, kau dan aku bersama selamanya. Itu semua perasaan aku sama kamu. Aku sayang sama kamu Kei, dan aku mau kita bersama selamanya”, kata Farel serius sambil memegang tangan Keisha.
“Hahaha…. Lo cocok jadi pelawak Rel, tapi ga lucu. Gue engga akan ketipu sama omongan lo, lo pasti ngerjain gue kan? Mana mungkin lo suka sama gue, yang gue tau lo itu benci sama gue”, kata Keisha sambil melepaskan genggaman Farel ditangannya.
“Oke aku tau, aku suka ngerjain kamu, bikin kesel kamu, bikin marah kamu, aku minta maaf Kei. Tapi mulai sekarang aku engga akan  ngerjain kamu lagi. Aku sadar Kei, klo aku sayang sama kamu, jujur semenjak kamu ada di Korea, aku bener-bener kehilangan kamu Kei. Kamu maukan maafin aku”.
“Apa yang udah lo lakuin sama gue dengan mudahnya lo minta maaf? Engga Rel. Mungkin klo soal lo suka ngerjain gue, gue bisa maafin tapi klo soal lo udah buang kalung kesayangan gue waktu SMA engga semudah itu gue bisa maafin lo karena menurut gue itu kesalahan terbesar lo sama gue”, kata Keisha sambil membelakangi Farel. Farelpun mengambil kalung Keisha dari saku celana jinsnya lalu mengalungkannya ke leher Keisha. Dan tindakkan Farel itu mengagetkan Keisha.
“Klo aku nemuin kalung kamu, kamu mau maafin aku dan kamu mau jadi bagian dari hidup aku?”, Tanya Farel sesudah memasang kalung di leher Keisha.
“Lo nemuin dimana kalung gue?”, Tanya Keisha sambil memandangi kalung yang udah lama dia cari dan sekarang sudah kembali ketempatnya yaitu leher Keisha.
“Kok malah nanya balik sih, kamu belum jawab pertanyaan aku”, goda Farel.
“Lo jawab pertanyaan gue dulu, baru gue jawab pertanyaan lo”, kata Keisha jengkel.
“Oke aku jawab tapi jawaban kamu harus iya. Aku engga mau denger jawaban engga”, kata Farel maksa.
“Terserah lo deh”, kata Keisha sambil berjalan pergi tapi dengan sigap Farel menggamit tangan Keisha.
“Kamu mau kemana? Gitu aja ngambek sih, bukannya terima kasih kalungnya udah aku temuin. Oke aku jawab waktu aku buang kalung kamu dan ngeliat kamu nangis karena kalung itu dan akhirnya kamu marah sama aku, aku langsung nyari kalung itu. Susah payah tau aku nyarinya sampai malam lagi, akhirnya kalung itu ketemu di deket gerbang sekolah. Tadinya mau aku kembaliin tapi kamu kayanya marah banget sama aku, ya udah akhirnya aku simpan kalungnya sampai sekarang. Setiap aku ngeliat kalung itu aku ngerasa bersalah banget tapi karena keegoisan aku, aku selalu menyangkal perasaan itu. Dan sejak itu juga ada perasaan aneh setiap ngeliat dan inget kamu, tapi karena aku takut terulang kejadian yang sama waktu aku masih SMP akhirnya aku buang perasaan itu jauh-jauh. Tuhkan aku udah jawab pertanyaan kamu, sekarang kamu jawab pertanyaan aku ya cantik”, goda Farel.
“Oke terima kasih udah nemuin kalung gue tapi engga semudah itu ya gue mau maafin lo apalagi pacaran sama lo. Ih amit-amit”, kata Keisha jutek.
“Bener nih ga mau jadi pacar aku? Nanti nyesel loh”.
“Engga”.
“Oke aku harus ngelakuin apa supaya kamu mau maafin aku dan aku bisa dapetin hati kamu”.
Keisha tampak berpikir tak lama kemudian hp Keisha berbunyi ada telepon dari Rafael.
“Halo kak ada apa?”, Tanya Keisha langsung setelah menekan tanda hijau di hpnya.
“Anakku udah lahir Kei, cewek cantik banget kaya mamahnya. Kamu langsung ke rumah sakit ya, kakak tunggu”, kata Rafael.
“Oke kak, aku langsung kesana”, kata Keisha dan menutup teleponnya.
“Hal pertama yang harus lo lakuin antar gue ke rumah sakit. Kak Linzy ngelahirin”, kata Keisha kepada Farel.
“Oh Cuma itu aja, itu mah gampang”, kata Farel.
“Enak aja Cuma itu aja masih banyak”, kata Keisha sambil berjalan pergi.
“Oke aku akan ngelakuin apa aja supaya kamu mau maafin aku”, kata Farel sambil menyusul Keisha.
***

Keisha dan Farel telah sampai dirumah sakit dan langsung menuju kamar pasien tempat Linzy dirawat. Keisha dan Farelpun masuk disana sudah ada Bisma, Putri, Kania, Karla dan Dinda.
            “Assallamu alaikum”, kata Farel dan Keisha.
            “Waalaikum salam. Eh Farel, Keisha udah datang. Cie… udah baikan nih ceritanya”, goda Bisma.
            “Engga, siapa bilang kita udah baikan? Mana ponakanku yang cantik, pasti cantik deh soalnya tantenya juga cantik”, kata Keisha narsis sambil berjalan menuju tempat tidur Linzy dan memegang pipi chubby ponakannya.
            “Ih narsis banget si lo, yang jelas mirip mamahnya lah bukan mirip lo”, ejek Kania.
            “Biarin. Kak Linzy anaknya boleh aku gendong ga? Oh iya namanya siapa kak? Mamah sama bapak udah kasih tau ga?”, Tanya Keisha kepada Linzy dan Rafael.
            “Boleh tapi hati-hati ya. Namanya Lira Landry Margaretha, mamah sama bapak katanya mau ke Jakarta besok pagi dari Korea”, jawab Linzy dan Keishapun menggendong Lira dengan hati-hati.
            “Kei kamu udah pantes jadi ibu tau klo kaya gitu”, goda Rafael.
            “Iya tapi itu masih lama, iya sayang ya? Lucu banget sih kamu, klo udah gede kamu jangan nakal ya, jangan kaya ayah kamu waktu kecilnya nakal banget sering ngerjain adiknya terus”, curhat Keisha ke Lira. Ada-ada aja nih Keisha masa curhat sama bayi. J
            “Siapa bilang aku sering ngerjain kamu, yang ada kamu tuh yang ngerjain aku”, gerutu Rafael.
            Keisha hanya nyengir. “Oh iya Kak, tadi kakak bilang Mamah sama bapak dari Korea mau kesininya pagi? Ya udah paling juga nyampenya malam, kakak kapan bisa pulang?”.
            “Paling besok pagi Kei, engga apa-apakan malam ini di rumah sendiri?”, jawab Rafael.
            “Engga apa-apa Kak, lagian aku udah gede masa ga berani sih di rumah sendiri di Korea juga aku tinggal di apartemen sendiri, soalnya jarak dari rumah ke kampus jauh banget. Ya udah aku mutusin tinggal di apartemen aja. Oh iya kak aku diterima kerja, besok aku mulai kerja”, cerita Keisha girang sambil meletakkan Lira dibok bayi karena Lira sudah tidur.
            “Alhamdulillah bagus dong, kerja dimana?”, Tanya Putri.
            “Di tempat aku kerja kak”, jawab Kania.
            “Oh iya Raf, kita pamit pulang dulu, udah malam banget”, pamit Bisma.
            “Ya udah makasih ya Bis, Put udah datang”, kata Rafael.
            “Iya sama-sama. Zy met jadi ibu ya”, kata Putri. Bisma dan Putripun keluar dari kamar rawat diantar oleh Rafael dan Farel.
            “Rel mau bareng engga?”, Tanya Bisma.
            “Engga deh mau antar Keisha pulang dulu”, jawab Farel sambil tersenyum.
            “Ada kemajuan nih ceritanya”, goda Bisma.
            Farel hanya tersenyum. “Belum kak lagi berusaha nih, Keisha susah banget ditaklukinnya”.
            “Ya udah semangat ya, kita pulang dulu ya”. Bisma dan Putripun berlalu. Farel dan Rafaelpun kembali masuk kedalam.
            “Kak aku, Karla dan Dinda pamit pulang juga ya. Udah malam lagian besok kita kerja”, pamit Kania.
            “Iya makasih ya Dinda, Kania, Karla udah mau liat anak kakak”, kata Linzy.
            “Iya sama-sama kak, anak kakak itu udah kita anggap ponakan kita juga”, kata Dinda.
            “Kei mau bareng engga?”, Tanya Karla.
            “Engga kalian duluan aja deh, mungkin si Farel tuh yang mau bareng sama kalian”, jawab Keisha.
            Kaniapun melirik Farel. “Siapa bilang aku mau pulang duluan? Kan aku mau pulang bareng kamu”, goda Farel.
            “Cie… Udah aku kamu nih ceritanya? Iya udah kita pulang duluan ya Kei, Kak Linzy, Kak Rafa selamat iya udah punya momongan”, goda Dinda.
            “Iya kaliankapan nyusul nih?”, Tanya Linzy.
            “Keisha aja duluan baru kita nyusul”, jawab Kania asal.
            “Maksud lo apa? Udah sana pulang”, kata Keisha.
            “Yah kita diusir, iya udah kita pulang dulu ya kak. Assallamualaikum”, kata Kania, Karla dan Dinda kompak. Merekapun berjalan menuju pintu kamar rawat.
            “Waalaikum salam”, jawab Keisha dan teman-teman Keishapun hilang dari pandangan.
            “Kei kamu engga mau pulang?”, Tanya Rafael.
            “Iya Kei kamu pulang aja istirahat kan katanya besok kamu mulai kerja. Kakak mah disini ada kak Rafa kok”, kata Linzy.
            “Sebenernya aku masih pengen ngeliat Lira abisnya ngegemesin banget sih, ya udah deh aku pulang dulu deh. Maaf ya aku besok ga bisa jemput kak Linzy pulang”, kata Keisha.
            “Iya engga apa-apa Kei, kakak ngerti”, kata Linzy sambil tersenyum.
            “Rel kakak nitip Keisha ya, klo ada apa-apa bilang kakak aja, nanti kakak yang marahin dia”, kata Rafael kepada Farel.
            “Ih ngapain kakak nitipin aku sama orang tengil kaya dia, aku bisa jaga diri sendiri kok. Dan lo ga usah anter gue pulang, gue bisa naik taksi sendiri. Iya udah kak, aku pulang dulu ya”, kata Keisha sambil salim ke Rafael dan Linzy lalu mengusap pipi Lira yang sedang tidur.
            “Lira tante pulang dulu ya, sampe ketemu besok lagi ya sayang”, bisik Keisha dan mencium pipi ponakannya itu lalu berjalan menuju pintu.
            “Kei tunggu, ya udah kak aku pulang juga ya. Assallamu alaikum”, kata Farel sambil berjalan menyusul Keisha yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
            “Waalaikum salam. Hati-hati Rel”, kata Rafael sambil tersenyum melihat tingkah laku Keisha dan Farel.
***
            Pagi harinya Farel sudah ada didepan rumah Keisha. Keisha yang baru saja keluar untuk berangkat ke kantorpun terkejut.
            “Ngapain lo kesini?”, Tanya Keisha jutek.
            “Pagi-pagi udah jutek aja si non, cepet tua loh. Aku kesini mau antar kamu kerja”, jawab Farel.
            “Engga perlu gue ada mobil kok dan gue bisa nyetir jadi lo ga perlu antar gue”, kata Keisha sambil membuka pintu mobilnya.
            “Engga apa-apa kok aku yang mau”.
            “Lo budek ya, gue bilang engga usah lagian maksud lo apa sih bersikap manis gini ke gue? Biasanya juga lo jutek banget sama gue. Udah sana minggir gue udah telat nih”.
            “Aku akan tetep disini sampai kamu mau aku antar, lagian kamu lupa ya perkataan aku semalam aku akan ngelakuin apa aja supaya kamu mau maafin aku”.
            “Ih lo emang tukang maksa ya, lagian lo emang engga ada kerjaan ya selain ganggu gue?”, Tanya Keisha sebel.
            “Sebenarnya perkerjaan aku banyak Kei, tapi aku selalu punya banyak waktu buat kamu”.
            “Terserah lo deh. Oke hari ini gue izinin lo untuk antar gue, lagian gue udah telat nih klo gue dimarahin sama bos gue lo tanggung jawab ya”, kata Keisha sambil member kunci mobil ke Farel dan diapun berjalan menuju kursi penumpang.
            “Siap tuan putri”, kata Farel sambil masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobil Keisha.
            Diperjalanan menuju kantor Keisha selama beberapa menit mereka hanya diam. “Hmm.. Kei apa yang mesti aku lakuin supaya aku bisa dapet maaf dari kamu?”, Tanya Farel memulai pembicaraan.
            “Gue udah mikir semalaman tentang itu, pertama lo harus tulis di beberapa kertas terus kertasnya itu lo masukin kedalam toples kaya yang waktu kemarin lo kasih gue. Tulisannya Keisha maafin aku, aku janji engga akan ngejailin kamu atau bikin marah kamu selamanyasampai toplesnya penuh. Kedua lo harus minta maaf sama gue didepan guru-guru dan teman-teman SMA seangkatan kita, pokoknya semuanya harus ada dan lengkap sampai kepala sekolahnya dalam waktu satu bulan mulai dari sekarang. Ketiga lo harus kasih gue 23 kado special di hari ultah gue sebulan lagi. Benda apa aja nanti gue kasih kertas petunjuk buat lo. Gimana lo sanggup? Klo lo engga sanggup juga engga apa-apa”, tantang Keisha.
            “Gila banyak banget sih Kei? Klo syarat yang pertama dan ketiga sih aku masih bisa tapi klo syarat yang kedua mana mungkin aku bisa ngumpulin temen-temen dan guru SMA lengkap. Klo gurunya masih ngajar di SMA sih gampang tapi klo gurunya udah engga ngajar gimana? Terus temen-temen SMA kita kan udah pada mencar-mencar ada yang diluar kota ada yang diluar negeri, lagian aku engga punya semua nomor telepon atau alamat rumah temen-temen SMA kita apalagi dalam waktu satu bulan yang bener aja Kei?”.
            “Iya itu sih terserah lo, katanya lo mau ngelakuin apa aja buat gue. Klo lo mau mundur it’s okey, ga masalah kok buat gue”, kata Keisha. Tak terasa merekapun sudah sampai di kantor tempat Keisha kerja.
            “Udah nyampe thanks ya udah nganterin gue, klo lo mau pulang naik taksi aja ya. Oh iya satu hal lagi besok lo ga perlu antar-antar gue karena lo bukan siapa-siapa, kecuali klo jadi pacar gue, lo boleh antar jemput gue kemanapun. Tapi lo jangan GR dulu, gue bilang itu biar lo tau diri”, kata Keisha sambil turun dari mobil. Farelpun ikut turun dari mobil dan kasih kunci mobil ke Keisha, Keishapun menerima kunci itu.
            “Aku engga akan mundur Kei, aku akan lakuin semua persyaratan yang kamu kasih ke aku. Klo kamu bilang gitu berarti aku ada harapan dong buat jadi pacar kamu? Aku yakin aku pasti bisa dapetin hati kamu, Cuma persyaratan itu aja gampang kok buat aku. Met kerja ya tuan putri yang cantik”, kata Farel sambil tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Keisha kemudian berlalu pergi.
***

@Kantor Farel
            “What lo disuruh ngumpulin alumni SMA dan guru-guru angkatan kita? Kan banyak banget Rel lagian emang lo punya semua nomor telepon dan alamat temen dan guru-guru SMA kita?”, Tanya Dicky kaget.
            “Iya engga lah, makanya gue minta bantuan kalian bertiga siapa tau aja kalian punya lengkap daripada gue. Bantuin gue ya, gue Cuma dikasih waktu sebulan nih”, harap Farel.
            “Kita pasti bantu lo Rel, waktunya Cuma sebulan sekarang tanggal 19 November sebulan itu berarti 19 Desember. Iya klo kita kerjasama pasti bisa lah”, kata Ilham menenangkan Farel.
            “Jadi lo harus minta maaf kesemua temen-temen dan guru SMA kita tanggal 19 Desember tapi tunggu deh kayanya tanggal itu juga ada temen kita yang ultah tapi siapa ya?”, kata Reza sambil mikir untuk mengingat-ngingat siapa yang ultah di tanggal itu.
            “Bukannya itu ultahnya si Keisha ya? Wow itu keren banget Rel”, kata Dicky senang.
            “Maksud lo keren gimana sih Dick? Gue ga ngerti”, kata Farel lemot.
            “Ya iyalah gue bilang keren. Lo mikir ga Keisha minta lo minta maaf di depan semua anak-anak dan guru SMA tepat pas hari special dia yaitu hari ultah dia tanggal 19 Desember. Sekalian aja lo tembak dia dihari itu siapa tau lo diterima”, jelas Dicky.
            “Bener juga kata Dicky Rel”, kata Ilham dan Reza mengiyakan.
            “Oh itu maksudnya, dia juga nyuruh gue buat ngasih 23 kado special buat dia. Benda apa ajanya nanti dia kasih petunjuknya”.
            “Oke klo gitu kita akan bantu lo”, kata Dicky, Reza dan Ilham kompak.
***
            Malam harinya Farel mengerjakan persyaratan pertama yang diberikan Keisha yaitu menulis kata-kata Keisha maafin aku, aku janji engga akan ngejailin kamu atau bikin marah kamu selamanya lalu dimasukin kedalam toples sampai toples terisi penuh. “Keisha-keisha klo ini sih gampang. Besok aku antarin ini buat kamu, tunggu aku ya tuan putri”, kata Farel sambil senyum-senyum sendiri. Beberapa menit kemudian pintu kamar Farel ada yang mengetuk yang ternyata kakaknya, Bisma.
            “Rel kamu belum tidur?”, Tanya Bisma sambil membuka pintu.
            “Belum kak, ada apa kak?’, Tanya Farel sambil tetap menulis.
            “Aku denger dari Reza kamu disuruh Keisha buat ngumpulin anak-anak dan guru SMA seangkatan kamu ya?”, Tanya Bisma sambil duduk disisi tempat tidur Farel.
            “Iya bener kak, rencananya sih sekalian ngerayain ultahnya Keisha soalnya aku dikasih waktu satu bulan buat ngumpulin mereka plus aku juga disuruh cari 23 kado special buat dia”, jawab Farel.
            “Kamu nyanggupin? Kayanya kamu serius banget ya buat dapet maaf dari Keisha? Tapi kakak seneng akhirnya kamu menyadari klo kamu sayang sama Keisha. Terus sekarang kamu lagi ngapain?”.
            “Ini lagi nulis Keisha maafin aku, aku janji engga akan ngejailin kamu atau bikin marah kamu selamanya, ini juga salah satu syarat dari dia”.
            “Oh terus kertas itu ditaro kedalam toples sampe penuh? Ada-ada aja permintaan Keisha. Tapi kakak rasa Keisha ngelakuin itu buat buktiin kamu serius atau engga minta maaf sama dia. Ada juga ya cewek yang bisa naklukin kamu selain Nasya”.
            “Udahlah kak Nasya itu masa lalu aku yang sekarang jadi sahabat aku dan yang paling penting sekarang insya Allah Keisha akan jadi masa depan aku”.
            “Amin… Good luck ya”, kata Bisma sambil mengacak-ngacak rambut Farel dan keluar dari kamar Farel.
***
            Keesokan harinya Farel ke rumah Keisha untuk memberikan toples berisikan kertas sesuai permintaan Keisha.
            “Assallamu alaikum”, kata Farel dari balik pintu rumah Keisha.
            “Waalaikum salam”, kata seorang wanita dari dalam rumah yang ternyata mamahnya Keisha sambil membuka pintu.
            “Eh Farel udah lama ya engga ketemu. Silahkan masuk Rel”, kata mamah Keisha sambil mempersilahkan Farel masuk. Farelpun masuk dan menyalami tangan mamah Keisha.
            “Iya Tante, tante apa kabar? Kapan sampai dari Korea?”, Tanya Farel sambil duduk.
            “Kemarin sore Rel, kamu pasti nyariin Keisha ya? Ada tuh di kamarnya lagi istirahat baru aja dia pulang dari kerja. Tante panggil dulu ya sekalian ngambil minum”.
            “Iya tante. Maaf sebelumya ngerepotin”.
            “Engga apa-apa kok Rel, tante tinggal dulu ya”.
            Beberapa menit kemudian ada seseorang keluar dari arah dalam yang ternyata Keisha.
            “Ngapain lo kesini?”, Tanya Keisha jutek. Tidak lama kemudian mamah Keisha dating membawa nampan yang berisi dua gelas es jeruk dan makanan ringan untuk Keisha dan Farel.
            “Keisha kamu jangan jutek gitu sama tamu engga sopan, Farel maafin Keisha ya dia emang suka kaya gitu. Silahkan Farel diminum minumannya. Tante kedalam dulu kalian ngobrol aja”, kata mamah Keisha sambil berjalan kedalam setelah menaruh gelas dan makanan ringannya diatas meja.
            “Aku kesini mau ngasih ini”, kata Farel sambil menaruh toples yang berisikan kertas diatas meja. Keishapun mengambil toples itu lalu membuka satu lembar kertas yang bertuliskan sesuai yang Keisha minta.
            “Keisha maafin aku, aku janji engga akan ngejailin kamu atau bikin marah kamu selamanya. Oke bener tulisannya, tapi semua kertas toples ini tulisannya kaya gitu juga kan?”.
            “Iya lah Kei, aku ngelakuin sesuai yang kamu pinta. Aku ngerjainnya semalaman tau buat nulis itu, sampe tadi aku hampir telat kerja”.
            “Hampir kan, belum telat? Oke syarat pertama gue anggap lulus. Nih petunjuk buat syarat berikutnya”, kata Keisha sambil memberi selembar kertas karton.
            Farelpun mengambil kertas itu dan membacanya. “Benda ini adalah salah satu favorit gue. Benda ini berada di tata surya yang memiliki cincin yang melingkari intinya. Maksud apa Kei?”.
            “Lo pikir aja sendiri maksudnya apa. Klo lo pinter lo pasti tau jawabannya”. Tiba-tiba dari arah depan ada seseorang yang mengetuk pintu.
            “Assalamu alaikum”, kata orang itu yang ternyata Nasya dan Agung.
            “Waalaikum salam”, jawab Keisha sambil membuka pintu. “Eh Nasya, Agung ayo masuk”, ajak Keisha sambil cipika-cipiki ke Nasya. Nasya dan Agungpun masuk.
            “Eh ada Farel, lagi ngapel ya”, goda Nasya.
            “Ah engga kok Sya Cuma main aja. Eh Gung apa kabar lo?”, Tanya Farel sambil merangkul Agung. Keishapun bingung melihat pemandangan Farel dan Agung akrab.
            “Baik Rel, lo kemana aja sih kayanya sibuk banget?”, Tanya Farel dan merekapun duduk sambil ngobrol.
            “Kei kapan lo balik dari Korea, kok lo ga ngasih tau gue sih?”, Tanya Nasya mengagetkan Keisha.
            “Udah seminggu gue disini, kan biar surprise makanya gue ga kasih tau lo. Oh iya lo, Farel sama Agung udak baikan?”, Tanya Keisha.
            “Lo selama di Korea engga up to date berita disini ya? Gue udah lama kok baikan sama Farel. Lo sendiri pacaran ya sama Farel?”, goda Nasya.
            “Engga siapa yang pacaran sama dia nanti lo cemburu lagi. Eh duduk Sya, gue ambilin minum ya”, kata Keisha sambil hendak berjalan menuju dapur tapi tangannya ditarik oleh Nasya.
            “Engga usah Kei, gue bisa ambil sendiri kok. Lo kaya tamu aja sama gue, oh iya gue mau liat ponakan gue. Kak Linzy sama Lira dimana ya?.
            “Oh kak Linzy ada di kamarnya, yuk gue anter. Agung gue ambil minum dulu ya buat lo, lo santai aja ngobrol sama Farel ya”, kata Keisha kepada Agung.
            “Iya santai aja Kei, lo kaya siapa aja ke gue. Klo gue nikah sama Nasya, gue jadi saudara lo juga kali”, canda Agung.
            “Ah kamu bisa aja, aku mau liat Lira dulu ya, yuk Kei”, kata Nasya sambil menggamit tangan Keisha dan merekapun masuk menuju kamar Linzy.
***

“Gung lo mau nikah sama Nasya?”, Tanya Farel ketika Nasya sama Keisha sudah hilang dari pandangan.
            “Haha, gue becanda kali Rel, insya Allah klo kita jodoh pasti ujungnya nikah kan? Lo sendiri sama Keisha gimana udah pacaran ya, kok lo ga bilang sih?”.
            “Lagi usaha nih gue, susah banget naklukin dia. Semenjak dia pulang dari Korea dia makin jutek sama gue. Sekarang aja gue dikasih syarat yang bejibun sama dia”.
            “Hahaha… Siapa suruh kemarin-kemarin lo malah bikin kesel dia, lo kan udah kenal dia dari SMA, klo dari SMA lo pedekate sama dia, pasti sampai sekarang lo udah pacaran kali sama dia”, kata Agung sambil tertawa ngakak. Iya Agung bisa ngomong gitu karena Farel udah curhat abis-abisan sama Agung dan Nasya tentang Keisha selama Keisha pergi ke Korea dan mereka udah baikan.
            “Ah lo jangan ketawa aja, bantuin kek, kasih semangat kek, ini mah malah ngeledekin gue”, kata Farel sambil cemberut. Keishapun datang dari dalam membawa segelas minuman bersama Linzy dan Nasya.
            “Gung silahkan diminum”, kata Keisha sambil meletakkan gelas ke meja.
            “Ini gung keponakan aku, lucu ya cantik kaya mamahnya”, kata Nasya sambil menggendong Lira kemudian duduk disamping Agung.
            “Iya sama kaya tantenya juga, tantenya kan cantik-cantik, eh ada Farel juga udah lama Rel”, kata kak Linzy sambil duduk diantara Nasya dan Keisha.
            “Iya kak. Aku kesini ada perlu sama Keisha, tapi udah kok. Kebetulan Nasya dan Agung kesini sekalian ngobrol deh”, jelas Farel. Merekapun saling mengobrol.
***
@kantor Keisha
            “What lo kasih syarat kaya gitu ke si Farel? Lo engga kasian apa sama dia?”, kata Kania ketika mereka sedang makan siang di Kantin.
            “Biarin aja orang dia yang mau, kemarin aja udah penuhin syarat pertama gue”, jawab Keisha santai sambil menyeruput es jeruknya.
            “Maksud lo apa sih Kei kasih syarat dia kaya gitu? Klo udah maafin dia ya udah engga usah pake syarat segala lagian dia udah tanggung jawab buat nemuin kalung lo sekarang kalung itu udah di lo kan? Lo mau buktiin apa lagi sih dari dia”, Tanya Karla tidak mengerti jalan pikiran Keisha.
            “Iya emang, gue Cuma mau bukti dia serius engga sama gue. Soalnya waktu dia ngasih kalung ini dia juga nembak gue”.
            “Terus lo engga terima Kei? Iya klo dia udah penuhi satu syarat dari lo, udah pasti dia serius dong sama lo”, Tanya Dinda.
            “Gue belum jawab. Lagian bukan berarti dia udah penuhi satu syarat dari tiga syarat yang gue kasih dia udah serius sama gue, belum tentu Din. Kecuali klo dia udah penuhi semua syarat dari gue, gue akan pertimbangin lagi”.
            “Iya terserah lo deh Kei, tapi klo dia mundur untuk dapetin lo, lo jangan nyesel ya”, saran Kania.
***
            Farel sedang duduk sambil membaca scenario yang ditulis oleh Parjo penulis scenario baru tapi tulisannya lumayan bagus. Tiba-tiba Dicky, Ilham dan Reza datang mengagetkannya.
            “Serius banget lo baca skenarionya?”, Tanya Ilham sambil menepuk pundak Farel.
            “Ah lo ngagetin aja, iya nih gue lagi telitiin adegannya”, jawab Farel.
            “Oh… Ini apa Rel?”, Tanya Reza sambil membuka gulungan kertas yang dikasih Keisha kemarin malam.
            “Itu petunjuk dari Keisha buat 23 kado specialnya itu, btw gue udah telepon beberapa temen SMA kaya Bobby, Eza, Andre dan Kristi mereka mau loh bantuin kita. Iya gue bilang itu rencana reunion sekalian ngerayain ultahnya si Keisha”, jawab Farel.
            “Gue juga udah hubungi beberapa anak dan guru-guru kaya Bu Sofi, Pak Yasmin, mereka mau bantu kita”, jelas Dicky.
            “ Benda ini adalah salah satu favorit gue. Benda ini berada di tata surya yang memiliki cincin yang melingkari intinya”, kata Reza sambil membaca tulisan yang ada di kertas itu.
            “Iya Za, itu petunjuknya sampai sekarang gue engga ngerti maksudnya apa”, kata Farel sambil cemberut.
            “Itu bukannya planet saturnus Rel, kan planet saturnus punya cincin yang melingkari intinya. Gitu aja lo ga tau sih Rel, payah lo”, kata Ilham.
            “Oh iya kok gue ga kepikiran ya, tapi masa sih gue harus ke luar angkasa buat ngambil tuh planet”, kata Farel lemot.
            “Duh lo ganteng-ganteng kok oon banget sih, engga sampe segitunya kali. Lo beli aja miniatur planet saturnus di toko, bukan lo ke luar angkasa buat ngambil itu planet”, kata Dicky gemas.
            “Oh iya, lo pintar Dick. Ya udah kalian bertiga anter gue buat beli barang itu yuk”, kata Farel sambil keluar ruangan.
            “Ya elah anak kecil aja tau kali”, omel Dicky. Ilham, Dicky dan Rezapun menyusul Farel yang sudah jauh meninggalkannya.
***

Keesokkan harinya Keisha kasih sebuah petunjuk lagi yang dititip kepada Bisma untuk Farel.
            “Ini Rel dari Keisha tadi dia kesini”, kata Bisma sambil memberi sebuah kertas yang dititipin Keisha.
            “Makasih ya Kak”, kata Farel sambil menerima kertas itu dan kembali membungkus miniatur planet saturnus yang dibelinya tadi bersama ketiga sahabatnya.
            “Itu apa Rel?”, Tanya Bisma sabil memperhatikan adiknya yang sedang serius menempelkan kertas-kertas kado itu.
            “Oh ini miniatur planet saturnus buat Keisha, ini salah petunjuk dari dia supaya aku bisa penuhi syarat-syarat dari dia”, jawab Farel.
            “Oh… Kayanya bulan ini kamu sibuk banget ya? Belum ngumpulin guru-guru dan temen SMA angkatan kamu, sekarang kamu harus nyari benda-benda kesukaannya Keisha. Ckckck kakak sebagai kakak kamu salut banget sam pengorbanan kamu buat Keisha”.
            “Iya apapun akan aku lakuin buat Keisha tapi kakak juga harus bantuaku ya. Oke… Ini isinya apa sih kak?”, kata Farel sambil membuka kertas pemberian Keisha.
            “Mana aku tau, aku engga baca”.
            “5 benda ini adalah hewan yang gue suka, lo boleh ngasih bonekanya atau aslinya lebih bagus. Hewan favoritnya Keisha apaan kak?”, Tanya Farel kepada kakaknya.
            “Kamu malah Tanya sama aku ya mana aku tau, Tanya aja sama Rafael”.
            “Rafael itu kakaknya Keisha kak, Keisha pasti ngelarang dia buat ngasih tau aku”.
            “Emang Rafael tau klo Keisha kasih syarat ke kamu buat dapet maaf dari dia?”
            “Iya kali aja Keisha cerita sama kak Rafa, terus dia larang kak rafa buat ngasih tau aku”.
            “Coba aja dulu, klo engga besok aku cerita semuanya ke dia tentang syarat itu, aku yakin dia pasti bantuin kamu”.
            “Iya udah, klo kak Rafa engga mau kasih tau aku Tanya Dinda, Kania dan Karla, kan mereka sahabat Keisha pasti mereka tau”.
***
            “Oh gitu, Keisha engga cerita klo dia kasih syarat itu ke Farel. Setau gue sih hewan favoritnya Keisha itu kucing, kelinci, lumba-lumba, kupu-kupu sama hamster, sebenernya dia pengen melihara tapi ga boleh sama mamah soalnya Keisha malas ngurusinnya. Dia juga punya kok bonekanya tapi hilang, biasa Keisha orangnya teledor banget”, jelas Rafael.
            “Oh gitu makasih ya Raf udah ngasih tau hewan favoritnya Keisha, jadi menurut lo mending Farel beli bonekanya aja ya daripada aslinya?”.
            “Iya menurut gue sih gitu, tapi terserah Farel klo mau beli aslinya juga engga apa-apa. Tapi dia sanggup nangkap lumba-lumba dan kupu-kupu? Kupu-kupu sih mending bisa dikandangin kaya burung klo lumba-lumba? Masa gue harus berenang sama lumba-lumba?”
            “Engga apa-apa Raf, sekalian lo jadi pelatih lumba-lumba. Hahaha….”, ledek Bisma.
            “Bener juga kata lo Bis, jadi pelatih lumba-lumba kerjaan sampingan gue. Hahaha…”, canda Rafael. Bisma dan Rafaelpun tertawa.
***
            Bismapun memberitahu Farel hewan favoritnya Keisha. Tak beberapa lama kemudian Keishapun datang sambil memberikan kertas petunjuk berikutnya kepada Farel.
            “Nih petunjuk berikutnya waktu lo tinggal 3 minggu lagi, apa kabar kak? Maaf aku ga akan lama-lama, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjain. Assallamu alaikum”, kata Keisha sambil memberi kertas itu kepada Farel dan berlalu pergi.
            “Baik Kei, iya engga apa-apa. Waalaikum salam”, kata Bisma.
            “Lihat sendiri kan kak? Dia masih jutek aja sama aku sedangkan sama kakak ramah banget”, gerutu Farel.
            “Sabar aja Rel, cinta emang butuh pengorbanan. Baca tuh isinya”.
            “Kawah putih? Maksudnya apa sih nih orang? Aku harus ke kawah putih gitu? Emang di kawah putih ada petunjuk yang lain. Ih ni anak bikin aku penasaran aja”.
            “Hmm… kayanya ada makna lain dari kawah putih itu. Ya udah kamu beli 5 boneka itu aja dulu, kakak pasti bantuin kamu kok. Tenang aja, oh iya soal temen dan guru SMA kamu gimana?”.
            “Aku serahin sama Reza, Ilham dan Dicky, tapi aku juga ikut ngehubungi yang lainnya. Entar juga aku mau ke SMA buat nemuin Pak Rizal kepala sekolahnya buat minta izin sekalian ngundang ke acara ultah Keisha”.
            “Emang kamu udah cetak undangannya? Terus kamu udah tentuin tempatnya?”.
            “Belum sih kak, lagian ultahnya juga masih 3 minggu lagi. Aku Cuma kasih tau dan pastiin mereka bisa datang atau engga. Makanya aku butuh bantuan kakak sama kak Rafa juga supaya nanti pas hari H nya berjalan lancar, aku juga udah bilang sama Karla, Kania, Dinda dan Nasya supaya bantuin aku”.
            “Iya udah sekarang kamu beli bonekanya dulu soal kawah putih nanti kita pikirin lagi”, kata Bisma. Bisma dan Farelpun pergi untuk membeli kado itu.
***
“Kawah putih ya? Mungkin lo disuruh ke kawah putih kali Rel”, kata Dicky asal setelah mendengar cerita dari Farel.
            “Menurut gue sih artinya bukan itu deh Rel, kawah putihkan identik sama Bandung dan di Bandung itu kan cuacanya dingin terus juga ada pasir putih kan disana mungkin ada hubungannya sama warna putih kali”, kata Nasya.
            “Oh iya bener lo Sya, Keisha itu suka banget sama warna putih. Terus gue juga inget dia pernah bilang dia pengen banget jaket yang ada bulu dikerahnya itu loh warnanya putih, dia juga pengen syal dan cipusnya warna putih juga tapi semuanya ada di Bandung Rel”, kata Kania.
            “Yang bener Kei ada di Bandung masa disini engga ada sih?”, Tanya Farel.
            “Iya lo cari dulu aja disini, soalnya waktu kita syuting di Bandung dia ngeliat jaket itu lengkap sama cipus dan syalnya di salah satu distro disana, tapi dia ga beli soalnya harganya mahal gila. Tapi lo cari aja dulu disini siapa tau ada”, kata Dinda. Yang lainpun mengangguk tanda mengiyakan.
            “Tenang Rel nanti gue anterin deh biar lo ga malu beli pakaian cewek. Hahaha…”, goda Karla.
            “Iya. Oh iya soal anak-anak gimana Za?”, Tanya Farel.
            “Tenang Rel, mereka semua pasti datang. Kita juga udah ngehubungi sebagian temen-temen angkatan kita dan Alhamdulillah mereka mau datang. Terus guru-gurunya gimana Rel, bukannya lo tadi ke SMA ya?”, jawab Reza.
            “Sip beres semua guru-guru kita bersedia untungnya sebagian guru yang ngajarin kita masih ngajar disana, kepala sekolahnya juga mau datang loh”.
            “Bagus deh”, kata Ilham, Rza dan Dicky kompak.
***
            Farelpun mencari jaket, syal dan cipus yang diinginkan Keisha di semua mall di Jakarta ditemani Kania, Nasya, Agung dan Reza tapi engga ada satupun.
            “Ya ampun kita udah keliling ke semua mal yang ada di Jakarta tapi engga ketemu juga, apa gue mesti ke Bandung ya?”, kata Farel hampir putus asa.
            “Duh Rel jangan lemes gitu dong gue yakin kita akan temuin apa yang kita cari jangan lemes gitu dong”, kata Reza memberi semangat.
            “Eh liat itu, itu jaket yang Keisha mau selama ini”, kata Kania sambil berlari untuk mengambil jaket itu.
Nasya,  Reza, Agung dan Farelpun mengikuti Kania.
            “Iya bener yang ini, tuhkan Rel apa gue bilang harganya mahal gila”, kata Kania sambil melihat harga di jaket itu.
            “Soal harga mah gue engga pikirin, terus cipus sama syalnya gimana?”, Tanya Farel sambil memegang jaket.
            “Soal itu gue yang Tanya ke salesnya siapa tau disini juga ada”, kata Nasya sambil menuju seorang sales perempuan yang sedang merapikan baju.
            “Maaf mbak saya mau Tanya, klo tempat syal sama cipus dimana ya?”, Tanya Nasya.
            “Disebelah sana mbak”, kata sales itu sambil menunjuk ke arah tulisan syal dan cipus.
            “Oh disana ya, makasih mbak. Oh iya mbak saya ambil jaket yang disana ya”, kata Nasya sambil berjalan kearah Farel dan teman-teman.
            “Disana Rel, ini jaketnya mbak”, kata Nasya sambil memberikan jaket itu ke salesnya.
            “Sebentar ya mbak”, kata sales itu. Tak lama kemudian sales itu kembali ke Nasya sambil memberikan jaket yang sudah dimasukkan ke dalam kantong dan bonnya.
            “Ini mbak jaketnya silahkan bayar di kasir sebelah sana”, kata sales itu sambil menunjuk arah kasir dan berlalu pergi.
            “Terima kasih mbak, yuk Rel kita liat cipus sama syalnya dulu”, kata nasya sambil memberikan kantong itu ke Farel dan berjalan menuju tempat syal dan cipus.
            “Wah banyak banget, tapi yang warna putih mana ya?”, kata Farel sambil memilih syal sedangkan Kania memilih cipusnya.
            “Ini cipusnya bagus ga?”, kata Kania sambil menunjukkan cipus putih yang dia pilih.
            “Bagus Ka, ya udah ini aja. Syalnya juga udah ketemu yuk kita bayar”, kata Farel. Dan merekapun menuju kasir tapi mata Farel tertuju pada jam tangan berwarna putih merk guess.
            “Ka, ini bagus ga buat Keisha?”, Tanya Farel kepada Kania.
            “Hmm… Bagus lo mau beli? Kan mahal Rel”, jawab Kania.
            “Bagus ya? Klo gitu gue beli deh, gue engga peduli mau harganya mahal atau engga, buat Keisha apa sih yang engga”, kata Farel sambil berjalan menuju kasir.
            “Duh Farel so sweet banget sih”, kata Nasya.
            “Gue seneng deh, klo lo emang serius sama Keisha. Tapi lo nyakitin dia, lo berusan sama gue”, ancam Kania.
            “Tenang Ka sekarang gue ga mau nyakitin dia lagi, kan lo tau dari SMA sampai kuliah gue sering nyakitin dia. Sekarang mah gue mau jagain dia, iya itung-itung gue nebus semua kesalahan gue sama dia”, kata Farel sambil memberikan barang belanjaannya ke kasir.
            “Oke. Oh iya udah berapa benda yang udah lo beli?”, Tanya Nasya.
            “Baru 10 Sya sama yang gue beli hari ini. Gue juga belum kasih petunjuk lagi sama Keisha”, jawab Farel sambil membayar semua belanjaannya.
***
            Besoknya Keishapun memberikan dua buah kertas lagi kepada Farel dan berlalu pergi. Farelpun membuka salah satu kertas itu.
            “Benda ini adalah berupa alat music kesukaan gue dan bisa dipetik? Apa ya gitar? Kecapi juga bisa dipetik. Masa sih Keisha suka sama kecapi pasti gitar kali yang dia maksud”, kemudian Farelpun membuka satu kertas lagi. “Benda ini bisa melihat semua benda yang ada di tata surya dan benda ini juga bisa mengabadikan semua objek yang ada di bumi”.
            “Petunjuk yang satu gue ngerti, tapi yang ini apaan ya? Keisha susah banget sih taklukin elo”, gerutu Farel. Tiba-tiba Bisma dan Rafael mengagetkan dia.
            “Hayo lagi ngelamunin apa?”, kata Bisma.
            “Duh kak Bisma ngagetin aku aja”.
            “Lagian ngelamun aja, tadi kayanya Keisha kesini ya ngapain?”, Tanya Rafael. Farel tidak menjawab dia justru memberikan kertas itu kepada Rafael. Rafael dan Bismapun membacanya.
            “Klo alat music kesukaan dia yang bisa dipetik itu gitar, tapi klo benda yang bisa melihat semua benda yang ada di tata surya dan benda yang bisa mengabadikan semua objek yang ada di bumi itu gue kira dua benda deh bukan satu”, kata Rafael.
            “Benda yang bisa melihat semua benda yang ada di tata surya itu, kayanya teropong bukan Raf? Lagian kita engga bisa melihat benda-benda yang ada di luar angkasa tanpa teropong kan?”, kata Bisma.
            “Iya bener kata lo Bis, terus benda yang dapat mengabadikan semua objek itu kamera. Iya kamera soalnya Keisha juga hobi sama fotograpi”, kata Rafael.
            “Jadi sekarang aku harus beli gitar, kamera sama teropong? Oke. Oh iya kak, Keisha suka kamera yang kaya gimana?”, Tanya Farel.
            “Setau aku sih dia pengen banget kamera merk cannon EOS 65 yang ada lensanya”, jawab Rafael.
            “Oke makasih ya kak infonya”, kata Farel sambil berjalan pergi.
            “Mau kemana Rel”, Tanya Bisma.
            “Mau beli hadiah buat Keisha”, jawab Farel.
Wah Farel udah berhasil menemukan 13 kado buat Keisha, kira-kira petunjuk apalagi ya yang dikasih sama Keisha? Terus Farel berhasil engga ya kumpulin guru dan temen-temen SMAnya?
***

Satu  petunjuk terakhir Keisha titip ke Reza. Reza, Ilham, dan Dicky udah berhasil menghubungi semua guru dan temen SMA seangkatannya dan merekapun bersedia untuk hadir dalam reunian sekaligus ngerayain ultah Keisha, semua member SM*SH dan istrinyapun ikut ngerayain ultah Keisha tanggal 19 Desember, memang waktu  tinggal seminggu lagi menuju ultah Keisha.
            “Lima bunga kesukaan gue dan semua yang berbentuk benda di langit dimalam dan siang hari”, kata Farel setelah membuka kertas yang dikasih Dicky.
            “Emang lo tau bunga kesukaannya Keisha? Terus yang berbentuk benda di langit dimalam dan siang hari lagi ya?”, Tanya Reza.
            Farel hanya menggeleng, “Kayanya gue harus minta bantuan kak Rafa atau Kania, Karla sama Dinda deh”.
            “Ya udah gue sms Kania ya, kita ketemuan di kafe aja klo lewat sms nanti Keisha curiga lagi”, kata Reza dan diapun sms Kania untuk ketemuan di kafe.
***
@Kafe
            “Klo bunga kesukaannya Keisha itu mawar, melati, anggrek, lili sama edelweiss. Klo pernak-perniknya sih terserah lo mau kasih apaan mau gelang, kalung, cincin, pin pokoknya yang ada bentuk bintang, bulan sama matahari”, kata Kania.
            “Ka klo kalung, cincin, gelang itu bukan pernak-pernik tau itu namanya perhiasan. Klo pernak-pernik itu kaya jam dinding bentuk matahari, patung dewa Ra gitu”, kata Dinda.
            “Aduh Dinda klo patung dewa Ra mah susah nyarinya, kata gue sih mending lo beliin yang bisa dipake aja kaya kalung, gelang, cincin tapi ada bentuk bulan, bintang sama matahari tapi yang lucu-lucu, biasanya cewek suka sama barang yang lucu-lucu gitu”, saran Karla.
            “Oke.. Maksih ya sarannya. Tapi Keisha suka sama bunga edelweiss ya? Gue mesti ke gunung dong buat nyari tuh bunga”, kata Farel.
            “Iya gitu. Hmm… lo mau belinya bunga yang asli atau yang palsu?”, Tanya Reza.
            “Kayanya yang asli deh Za, sekalian aja buat hiasan tempat perayaan ultah Keisha. Berarti kita belinya sehari sebelum ultah Keisha. Sekarang mah kita beli perhiasan aja buat Keisha berarti lima ya? Cincin, kalung, gelang, anting satu lagi apa ya? Oh iya jam dinding bentuk matahari aja gimana menurut kalian?”, Tanya Farel.
            “Setuju…”, jawab Kania, Dinda, Karla, Reza, Ilham dan Dicky kompak. Hari itupun Farel yang ditemani Kania, Dinda, Karla, Reza, Ilham dan Dicky segera membeli perhiasan yang lucu-lucu berbentuk bulan, bintang dan matahari tak kecuali jam dinding bentuk matahari.
***
            Keesokkan harinya Farel dan Reza pergi ke gunung salak untuk mencari bunga edelweiss, dengan menggunakan mobil Reza dan Farel menuju gunung salak. Sekitar 30 menit mereka diperjalanan akhirnya merekapun sampai di kaki gunung salak, karena mereka belum tau rute gunung salak, merekapun meminta kepada salah satu penduduk yang ada dikaki gunung salak untuk menemani mereka mencari bunga edelweiss.
            Duh romantis banget ya Farel sampai bela-belain cuti kerja untuk cari bunga edelweiss di gunung salak. Kira-kira Farel berhasil engga ya nemuin bunga edelweiss itu? Rencana apa ya yang akan dilakuin Farel untuk ngerayain ulang tahunnya Keisha yang ke 23? Kira-kira Keisha tersentuh engga ya atas pengorbanan Farel untuk dia? Keisha juga mau engga ya maafin dan jadiin Farel sebagai pacarnya? Daripada penasaran kita lanjutin aja ceritanya…
***

@19 Desember
            “Kei antar kita ke salon yuk”, ajak Kania.
            “Ke salon? Bukannya kalian udah rapi dan cantik ya? Btw ada acara apa nih kalian pake gaun gitu?”, Tanya Keisha.
            “Bukan buat kita tapi kita pengen make over lo yuk”, kata Karla sambil menggamit tangan Keisha.
            “Make overin gue? Emang ada acara apa sih? Kalian mau ngerjain gue ya”, kata Keisha curiga.
            “Udah lo ikut kita aja pokoknya hari ini lo harus tampil cantik tanpa protes”, kata Kania sambil mendorong Keisha menuju mobil. Keishapun menurut walaupun terpaksa.
            Karla, Kania dan Dinda membawa Keisha ke butik untuk membeli gaun yang cocok buat Keisha. Karla, Kania dan Dindapun memilih beberapa gaun dan menyuruh Keisha untuk mencobanya. Beberapa kali Keisha mencoba gaun itu tapi tidak ada yang cocok.
            “Hah ga pantes lagi, ini baju terakhir yang gue coba klo ini ga cocok kita pulang”, kata Keisha sambil masuk lagi kekamar pas. Tak lama kemudian Keishapun keluar dengan menggunakan gaun berwarna putih dengan corak bunga berwarna biru. Kania, Karla dan Dinda tampak terpesona melihat penampilan Keisha,
            “Lo cantik banget Kei, ya udah kita pilih gaun ini dan ini sepatunya cocok banget sama gaun lo. Bayar dulu yuk, abis itu kita ke salon”, kata Kania. Keisha, Kania, Dinda dan Karlapun menuju kasir untuk membayar gaun dan sepatunya. Setelah itu merekapun menuju salon untuk make over Keisha.
            Setelah satu jam Keisha di make over, merekapun siap berangkat menuju tempat perayaan ultah Keisha. “Wow lo cantik banget Kei. Yuk kita berangkat tapi sory ya mata lo harus ditutup pake ini”, kata Karla sambil menutup mata Keisha menggunakan sapu tangan.
            “Eh kok pake tutup mata segala? Emang kita mau kemana sih, kalian mau ngerjain gue ya?”, Tanya Keisha.
            “Udah lo diam aja kita engga apa-apain lo, lo percaya aja sama kita masa kita tega nyakitin lo, enggalah Kei. Nanti juga lo tau, lo tenang aja ya”, kata Dinda sambil menggiring Keisha menuju mobil dan merekapun berangkat ketempat ultah Keisha.
***
@tempat ultah Keisha
            “Kita dimana si nih?”, Tanya Keisha.
            “Tenang Kei udah nyampe kok, yuk turun”, kata Karla sambil menuntun Keisha keluar dari mobil dan berjalan memasuki ruangan. Disana sudah ada anak-anak SM*SH, Linzy, Putri, Vanilla, Mesti, mamah dan bapak Keisha, Nasya, Agung,  guru dan teman-teman SMA Keisha dan tak kecuali Farel. Dia punya rencana dari mulai dekorasi ruangan dan segala macamnya. Keishapun dituntun Kania, Karla dan Dinda sampai didepan kue ultahnya.
            “Sapu tangannya gue buka tapi mata lo tetep ditutup ya, klo gue udah hitung sampai tiga lo boleh buka mata”, kata Kania sambil membuka penutup mata Keisha. “Satu, dua, tiga happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Keisha”, kata Kania sambil menyanyikan lagu selamat ultah yang diikuti oleh semua tamu yang hadir.
            Keisha hanya bisa terdiam, dia merasa surprise soalnya ulang tahun dia kali ini dirayain dengan begitu meriah dan dihadiri oleh semua orang yang dia sayang. Dan dia juga merasa surprise karena Farel berhasil mengudang semua temen dan guru-guru waktu SMAnya termasuk kepala sekolahnya. Diapun melihat sekeliling ruangan dekorasinya bermotif semua yang dia suka mulai dari bunga, cat dindingnya berwarna putih biru sampai langit-langitnya bermotif bulan, bintang dan matahari.
            “Met ulang tahun ya adikku sayang, semoga panjang umur, makin cantik, makin sukses ya. Kok malah bengong sih ditiup dong lilinnya”, kata Rafael sambil menyalakan lilin yang ada diatas kue tart itu.
            “Eh iya aku surprise banget kak, sampe ga bisa bilang apa-apa. Aku Cuma mau bilang terima kasih yang udah datang, kirain aku ultah tahun ini dirayain sederhana kaya tahun kemarin Cuma sama mamah dan bapak tanpa kak Landry, ya iyalah soalnya aku di Korea sedangkan kak Landry di sini.Pokoknya ulang tahun ini yang paling special buat aku”, kata Keisha senang.
            “Iya iya udah dong pidatonya sekarang lo tiup lilinnya tapi make a wish dulu ya”, kata Kania. Keishapun mengangguk dia tutup mata untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah.
            Terima kasih ya Allah kau telah memberikan semua orang-orang yang aku sayang untuk sama-sama ngerayain ulang tahunku tahun ini, mudah-mudahan aku bisa lebih dewasa dan bisa nyenengin semua orang yang aku sayang. Amin…, batin Keisha lalu Keishapun meniup semua lilin yang ada diatas kue tart itu dengan diiringi tepuk tangan semua keluarga dan teman-teman Keisha.
            “Selamat ulang tahun ya sayang panjang umur, makin pintar, makin dewasa, cepet dapet jodoh ya”, kata mamahnya Keisha sambil memeluk anaknya itu. Mamahnyapun melepaskan pelukannya lalu berlanjut Keisha mendapat ucapan selamat dari anak-anak SM*SH, Linzy, Putri, Vanilla, Mesti dan ketiga sahabatnya dan juga Nasya dan Agung sambil memberikan kado ke Keisha.
            “Met ultah ya Kei, panjang umur bener kata nyokap lo semoga lo cepet dapet jodoh. Hahaha…”, canda Karla.
            “Dasar lo…”, kata Keisha gemas.
            “Oh iya potong kuenya dong Kei, kita mau tau nih potongan kue pertama lo kasih siapa, pasti ke Farel ya? Tapi tuh anak kemana ya kok belum keliatan batang hidungnya”, goda Reza sambil melihat ke sekeliling.
            “Yang pasti potongan kue pertama itu buat nyokap gue lah Za, bukan si Farel. Ya udah gue potong sekarang ya”, kata Keisha sambil memotong kue itu dan memberikannya kepada mamahnya berlanjut ke bapak, Rafael dan Linzy.
Tak lama kemudian Farel datang dengan memakai jas putih kemeja hitam dan celana hitam, dia tampak keren kali ini hingga semua tamu yang hadir merasa pangling melihat penampilannya, ditangannya ada sebuket bunga kesukaannya Keisha mawar, lili,melati, anggrek dan edelweiss yang telah kemarin Farel rangkai sendiri eh tapi dibantu sama tukang bunga mana bisa Farel ngerangkai bunga sebagus itu tanpa bantuan tukang bunga.
“Selamat ulang tahun ya Kei, ini buat kamu. Sory aku telat”, kata Farel sambil memberikan sebuket bunga kepada Keisha sambil tersenyum
“Iya terima kasih ya Rel”, kata Keisha sambil tersenyum manis.
“Tumben kamu senyum sama aku, biasanya juga kamu suka jutek sama aku”, goda Farel. Keisha hanya melengos sambil menahan kekesalan, melihat itu Farel tersenyum geli.
“Rel lo kemana aja sih baru datang? Terus pakaian lo kenapa mau kondangan? Hahaha…”, goda Reza, mendengar godaan Reza kepada Farel semua tersenyum geli.
“Ah lo sirik aja Za, oh iya Kei syarat kamu udah aku penuhin semua kan? Kamu mau kan maafin aku?”, kata Farel sambil menggenggam tangan Keisha.
“Belum tuh. Oke lah lo bisa undang semua guru dan temen-temen SMA seangkatan kita dan gue liat 23 kado special buat gue udah ada, dan lo cukup kreatif ya sampai ditulisin nomor dan nama lo pake kertas di kertas kadonya tapi gue belum denger lo minta maaf didepan semua orang yang ada disini”, kata Keisha.
“Oh itu. Kamu liat ya”, kata Farel sambil membawa Keisha naik diatas panggung yang di khususkan untuk para tamu yang mau memeriahkan ulang tahun Keisha.
“Eh eh lo mau bawa gue kemana?”, Tanya Keisha kaget sambil mengikuti langkah kaki Farel. Farel tidak menjawab dia terus berjalan menuju panggung. Sesampaikan di panggung Farelpun mengambil microfon.
“Kepada semua tamu undangan yang hadir disini saya akan menyampaikan sesuatu kepada Keisha. Keisha di depan kepala sekolah, guru dan teman-teman SMA kita juga di depan keluarga dan saudara-saudara kita aku mau minta maaf sama kamu karena aku sering banget bikin kamu kesel, bikin kamu marah dan nyakitin kamu, kamu mau kan maafin aku?”, Tanya Keisha sambil memegang tangan Keisha.
“Maafin, maafin, maafin….”, teriak semua tamu yang hadir.
Keisha menatap ketiga sahabat, mamah, bapak dan kakak-kakaknya terlihat mereka semua mengangguk menandakan klo Keisha harus maafin Farel. Keisha beralih pandangan kepada Farel yang ada didepannya, terlihat sekali Farel sangat berharap Keisha akan maafin dia. “Oke gue maafin tapi lo jangan nyakitin gue lagi. Janji”, kata Keisha sambil tersenyum.
“Bener Kei? Makasih ya. Iya aku janji aku engga nyakitin kamu lagi”, kata Farel terdengar suara tepuk tangan semua tamu undangan. “Ada satu pertanyaan lagi yang akan aku kasih ke kamu Kei”, lanjut Farel.
“Apa?”, Tanya Keisha bingung.
“Farel mau nembak lo Kei. Hahaha…”, goda Dicky. Mendengar perkataan Reza terdengar suara kompak semua tamu menggoda Farel dan Keisha. “Cieee…..”.
Perasaan Keisha tidak menentu antara malu, seneng, grogi pokoknya semua rasa campur kaya gado-gado J ( Loh kok malah ngomongin makanan? Jadi laper. Kok malah ga nyambung sih lanjut ke cerita). Farelpun mengambil sesuatu dari saku celananya kemudian diapun berlutut di depan Keisha. “Ngapain kamu Rel pake berlutut segala. Malu tau diliati semua orang”, bisik Keisha.
Farel tidak menggubris perkataan Keisha, “Kei aku tau sebulan yang lalu aku udah bilang semua perasaan aku sama kamu, tapi kamu belum jawab. Sekarang di depan semua orang yang ada di sini, aku mau kasih pertanyaan yang sama. Aku sayang sama kamu, sebenernya aku pengen bilang kaya gini dari dulu, tapi kamu malah pergi ke Korea. Aku cinta sama kamu Kei, sekarang mudah-mudahan sampai nanti. Kamu mau kan jadi pacar aku?” Tanya Farel sambil memberi kotak berbentuk hati yang berisikan cincin emas putih.
Duh Farel so sweet banget ya? Aku juga mau tuh di kasih cincin emas putih, siapa ya yang mau ngasih aku cincin emas putih? Kira-kira Keisha terima Farel sebagai pacarnya engga ya? Sok atuh lanjut ke cerita.
Keisha speechless mendengar ucapan Farel. Diapun menerima kotak berbentuk hati itu. Terdengar teriakan “Terima, terima, terima” dari semua temen-temennya.
“Kei, terima Farel jadi pacar lo ya. Farel itu sayang banget sama lo”, kata Nasya sambil berjalan menuju atas panggung disusul Kania dan anak-anak SM*SH.
“Kei lo sayang kan sama Farel? Pokoknya gue saranin lo harus ikuti kata hati kecil lo, karena hati engga bisa bohong”, saran Kania. Keishapun melihat kearah Nasya dan kakak-kakak SM*SH mereka hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan. Kemudian dia melihat ke arah Farel.
“Kei, aku setuju apa kata Kania. Ikutin kata hati kamu, aku engga mau kamu terima aku karena terpaksa atau kasihan sama aku. Aku terima kok semua keputusan kamu. Dan kotak itu isinya cincin emas putih, klo kamu terima aku kamu pake cincin itu, tapi klo kamu tolak aku kamu kembaliin cincin itu ke aku”, kata Farel.
Keishapun membuka kotak hati itu dan mengambil cincinnya. Keisha terus memperhatikan cincin itu. Semua tamu yang hadir tampak penasaran apa yang akan dilakukan Keisha. Farelpun tampak deg degan menunggu jawaban dari Keisha, Keisha terus memperhatikan cincin itu kemudian memandangi Farel, Kania, Nasya, anak-anak SM*SH dan semua teman, guru dan keluarganya. Kemudian beralih lagi kepada Farel yang tampak putus asa mendengar jawaban dari Keisha.
Keishapun memberikan cincin itu kepada Farel. “Sory Rel……”, kata Keisha menggantungkan kalimatnya terlihat raut muka kecewa semua teman-temannya.
“Duh Kei, kok lo tolak si Farel sih? Farel udah mati-matian cari bunga edelweiss dan berkorban buat lo”, protes Reza. Duh si Reza emang tukang protes.
“Engga apa-apa kok Za klo dia nolak gue. Gue terima”, kata Farel lemas.
Keisha tersenyum, “Sory Rel aku mau kamu yang pakein cincin itu di jari aku”.
“Jadi…”, kata Farel terkejut.
“Iya aku mau jadi pacar kamu, tapi aku maunya kamu yang pakein cincin itu”, kata Keisha sambil tersenyum.
“Oke aku akan pakein cincin ini ke kamu, berarti kita sekarang bukan jadian lagi tapi kita udah tunangan”, goda Farel sambil memakaikan cincin itu di jari tengah Keisha.
“Duh Kei lo tuh ya bikin kita jantungan aja kirain lo tolak Farel. Kasian tuh Farel klo beneran lo tolak bisa pingsan kali dia. Hahaha…’, canda Dicky.
“Dasar lo…”, kata Farel sambil memukul pundak Dicky.
“Aduh sakit tau”, kata Dicky sambil meringis kesakitan.
“Karena Keisha udah terima cintanya Farel kami SM*SH akan mempersembahkan lagu baru kami berjudul “Pahat Hati” untuk semua tamu yang hadir terutama buat Farel dan Keisha. Selamat ya buat ShaFa”, kata Rafael.
“Shafa? Apaan tuh kak?”, Tanya Keisha bingung.
“Itu singkatan Keisha dan Farel”, jawab Rafael dan SM*SHpun membentuk formasi. Sementara Keisha, Farel, Nasya dan Kania turun dari panggung.
“Cie…. ShaFa bisa tuh di jadiin nama anak. Haha….”, goda Kania dan Nasya kompak.
“Apaan sih lo?”, kata Keisha malu-malu.
“Oh bener juga Ka, Sya. Kalian bener-bener pinter. Kei nanti klo kita punya anak nama Syafa aja”, kata Farel.
“Uh ngarep, siapa juga yang mau nikah sama kamu”, kata Keisha sambil mencubit pinggang Farel.
“Duh sakit tau, kamu tuh ya jadi pacar atau engga tetep aja galak”, kata Farel sambil memegang pinggangnya yang mungkin merah dicubit Keisha. Keisha hanya cemberut sambil memperhatikan kakak-kakaknya diatas panggung, melihat itu Farel tersenyum dan terus menggoda Keisha.
Akhirnya Keisha dan Farel jadian juga syukur deh, kirain Keisha tolak si Farel soalnya Keisha kasih cincinnya ke Farel, eh tau-tau dia nyuruh Farel buat pakein cincin ke jarinya ada-ada aja nih si Keisha. Duh romantis banget ya punya pacar pas di hari ulang tahun kita.
***

Engga terasa hubungan Keisha dan Farel udah hampir setahun. Dan hari ini adalah ulang tahun Farel, Keishapun punya rencana untuk merayakan ulang tahun Farel. Sudah seminggu ini Keisha ngerjain Farel dengan cara pura-pura ngambek dan engga mau ketemu Farel.
“Duh gue bingung banget sama Keisha cuma gara-gara gue telat jemput dia, dia ngambeknya lama banget udah hampir seminggu dia ga mau sama gue, gue sih engga apa-apa klo dia mau marahi gue, cakar-cakar gue tapi klo di diemin kaya gini gue bingung Za”, curhat Farel kepada Reza, Dicky dan Ilham.
“Dia lagi dapet kali Rel, biasa klo cewek lagi dapet gitu suka labil”, kata Dicky pura-pura ga tau padahal kemarin dia, Ilham dan Reza udah dikasih tau Keisha klo itu Cuma pura-pura.
“Iya kali”, kata Farel sambil cemberut.
Malam harinya Farel yang sedang berjalan menuju mobilnya untuk pulang di tutup mata dan diikat tangannya oleh Dicky, Ilham dan Reza.
“Eh eh eh siapa yang nutup mata gue nih? To….”, teriak Farel tapi dengan sigap Dicky menutup mulut Farel supaya engga ada orang yang mendengarkan teriak Farel. Iyalah klo ada orang yang denger bisa-bisa orang-orang pada datang dan dikira Ilham, Reza dan Dicky mau culik dia.
“Ssst lo jangan berisik kita engga akan ngapa-ngapain elo kok”, kata Dicky.
“Dick, maksud lo apa sih iket dan nutup mata gue?”, Tanya Farel.
“Rel jangan banyak ngomong ya, lo diem dan ikut kita aja oke”, kata Ilham sambil membawa Farel masuk ke mobil.
“Gila ya kalian bertiga, engga lucu tau. Lagian kita mau kemana sih?”, Tanya Farel emosi tapi Dicky, Ilham dan Reza hanya menyuruh dia tenang. Mobilpun melaju cepat.
“Tenang Rel, engga ada yang akan nyulik lo kok jadi tenang ya jangan mencak-mencak kaya gini”, kata Reza menenangkan Farel.
“Pokoknya siapapun dalang yang bikin gue pegel kaya gini, gue akan bales ke lo bertiga”, ancam Farel.
“Makanya lo diem aja jangan mencak-mencak kaya gini biar engga pegel”, goda Ilham.
“Eh Ham, lo malah godain gue, pokoknya lepasin tangan gue, lagian kita mau kemana sih?”, Tanya Farel.
“Sabar Rel nanti juga lo tau, lagian sebentar lagi juga nyempe kok”, kata Dicky. Sekitar 30 menit kemudian mobilpun telah memasuki tempat yang dituju. Ilham, Reza dan Dickypun membantu Farel turun dari mobil dan berjalan memasuki sebuah kafe tempat Keisha menunggu Farel. Kafe itu sengaja di booking Keisha untuk merayakan ulang tahunnya Farel.
Dicky, Ilham dan Rezapun terus berjalan dan meminta Farel duduk disalah satu meja yang sudah di booking Keisha.
“Duduk Rel, gue buka ikatan di tangan lo dulu ya”, kata Dicky sambil melepaskanikatan di tanganny dan menyuruh Farel duduk. “Gue sekarang buka penutup mata lo, tapi sebelum gue bilang lo belum boleh buka mata. Ngerti”. Farelpun mengangguk dan Dickypun membuka penutup mata Farel.
“1……2…..3”, kata Ilham, Dicky dan Reza sambil berlari meninggalkan Farel sendiri. Farelpun membuka matanya tapi dia tidak melihat ada siapa-siapa di kafe.
Tapi ketika melihat sudah ada makanan diatas meja Farel bengong sendiri. “Sial gue dikerjain, awas lo bertiga”, gerutu Farel.
“Farel…”, kata Keisha yang sudah ada  di belakang Farel dan ditangannya sudah ada sebuah kue tart
“Keisha ngapain kamu disini? Dan makanan ini siapa yang pesen? Pasti kerjaannya Ilham, Dicky sama Reza ya. Awas tuh orang”.
Keisha tersenyum dan duduk dibangku yang ada di depan Farel sambil meletakkan kue tart diatas meja.. “Ini semua aku yang pesen Rel. Selamat ulang tahun Sayang”.
“Oh kamu inget ulang tahun aku? Kirain kamu engga inget ultah aku soalnya seminggu ini kamu ngambek sama aku”, goda Farel
“Masa sih aku engga inget sama hari ulang tahun pacarku sendiri. Maafin aku ya soalnya seminggu ini aku pura-pura ngambek sama kamu dan ini juga bagian dari rencana aku”.
“Oh selama seminggu ini kamu pura-pura ngambek sama aku buat ngerjain aku gitu? Kamu pinter ya ngerjain aku”.
Keisha tersenyum kecut. “Maaf ya kamu engga marah kan?”.
“Aku marah sama kamu klo…..”, kata Farel pura-pura marah.
“Yah Farel aku kan udah minta maaf”, kata Keisha sambil cemberut.
“Aku belum selesai ngomong sayang, aku marah sama klo kamu ga nyuruh aku buat tiup lilin dan make a wish”, kata Farel sambil tertawa.
“Ah kamu bikin aku merasa bersalah aja, nyebelin”, kata Keisha ngambek.
“Eh kok malah ngambek beneran sih, jangan ngambek dong sayang. Katanya mau ngerayain ulang tahun aku, kok malah kaya gini”.
Keishapun tersenyum. “Mau aja dibohongin iya udah kamu tiup lilinnya tapi make a wish dulu”.
“Dasar kamu”, kata Farel sambil mencubit pipi Keisha dengan gemas. Merekapun merayakan ulang tahun Farel sekalian makan malam romantic. Setelah itu Keisha dan Farel pergi untuk menikmati suasana pantai dimalam hari.
“Kei aku seneng deh bisa ngerayain ulang tahun aku bareng orang yang aku sayang. Makasih ya kamu udah mau ngerayain ulang tahun aku”, kata Farel sambil mencium kening Keisha.
“Iya. Oh iya ini buat kamu”, kata Keisha sambil memberikan sebuah kado buat Farel.
“Apaan ini? Kado buat aku? Keisha kamu engga perlu kasih kado buat aku. Kejutan dari kamu aja udah bikin aku, seneng. Aku mah yang paling penting itu ada kamu”, kata Farel sambil mengambil kado itu.
“Ah kamu mah ngegombal terus, di buka dong kadonya”.
“Ini bukan gombal ini serius, aku buka ya”, kata Farel sambil membuka kado Keisha. Dan isinya itu adalah jam tangan guess berwarna biru.
“Wow bagus banget Kei, makasih ya sayang”.
“Iya, dipake dong. Kamu juga kan waktu aku ultah beliin jam tangan warna putih. Biar dia punya pasangannya”, kata Keisha sambil memperlihatkan jam tangan yang dikasih Farel waktu Keisha ultah.
            Farelpun memakai jam tangan itu. “Makasih ya sayang”, kata Farel sambil memeluk Keisha dan menikmati suasana malam di pantai.
            Kata orang klo kita benci banget sama seseorang lama-lama bisa jadi cinta, karena benci dan cinta itu bedanya tipis banget, sekatannya itu engga keliatan sama sekali. Itulah yang dirasain Farel dan Keisha. Selama ini Keisha dan Farel suka berantem dan akhirnya mereka  jadian juga kan sampai hampir mau satu tahun. Karena semakin kita benci sama seseorang semakin kita sering mengingat orang itu, mengingat semua apa yang dilakukan dia terhadap kita, lama-lama akhirnya perasaan benci itu akan berubah menjadi kasih sayang sama musuh kita. Dan kita juga engga boleh bohongin diri sendiri, kita juga harus selalu denger apa hati kecil kita karena hati engga akan pernah bohong, klo suka bilang aja jangan pura-pura engga suka ataupun pura-pura benci begitu juga sebaliknya. Jadi teman-teman kita engga boleh terlalu benci sama orang ya kerena benci itu benar-benar cinta dan dari I Hate You jadi I Heart You. :)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar